Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)

Malam begitu gelap. Tak ada pancaran sinar matahari yang menyinari bumi lagi, tapi jangan khawatir itu hanya terjadi malam hari saja. Bintang-bintang di langit sudah cukup membantu menerangi bumi di tambah cahaya lampu di tiap perempatan jalan ibukota.

Jalanan cukup sepi, mungkin karena sudah larut malam. Tak terlalu banyak hiruk pikuk suara kendaraan yang mengganggu. Hanya ada beberapa pejalan kaki saja. Langkah Ryan begitu pelan, entah apa yang ada di benaknya sekarang. Terus berjalan kaki tanpa ada arah tujuan sedari tadi. Hanya di temani alunan musik favoritnya saja.
“Ryan, Ryan, tunggu!” suara dari belakang tampak memanggil.
Ryan tak menoleh sedikitpun. Mungkin pengaruh terlalu asyik mendengar alunan musik itu.
“Ryan, Ryan, tunggu!” suara itu kembali terulang namun lebih keras lagi.
Kali ini Ryan akhirnya menoleh. Melihat dari kejauhan sosok yang memanggilnya. Kulit sawo matang, tinggi dan terlihat manis mengenakan kaos oblong itu ternyata teman sewaktu di SMA, namanya Arif.
“Hey rif, kenapa?”
“Mau kemana? Dari tadi siang ibumu menelfon, dikiranya kamu main ke rumah” kata Arif dengan gaya cemas.
“Oh, itu. Iya aku yang bilang tadi mau ke rumah kamu, tapi itu cuman akal-akalan saja biar ibu tidak cemas” Ryan menjawab dengan santai.
“Kenapa? Ada masalah apalagi?” tanya Arif penasaran.
Tak ada respon dari Ryan, dia hanya terus berjalan melangkahkan kakinya entah kemana, tak ada tujuan sama sekali. Arif hanya terus mengikuti meski kadang terlihat geram melihat tingkah sahabatnya itu.

“Rif, kamu mau lanjut dimana?” pertanyaan yang tiba-tiba terlontar dari mulut Ryan. “Minggu depan, aku mau ikut tes. Mau lanjut di luar saja. Maunya di Inggris, Oxford. Selasa nanti sudah tes mau ambil Hukum, minggu depannya ada tes lagi dengan jurusan yang sama sih, cuman di salah satu universitas di Singapore. Sebenarnya niat ambil jurusan Hubungan Internasional juga tapi masih ragu” Arif nampak semangat menjelaskan rencana perkuliahannya. “Kamu dimana? Tidak niat lanjut di luar juga?” tanya Arif balik.
Lagi, Ryan tak bergumam dan tak mengeluarkan sepatah kata atas pertanyaan sahabatnya itu. Entahlah, apa yang di benaknya sekarang. Seperti tak bisa ditebak.

Kini mereka sudah berjalan terlalu jauh, sangat jauh. Sedari tadi tak ada percakapan yang begitu berarti. Hanya selingan saja yang benar-benar tak punya nilai.
“Kenapa pilih kuliah di luar, Rif? Di Indonesia juga banyak universitas yang bagus kan. Lagian keluaran disini juga banyak yang hidup mereka terjamin dan akhirnya bisa dipekerjakan di perusahaan besar juga” sahut Ryan yang baru merespon. Aneh memang.
“Mereka memang menuntut ilmu disini, tapi pada akhirnya mereka juga bekerja dan banyak memilih untuk di luar negeri kan? Apa kau tidak akan bangga, kalau bisa menuntut ilmu dan bekerja di perusahaan besar di luar?” Arif menatap tajam Ryan.
Tak ada respon lagi. Tiba-tiba suara nada dering yang cukup lantang terdengar begitu dahsyat. Rupanya bunyi itu berasal dari telepon genggam milik Ryan. Kali ini Ryan harus mengakhiri percakapannya dengan Arif. Karena sang ibu sudah terlalu cemas dan menyuruhnya segera balik ke rumah.

Setiba di rumah, Ryan langsung mepercepat langkahnya menuju kamar. Tak tahan lagi dengan lelah yang ada, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang setiap malam menjadi teman terbaiknya. Etalase foto-foto kamar menjadi sasaran penglihatan dirinya. Tampak ada satu foto disana yang tak henti ditatap. Mungkin foto itu menyimpan berjuta kenangan. Ya, foto itu adalah foto bersama sang adik sewaktu di London, Inggris dulu. Tampak senyuman begitu lebar, terlihat wajah mereka berdua begitu menikmati liburan sekolah dulu. Wajar lah, itu kali pertama mereka menginjakkan kaki ke luar negeri. Apalagi di Inggris, sungguh menyenangkan. Dentuman jam dinding kamar yang kini mengarah pada angka satu itu tak membuat Ryan untuk segera mangakhiri khayalannya. Mungkin pikirannya masih kacau, raut wajahnya sungguh datar, tapi tatapannya masih mengarah ke foto yang tadi.

“Ryan, ayo tidur cepat. Jangan begadang lagi. Besok pagi kita ke rumah Om Indra. Dia sudah datang dari Jepang. Mungkin saja nanti ada buah tangan dari om mu itu” tiba-tiba suara Ibu terdengar begitu lantang.

Ryan mengabaikan, tapi beberapa menit menjelang seruan sang Ibu tadi tiba-tiba lampu di kamar sudah mati. Ya, kali ini Ryan mendengar perintah perempuan parubaya itu. Dan entah ada angin apa, paginya Ryan bangun terlalu pagi. Tak seperti hari-hari sebelumnya yang begitu sulit untuk dibangunkan oleh sang Ibu. Kali ini Ryan segera menoleh dan mengambil jam yang sehari-hari menjadi musuh terbesarnya. Sebelum dia terusik oleh bunyi yang begitu keras dari jam itu buru-buru dia lah yang mematikan cepat bunyi alarmnya.

Pagi itu sungguh sejuk, matahari kini mulai menampakkan sinarnya. Dia bertugas lagi memberi sentuhan nafas kepada masyarakat bumi ini. Tampaknya hari itu cuaca sangat bersahabat. Pedagang kaki lima, angkutan umum serta pejalan kaki berlalu lalang sudah mulai nampak terlihat. Mereka kini tampak sudah sibuk mencari kumpulan rupiah untuk bisa tetap berpijak di atas bumi ibu pertiwi ini.
“Kak Ryan ayo cepat siap-siap, kita berangkat ke rumah Om Indra sekarang” tampak suara sang adik yang begitu bersemangat tiba-tiba menyahut dari depan pintu kamar.
“Ahhh? Ngapain sepagi ini berangkat? Lagian Om Indra juga pasti masih melek disana.” sahut Ryan dengan wajah yang sungguh datar.
“Aku sudah nggak sabar mau dapat oleh-oleh dari Om Indra, ayo buruan. Kalau telat bisa-bisa nanti kita tidak kebagian. Ayo kak buruan” nampak suara itu cukup memaksa.
Mau nggak mau, suka nggak suka kali ini Ryan harus betul-betul menuruti kata sang adik. Wajar, sang adik yang sering disapa Risan kini duduk di tingkat menengah pertama itu begitu bersemangat jika ada sanak keluarga mereka yang sudah menampakkan batang hidungnya ke Indonesia, seperti kebiasaan sebelumnya tak lain tak bukan hanya mengincar buah tangan saja. Ya sesederhana itu kebahagiaan dia sepertinya. Bahkan tak sering Risan sudah memesan terlebih dahulu. Baju, tas bahkan sepatu buatan asli dari sana sudah menjadi incaran Risan.

Di rumah yang berlantai dua milik om Indra akhirnya mereka tiba. Rumah yang cukup strategis terletak di tengah-tengah kota itu selalu dipenuhi hiruk pikuk keramaian. Kendaraan tak henti-hentinya berlalu-lalang di depan rumah Om Indra. Ternyata, dari luar Om Indra langsung menyambut kedatangan mereka semua. Tampak senyum begitu lebar terpancar dari wajah Om Indra. Wajar, tiga bulan lebih Om Indra baru mengijakkan kakinya di tanah air Indonesia dan sudah lama tak bertatatap muka dengan sanak keluarga di Indonesia. Om Indra selalu bolak-balik Jepang-Indonesia lantaran Om Indra punya usaha di bidang Desain Interior yang kini namanya makin dikenal di Jepang. Usaha ini sudah dilakukan sejak tiga tahun yang lalu. Om Indra kini juga mempunyai begitu banyak karyawan yang tiap bulan harus digajinya.

“Om, oleh-olehnya mana? Pesanan aku ada kan?” tiba-tiba suara itu terdengar di sela-sela jumpa kangen itu berlangsung. Ya, sahut Risan rupanya tak sabar menerima buah tangan dari Paman tercintanya itu.
“Tenang, om pasti ada oleh-oleh buat kalian semua. Ayo naik, pesanan kamu ada di atas”
Di sela-sela melihat buah tangan dari Om Indra dan percakapan berlangsung begitu indah, tiba-tiba Om Indra menanyakan pendidikan Ryan selanjutnya. Wajar, Ryan memang sudah lulus tingkat SMA tahun ini.
“Ryan, kamu mau lanjut kuliah dimana?”
“Hem, (Ryan tampak diam sejenak). Masih bingung Om, tapi rencana mau kuliah di Universitas yang ada di Jakarta saja. Mau coba simak UI dulu ambil jurusan Hukum om” jawab Ryan tampak tersenyum.
“Oh gitu. Kenapa nggak mau ngikutin jejak langkah om? Kamu coba sekolah di luar saja, kalau kamu tekun dan ulet nantinya bisa langsung di rekrut perusahaan besar disana. Wah, pasti orangtuamu akan sangat bangga. Atau paling tidak kamu buka usaha sendiri, lumayanlah bisa membantu penghidupan orang orang disana untuk menjadi karyawanmu” Om Indra memberi saran.
“Om bukan orang yang pertama nyaranin kayak gitu. Tapi ngomong-ngomong om sendiri kenapa nggak buka usahanya di Indonesia saja? Om juga pasti nggak bakal capek terus bolak-balik Jepang-Indonesia.” Ryan menjawab dengan nada yang cukup serius.
“Jepang itu negara maju, mungkin kamu sendiri tahu kalau penduduk Jepang terkenal dengan pekerja keras. Om bisa bedain rasanya waktu SD hingga SMP om menuntut ilmu di negara ini. Tapi saat SMA hingga om berkuliah dan akhirnya bekerja bisa membuka usaha di Jepang itu rasanya sangat beda sekali”
“Beda? Emang apa bedanya om?” Ryan seperti penasaran
“Sangat beda. Kamu tau nggak? Hal yang bisa membuat penduduk-penduduk Jepang banyak berhasil? karena penduduk Jepang terkenal dengan tipe pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang 2450 jam/tahun. Itu sangat berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia yang bisa dikatakan jam kerja pegawainya hanya berkisar 1500an jam/tahun. Sangat jauh kan? Bukan cuman itu saja, siswa-siswi di sana jika mereka mengalami suatu kegagalan, itu adalah hal yang paling memalukan dan terburuk buat mereka, bahkan mereka bisa membunuh dirinya sendiri. Maka dari itu kenapa om nyuruh kamu untuk bisa melanjutkan pendidikan di luar utamanya di Jepang. Biar nantinya kamu bisa belajar dan sukses kelak” kata om Indra yang nampaknya tau semua tentang negara Jepang itu.

Ryan terdiam. Percakapan mereka tampaknya terhenti sejenak. Ryan mungkin lagi mencerna pernyataan Om Indra tadi. Ya, tidak ada yang salah memang dari ungkapan Om Indra itu yang membuat Indra tiba-tiba tak mengeluarkan respon apapun.
“Hei, jangan bengong” om Indra menepuk pundak keponakannya itu tiba-tiba.
“(Ryan terkaget)! Emang yang bengong siapa? Om ada-ada aja”

Percakapan yang tak begitu lama namun tampak serius tadi rupanya berakhir disini. Lantaran sudah terdengar kicauan sang Ibu yang sedari tadi memanggil untuk segera pulang. Ya, perjumpaan dan kangen-kangenan dengan Om Indra nampaknya berakhir di saat matahari sudah mulai tak menampakkan wajahnya. Hari yang sudah gelap itu memanggil mereka untuk kembali ke rumah. Semuanya naik ke mobil dan bergegas untuk pulang. Di tengah perjalanan yang cukup melelahkan, tiba-tiba saja terlihat sekumpulan anak muda dari sudut kaca mobil yang nampak terlihat melakukan tawuran. Ibu tiba-tiba menelan ludah. Tawuran itu bukan saja mengagetkan tapi juga menyadari sesuatu. Bagaimana mungkin disaat malam yang mengharuskan mereka sudah berada di rumah, masih ada saja terlihat melakukan tawuran lengkap dengan seragam sekolah yang masih menempel di badan mereka.
“Sungguh miris memang menyaksikan potret anak muda sekarang, masih ada saja tawuran malam-malam begini. Huuu” Ibu menghela napas.

Agar dapat cepat tiba di rumah. Ayah memutar balik mobil dan memilih jalan lain untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Ya, nampaknya mereka juga begitu takut melihat tawuran yang nampak ekstrem itu. Perjalanan ke rumah pun berlanjut. Di bawah naungan langit yang dipenuhi bintang-bintang indah, diiringi kicauan burung dan melintasi terowongan gelap, perjalanan setengah jam tidak terasa. Mereka kini tiba di rumah.

Esok hari, di siang bolong. Ibu tampak tercengang melihat berita di TV. Rupanya, tawuran kemarin malam yang dilihat dengan mata kepala sendiri itu menjadi pusat perhatian dan diliput oleh banyak media. Wajah Ibu tampak kusut, sangat terkejut. Rupanya, tawuran itu memakan dua korban hingga meninggal, lantaran terkena tusukan benda tajam.
“Aduhhh, kasian anak-anak itu. Tapi, itu resikonya! Sudah malam juga masih punya kesempatan melakukan tawuran. Anak jaman sekarang!” Ibu tampak iba, tapi sekaligus jengkel.
“Kenapa bu?” tiba-tiba terdengar suara Ryan menghampiri di ruang TV.
“Ini, tawuran kemarin yang kita lihat itu diberitakan. Ternyata ada korban yang meninggal dua orang”
“Oh ya? Siapa bu?”
“Nggak tau juga. Oh ya ingat, kamu jangan sampai melakukan hal seperti itu. Ibu nggak mau mendegar kamu terlibat hal-hal demikian. Pokoknya jangan sampai! Kamu harus ingat itu yah. Kamu nggak mau kan jadi korban seperti mereka?” Ibu tiba-tiba tampak prihatin.
“Ibu apaan sih. Nggak usah khawatir sama Ryan. Ryan tau apa yang harus Ryan lakukan!”
“Baguslah. Semoga itu bukan hanya omongan belaka kamu saja. Ibu cuman mau lihat kamu bisa menjadi orang yang berguna kelak. Mau jadi apa anak muda itu kalau kerjaannya cuman melakukan tawuran dan perkelahian terus” Ibu menyeka dahi.
“Iya bu”
“Oh ya, terus bagaimana dengan kuliahmu? Mau lanjut dimana? Apa tidak ada rencana melanjutkan di luar saja? Ibu cuman takut kalau nantinya kamu akan terpengaruh dengan hal-hal seperti itu. Melakukan demo, perkelahian, sampai tawuran lah. Kamu sendiri juga sudah sering lihat kan berita-berita di tv yang setiap harinya hanya memberitakan perkelahian anak sekolah jaman sekarang” wajah Ibu tampak begitu cemas.
“(Ryan menghela napas). Aku mau lanjut disini saja bu. Teman-teman Ryan juga kebanyakan lanjut disini juga. Lagian tadi kan Ryan sudah bilang. Ibu nggak usah khawatir dengan hal seperti itu. Ryan pasti bisa kontrol diri untuk tidak melakukan hal demikian” Ryan tampak meyakinkan.
“Gimana kalau kamu coba di Jepang saja dulu nak. Disana juga ada Om Indra yang bisa kontrol kamu setiap hari. Lagipula Ibu juga ngga mau biarin kamu keluar kalau ngga ada sanak keluarga disana. Ibu begitu miris saja melihat anak muda jaman sekarang! Kerjanya hanya tawuran mulu”
“Nggak bu disini saja. Ibu hanya keliru saja. Lagian kualitas anak muda Indonesia sekarang justru lagi hebat-hebatnya. Dan Ryan bisa jelaskan kenapa. Beberapa teman Ryan di SMA dulu bisa meraih juara olimpiade robotik, olimpiade kimia, dan olimpiade fisika. Bukan hanya di sekolah Ryan, pemuda Indonesia lainnya di undang tur hiphop keliling Amerika, NewYork. Ada yang juara dunia juga dalam paduan suara bahkan terakhir ini kita melihat bendera Indonesia dikibarkan saat atlet bulu tangkis kita berhasil menjadi juara tingkat dunia di China. Mungkin, mereka semua tak pernah didengar dan dilihat oleh rakyat Indonesia. Karena hampir semua media hanya memberitakan keburukan pemuda Indonesianya saja. Dan para penonton pun lebih tertarik menyaksikan info-info negatif anak muda sekarang tanpa sadar begitu banyak sisi positif yang bisa dibanggakan bu” Ryan tampak serius menjelaskan.
Ibu tampak terdiam sejenak. Mungkin kaget dengan jawaban putra pertamanya itu. Ibu hanya menghela nafas panjang dan tersenyum kepada Ryan. Tak tau harus berkata apa lagi.
“Kayak seperti yang Ibu lihat sekarang kan? Media semua gempar-gempornya memberitakan tawuran kemarin. Kenapa bukan pemuda yang berprestasi saja yang terus diberitakan? Karena pelajar yang sedang belajar tidak menarik dibandingkan pelajar yang hobby membacok. Ada begitu banyak pelajar Indonesia di luar sana yang lagi belajar, menggali potensi mereka, berkarya dan terus berfikir. Hanya saja media tak pernah bertemu mereka karena mereka dalam lingkungan sekolah terus. Ryan juga mau bu suatu saat nanti menjadi satu di antara ribuan pemuda Indonesia yang bisa mengharumkan nama negara kita diluar sana nanti” tambah Ryan meyakinkan sang Ibu tercinta.
Lagi-lagi, Ibu hanya bisa tersenyum kagum mendengar sang putra berkata demikian. Nampaknya Ryan kini memang sudah tumbuh dewasa. Dia sudah bisa menentukan jalan hidupnya sendiri. Sang Ibu tiba-tiba memeluk Ryan, matanya berkaca-kaca, tangannya begitu erat mengenggam bahu Ryan.
“Sayang, kamu harus berjanji sama diri kamu sendiri. Kamu bisa jadi orang sukses, kamu bisa membangun negara tempat kita tumbuh menjadi negara yang lebih mandiri. Sekarang, dimana pun kamu memilih tempat kuliah ibu akan sangat mendukung” suara sang Ibu tampak bergetar.
Entah ada angin apa, Ryan yang terkenal paling susah menangis di depan banyak orang. Kali ini tak bisa ditahannya. Kali ini pipi manisnya becucuran air mata. Merasa sangat terharu karena sang Ibu begitu peduli dengannya. Padahal Ryan tahu, sebenarnya sang Ibu tak pernah ikhlas membiarkannya untuk melanjutkan pendidikan diluar. Hanya saja sang Ibu harus menghapus rasa egonya biar kelak sang anak tidak terjerumus dengan hal-hal yang tak diinginkan.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.224.184.33
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia