Menggenggam Impian

Tengah hari itu, kabupaten Lahat seakan membara. Hujan yang tak kunjung datang membuat matahari berpijar di tengah petala langit. Tanah mulai gersang berselabut debu seakan menyemburkan uap api neraka yang mendidih panas. Siswa SMA Negeri 4 Lahat berteduh di bawah atap kelasnya untuk melaksanakan bimbel siang. Sekolah yang berada di tengah hutan, jauh dari hingar bingar keramaian. Masyarakatnya masih mempercayai kepercayaan nenek moyang.
Meski begitu, ternyata berbeda halnya dengan lingkungan di dalam sekolah SMANPALA? SMA Negeri 4 Lahat? yang bernuansa Islami. Sekolah ini bertaraf internasional. Belajar dari pagi sampai malam sehingga keakraban siswa, guru dan seluruh penghuni SMANPALA sangat erat.

Iffah, salah seorang siswi kelas XII IPA-1, berbalut jilbab pink seragam sekolahnya yang rapi, gede dan syar’i menambah keanggunannnya. Iffah saat itu tengah sibuk mengerjakan soal-soal untuk persiapan ujian nasional yang tinggal hitungan hari. Meski itu momok yang sangat menakutkan, Iffah tetap yakin. Insya Allah bisa menaklukkannya dengan berusaha dan berdoa kepada Allah.

Diam-diam ternyata Iffah memiliki segenggam impian yang tertulis besar di whiteboard dinding kamarnya. Tertulis “Universitas Al-Azhar. Man Jadda Wajadda.” Entah angin apa yang membawanya bermimpi sampai ke negeri Fir’aun itu. Azzam Iffah semakin kuat seperti bangunan piramida yang takkan roboh oleh terpaan badai. Tekadnya semakin bulat meski terkadang terdengar suara bisik-bisik orang yang mematahkan semangatnya.

“Hei! Tinggi sekali mimpimu, tidak akan mungkin kau bisa ke sana!” Kata mereka dengan nada mengejek.
Hati Iffah seakan luluh lantak demi mendengar orang yang mengejek impiannya. Namun, Iffah mengibas suara ejekan itu? seakan tak mendengar. Membalas dengan menyunggingkan secercah senyuman manis di wajahnya. Ternyata dibalik senyuman manisnya itu, hatinya menjerit pedih hingga ke ulu hati. Laa tahzan, Innallaha ma’ana. Batin Iffah lirih dalam hatinya.

Malam mulai menuju tengahnya. Iffah pun bangkit dari tidurnya untuk menjalankan shalat malam demi mewujudkan mimpinya. Dalam keheningan malam itu, Iffah berpegang pada tangisan, untaian doa, menghirup bau malam dan menikmati keajaiban istighfar. Iffah mengadukan keluh kesahnya yang memberontak di dalam dada kepada pemilik takdirnya. Bibirnya bergetar dan air mata menderai-derai membasahi mukena ungunya.
“Ya Allah, Engkau mengetahui impianku ini, hanya kepada-Mu hamba meminta. Ya Allah, hamba bermimpi ingin berkuliah di Universitas Al-Azhar. Jika itu yang terbaik berikanlah petunjuk dan kemudahan bagi hamba, Ya Allah. Niatku hanya untuk-Mu. Hamba ingin memperdalam ilmu agama sehingga ilmu itu bisa hamba amalkan dan tersampaikan kepada kaum muslimin dan muslimat. Ya Allah, sesungguhnya hanya Engkau yang mengetahui rahasiaku dan hal yang aku tampakkan. Maka terimalah segala udzur-ku, kabulkanlah yang aku butuhkan, berikanlah kepadaku apa-apa yang aku minta. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada dalam hatiku, mengetahui masalah duniaku, agamaku dan akhiratku. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”
Itulah untaian doa yang kerap terlantun dari bibirnya. Doa-doa yang terangkai dari lubuk hati yang terdalam. Kalimat yang tersusun dari gejolak yang sering memberontak dalam jiwanya. Hati yang sering menjerit ketika ada orang-orang yang mengejek impiannya.

Siangnya, Iffah bergegas melangkahkan kaki di tengah teriknya matahari yang mengikuti dirinya untuk pergi ke warnet mencari informasi seputar pendidikan Universitas Al-Azhar – Mesir. Tak lama browsing, Iffah menemukan informasi tentang “Persyaratan Seleksi Nasional Calon Mahasiswa Al-Azhar.” Kening Iffah seketika berkerut dan mulai putus asa ketika mengetahui informasi untuk seleksi test Al-Azhar harus lah memiliki ijazah Madrasah Aliyah dengan status akreditasi “DISAMAKAN” pada Universitas Al-Azhar.
Ya Allah, akankah impianku hanya berhenti sampai di sini? Tanya Iffah dalam hati seakan Allah berada di depan matanya, dengan berderai air mata.

Rintangan yang bertubi-tubi menerpa belum akan mematahkan semangatnya. Baginya rintangan ini adalah ujian yang tak perlu dikeluhkan tapi patut disyukuri. Ujian yang memberi berkah dan hidayah untuk semakin dekat kepada Allah. Di tengah ujian yang terus digelung nestapa rupanya Iffah teringat “mantra” Man Jadda Wajadda. Mantra yang sangat mujarab menguatkan azzam-nya. Iffah tetap kuat dan tersenyum menjalaninya meski tak tahu skenario apa lagi yang akan di perankannya. Suka duka dilaluinya dengan ber-khusnudzon kepada Allah. Iffah teringat pada sebuah ayat dalam firman Allah SWT; “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.Al-Baqarah [2] : 216)
Iffah kemudian melanjutkan membaca informasi test Perguruan Tinggi Al-Azhar, Mesir yang tertulis :
1. Ujian Lisan (menggunakan bahasa arab)
Meliputi : Bahasa Arab (percakapan terjemah dan teks) dan hafalan/bacaan Al- Quran minimal 3 juz;
2. Ujian Tulis ( menggunakan bahasa arab)
Meliputi : Bahasa Arab (memahami teks, kata bahasa dan insya’) dan Pengetahuan Agama Islam (PAI).
Wajah Iffah tertunduk diam tak berkutik. Tangannya seakan membeku seketika. Namun tak lama kemudian, semua mencair dengan spontan. Wajah Iffah berubah tegap seakan baru saja ada yang membisikkan di telinga kanannya; “Fah, ingatlah janji Allah Kun Fayakun.” Hening. “Ya, ya, ya, kalam Allah itu seperti hidup, renyah, mengucurkan air segar pada pemahaman dibenakku akan janji Allah itu!” Dalam hati Iffah berteriak. Ghiroh Iffah drastis membuncah.

Ujian Nasional telah berakhir dengan segala perjuangan belajar dari pagi, siang, sore hingga malam di sekolah dan di rumah. Lelah dan penat telah dilalui Iffah dengan penuh keikhlasan. Hasil pengumuman tak mengecewakan. Sujud syukurpun Iffah lakukan dengan penuh khitmad. Sambil menunggu ijazah keluar Iffah mengisi waktu penantiannya dengan memulai menghafal Al-Quran dan privat mengaji tajwid di rumah.Tengah malam sehabis shalat malam, Iffah mengambil mushaf tercinta yang covernya berhias kain flanel berwarna ungu. Di depannya tertempel namanya Iffah. Di ciumnya selalu mushaf-nya setelah menyelesaikan hafalan juz satu. Ayat demi ayat dihafalnya dengan membersihkan niat semata hanya untuk Allah. Hidayah apa yang membuatku mau menghafal Al-Quran? Tak terbersit dalam hidupku untuk menghafal Al-Quran. Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakatan fih. Batin Iffah dalam hatinya.

Senyuman merekah mulai menghinggapi wajah Iffah. Perlahan rintangan demi rintangan mulai menemukan jalan keluar yang tak diduga-duga. Sore itu, pintu rumah terdengar ada yang mengetuk. Selang beberapa detik, terdengar suara.
“Assalamu’alaikum!”
“Wa’alaikum salam!” Suara sandal jepit Iffah mengiringi langkah cepat menuju daun pintu.
“Eh Kakak dan Ayuk. Silakan, silakan masuk. Senang sekali rasanya sore-sore begini sudah dikunjungi. Silakan, silakan duduk.” Iffah mengenakan gamis ungunya menyambut tamu.

Kakak dan Ayuk adalah sepasang suami istri yang masih berkerabat dekat dengan Ibu. Perbincangan dimulai ketika Ibu hadir di ruang tamu. Sejenak Iffah meninggalkan ruang tamu untuk membuatkan minuman.
“Aduh, gak usah repot-repot, Dik!” Sapa ayuk ketika Iffah menghantarkan minum ke meja tamu.
“Gak apa, Yuk. Biasa saja.” Jawab Iffah sambil tersenyum ta’dzim.
“Oh ya, Iffah mau masuk kuliah dimana?” tanya ayuk. Iffah terdiam dan ragu-ragu menceritakan impiannya kepada Kakak dan Ayuk.
Suara lirih Iffah akhirnya keluar juga meski agak tersendat-sendat menceritakan kronologisnya.
“Kak, Adik punya impian ingin kuliah di Al-Azhar Mesir. Namun adik mendapat kendala sekarang, Adik bingung. Dimana mencari pondok pesantren yang ijazah Madrasah Aliyah-nya diakui oleh Universitas Al-Azhar?” Iffah memecah kesunyian yang tadinya mendominasi.
“Oh… Adik mau mencoba ke sana ya? Subhanallah. Insya Allah… niat yang baik akan dimudahkan oleh Allah.” Jawab Kakak dengan bijaksananya.
“Amiin.” Jawab Iffah dengan optimis sambil menanti kata-kata apalagi yang akan di ucapkan Kakak.
Tak berapa lama kakak pun bertanya kembali. “Hm… adik bilang tadi ingin mencari pondok pesantren yang di akui oleh Al Azhar ya?” sambil meletakkan gelas air minum yang baru diteguk olehnya.
“Iya, Kak!” Jawab Iffah cepat.
“Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di Sakatiga Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir saja, Dik. Kalau gak salah santriwatinya banyak kuliah disana.”
Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakatan fih. Pertolongan Allah semakin dekat dan tidak disangka-sangka datangnya. Lirih Iffah dalam hati.
“Oh iya ya, Kak?” sambil bertanya dan mengucapkan syukur, perbincangan pun menemukan titik terang.
Perjalanan untuk meraih mimpi semakin panjang meski tertatih menapaki hidup, tak membuat Iffah putus asa. Semangatnya semakin menggelora. Jalannya mulai terbentang. Kehidupan di dalam pondok pesantren telah di depan mata.

Perbincangan kemarin telah menghantarkan Iffah ke Pondok Pesantren Raudhatul Ulum (RU). Meski harus mengulang satu tahun lagi di Madrasah Aliyah untuk mendapatkan ijazah yang di akui oleh Al-Azhar, tak membuat Iffah merasa rugi. Iffah yakin itulah pengorbanan yang harus dilakukan untuk meraih cita-citanya.

Gapura Pondok Pesantren RU semakin dekat ketika mobil meluncur cepat menuju ke arahnya. Setiba di pos satpam, terlihat beberapa orang santri memberikan selembar kertas yang berisi tentang “barang-barang yang tidak boleh dibawa santriwati selama mukim (belajar) di Pondok Pesantren RU” antara lain tidak boleh membawa handphone, televisi, radio, tape-recorder, kipas angin, MP3-player, laptop dan lain-lain.
Iffah mendapatkan kamar “Aisyah” bernomor satu. Tempat tidur yang bertingkat dua, dihuni oleh dua belas orang santriwati kelas satu Madrasah Aliyah dengan satu pembina kamar. Berat rasanya hati ketika harus menyesuaikan diri dengan adik-adik yang terpaut usia beberapa tahun. Cepat atau lambat Iffah pun harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Hari pertama di Pondok, kehidupannya berubah total dengan di SMA dahulu, khususnya dari segi pemakaian bahasa sehari-hari. Sebelumnya Iffah sudah tahu bahwa percakapan sehari-hari di pondok menggunakan bahasa Arab. Sentak Iffah terkejut ketika mendengar adik kelas VII Madrasah Tsanawiyah fasih bercakap menggunakan bahasa arab antar temannya. Subhanallah, Iffah semakin semangat untuk belajar mempraktekkan mufradat yang didapatkannya dalam percakapan sehari-hari. Beberapa bulan, Iffah sudah mampu mempraktekkan bahasa Arab yang didapatkannya dalam percakapan sehari-hari, seperti; “Kaifa khaluki ya ukhti?” tanya salah satu adik kelas XI Madrasah Aliyah kepada Iffah. “Bikhoiri walhamdulillah.” Jawab Iffah dengan fasihnya.

Beberapa bulan di Pondok, Iffah menjalin ukhuwah dengan anak santriwati dan para Ummi yang mengajar disana. Iffah sangat bahagia ketika menemukan seorang Ummi bernama Rita yang berkarakter lembut dan baik hati. Beliau adalah seorang guru Fiqih. Ummi Rita menetap di area Pondok sehingga ketika bosan di kamar, Iffah berkunjung ke rumah Ummi yang tak jauh dari asrama. Ummilah yang setia mendengar cerita suka duka impian Iffah selama di asrama.

Perasaan bingung mulai menyapa Iffah. Beberapa bulan di Pondok, Iffah merasa kurang maksimal belajar. Guru khusus untuk mendidiknya tidak ada. Berhubung Iffah hanya sendirian mengulang kembali satu tahun di pondok, Iffah masih merasa awam dengan pelajaran di Pondok yang sangat jelas jauh berbeda ketika di SMA dahulu. Berat rasanya melaluinya. Usaha terus dilakukan Iffah mulai dari belajar sendirian mencari ilmu ke rumah Ummi yang berada di area Pondok. Tapi tetap saja Iffah merasa kurang maksimal dengan cara begitu. Iffah bingung, otaknya terus berpikir. Waktu berputar semakin dekat akan tetapi ilmu yang didapatkan baru sedikit. Kegelisahan mulai membumbung tinggi di hatinya. Tengah malam, diadukannya masalahnya. Rutin setiap malam tak mengenal malas.

Keesokannya, Iffah menceritakan masalahnya di Pondok dan impiannya kepada Ummi yang kebetulan alumni Al-Azhar. Perbincangan semakin ramai ketika para Ummi yang lain pun turut memberikan saran. Istikharah pun, Iffah laksanakan.
“Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan? Hamba bingung, apakah hamba harus pulang ke rumah? Meraih mimpi di jalan lain. Ya Allah, berikanlah petunjuk dan jalan keluar yang terbaik bagi hamba.” Iffah menangis tersedu-sedu dalam doanya.

Beberapa hari, Iffah merenung dalam kesendirian. Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan? tanya Iffah lirih dalam hati. Perbincangan dengan para Ummi kemarin, membuatnya memutuskan untuk keluar Pondok. Tekadnya semakin bulat. Iffah tetap tegar menghadapi kenyataanya pahit. Barang-barang telah selesai di-packing semalam.

Pagi harinya, salam terakhir yang mendung di waktu Dhuha, menghantarkan Iffah pamit kepada adik-adik dan para Ummi yang sempat hadir dalam kehidupannya. Mengenal mereka adalah anugerah terindah bagi Iffah. Berat rasanya meninggalkan Pondok dengan suasana Islamnya yang kental. Air matapun jatuh membasahi wajah manisnya ketika bersalaman kepada para Ummi, khususnya Ummi Rita.
“Anakku… yakinlah Allah akan mengabulkan keinginanmu suatu saat nanti.” Lirih suara pesan Ummi Rita.
Iffahpun semakin terharu. “Aamiin.” Jawabnya sambil berpelukan erat dengan Ummi Rita.

Menapaki jalanan menuju pintu gerbang, Iffah perlahan menjauh dari kerumunan para Ummi dan santriwati. Iffah berjalan membawa koper barang di temani Mbak Dian yang kebetulan alumni SMA 4 Lahat yang bekerja menjadi seorang guru di Pondok.

Setibanya di mulut pintu, Iffah dan mbak Dian naik beca motor, kendaraan yang sangat akrab dengan warga masyarakat di Indralaya itu disingkat menjadi “betor” menuju terrminal untuk mencari bus tujuan kota Lahat.

Bus yang dinanti tiba. Iffah pun pamit bersalaman dengan Mbak Dian. Iffah bergegas naik sendirian ke dalam bus dengan membawa koper dan kardus yang berisi peralatan selama di asrama. Iffah memberanikan diri pulang sendirian. Ini adalah pengalaman pertama Iffah di kota orang.

Bus meluncur kencang. Iffah duduk sendiri di dekat pintu ditemani seorang laki-laki yang disebut Kenek yang sesekali berdiri di depan pintu Bus. Pikiran Iffah menggelayut di otaknya selama mobil meluncur. Hatinya menangis. Di ambilnya mushaf tersayangnya di tas kecil yang selalu menemaninya dikala sedih maupun gembira. Perlahan dibuka dan dibacanya dengan shirr.

Lima jam perjalanan masih jauh. Tiba-tiba Kenek itu menyapa Iffah.
“Banyak sekali barang bawaannya, Dek?”
Iffah hanya menggeroreskan senyum sedikit. Perbincangan pun selalu di awali oleh Kenek yang dipanggil Iffah dengan sebutan “Kakak” itu.
Akhirnya Iffah pun mengeluarkan suara. “Iya Kak, dari Pondok.” Jawab Iffah ramah.
Perbincangan semakin terarah ketika si Kakak banyak bertanya tentang Pondok Pesantren. Iffah pun menjawab satu per satu tentang kehidupan di sana. Akhir perbincangan, Kakak Kenek itu memberikan pesan untuk meraih mimpi itu perlu “DUIT.”
Iffah spontan mengerutkan keningnya. Kakak pun kembali menegaskan. “Iya perlu DUIT, Dek.” Ucapnya serius. “Ayo tahu gak DUIT?”
Iffah pun berfikir DUIT itu adalah uang. Ternyata jawabannya adalah “Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal” yang disingkat menjadi DUIT.
“Oh… begitu ya, Kak?” Jawab Iffah malu dalam hati.
Subhanallah, pesan yang sangat bagus sekali dari seorang Kenek. Hati Iffah menjadi terhibur dengan pesan si Kakak yang kelak akan selalu diingatnya.

Setiba di rumah, Iffah masih dirundung pilu seakan begitu berat ujian yang diberikan Allah kepadanya. Hampir satu tahun sudah, Iffah berada di rumah ditemani buku-buku Islam yang dibacanya. Ilmunya semakin bertambah. Pelajaran demi pelajaran membuatnya berfikir positif. Ujian demi ujian membuatnya semakin dekat kepada Allah. Shalat malam, witir, fajar, dhuha, nyaris tak pernah ditinggalkannya selama satu tahun ini.

Pagi dan sore Alma’tsurat selalu dibacanya. Mushaf ungu yang selalu dibacanya sehari 1 juz. Hafalan yang tetap berjalan. Tak menyangka setelah pulang dari Pondok, Iffah bisa menghafalkan Surat Ar-Rahman yang dianggapnya dahulu sulit.
Ternyata mantra “Man Jadda Wajadda” sangat mujarab untuk meraih mimpinya. Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakatan fih. Iffah tak putus asa meski mimpinya belum terwujud. Iffah tetap berusaha dan bersemangat menggenggam impiannya.
Iffah teringat pada sebuah ayat dalam firman Allah SWT; “Sesungguhnya Allah tidak akan mngubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.Ar-Ra’d ‘[13]:11). Ini adalah pelajaran yang Iffah dapat di bangku SMA. Iffah men-tadabbur-i firman itu dengan membacanya berulang-ulang untuk dapat memahami dengan penuh pada isi yang disampaikan.
Dalam benak Iffah, teringat juga akan sebuah hadits; “Tidak ada yang bisa mengubah qadha-nya Allah kecuali doa.” (H.R. Tirmidzi). Ditambah dengan mantra “Man shabara zhafira”, Iffah tetap menggenggam impiannya melalui firman Allah yang berbunyi; “Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 45].
Iffah selalu berdoa dengan ber-khusnudzan kepada Allah. Iffah teringat sebuah hadits riwayat Muslim; “Tak perlu berkata seandainya, ikhlaskan semua. Ini adalah takdir yang telah tertulis di Lauh Mahfuz lima puluh ribu sebelum alam raya diciptakan.”
Tak perlu menangis karena kegagalan. Kegagalan baginya adalah sukses yang tertunda. Karena itu, Iffah bangkit dan berusaha kembali menggenggam impian. Tersenyumlah, Allah sedang mempersiapkan kesuksesan yang lebih indah untuk hamba-hamba Allah di masa datang. Allah tidak akan pernah menjadikan hambanya dengan sia-sia. Iffah semakin yakin bahwa suatu saat nanti Allah akan mengabulkan impianya melalui “Man Jadda Wajadda”.
Meski dari lulusan SMA dan bukan dari lulusan Pondok Pesantren, bukanlah halangan untuk mengukir prestasi dalam bidang apapun yang diimpikan. Niat yang baik karena-Nya, maka Allah akan memudahkan jalan menuju impian.

~ SELESAI ~

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.225.36.143
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia