Harapan

“Eh?” Misa terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Nel. Sungguh saat itu Misa tak pernah menyangka, dan belum bisa memahami apa yang dikatakan Nel. Kalau dipikir-pikir, kondisi Nel memang menjadi aneh akhir-akhir ini, dan keanehan itu mulai terlihat setelah liburan semester 1 kemarin…

****

“Nurramdhani, jangan lemas begitu! Semua juga kepanasan sekarang!” Bentak Bu Ira. Terlihat Nel sedang memegangi kepalanya dan terkadang hampir tertidur. “Kamu nggak apa kan Nel?” Tanya Misa.
“Iya, aku baik-baik aja kok..” Jawabnya.
Misa tidak terlalu mempercayai apa yang dikatakan oleh Nel. Jelas-jelas dia sering terlihat lemas, Dan Berhari-hari selalu Diare..
Selama 4 hari Nel absen sekolah. Dia terkena masuk angin dan sulit sembuh. Dan ketika Nel mulai masuk sekolah seperti biasanya, Misa menyadari keanehan lagi pada Nel. “Wah, Nel tambah kurus ya? kok bisa sih.. sejak kapan?”
“Ya begitulah.. aku juga kaget, Padahal makanku teratur.” Kata Nel sambil memakai baju olahraganya. “Lho Nel, kamu habis makan apa? lidahmu ada putih-putihnya tuh.. Nih, kaca!”
Nely baru sadar di lidahnya ada flek-flek putih. Flek-flek itu nampak jelas. “Ayo semuanya..! Buat 2 baris. Cepat!” Teriak pak Khoir, Guru olahraga. Semuanya melakukan pemanasan selama 5 menit. Dan mulai berhitung dari arah kanan. “Tu… wa…ga…pat! tu.. wa…ga.. pat! tu…..”
“Nely, Kamu nggak bersuara sama sekali! Ada apa?” Tanya pak khoir. “Eng.. ngak… pak.. Saya baik-baik aja.” Jawab Nely dengan wajah pucat.
“Kamu harus periksa ke rumah sakit Nel.. Dari minggu lalu kamu selalu seperti ini..”
“Baik pak kh..” BRUUK!
“Nely!?” Nel jatuh pingsan. Serentak teman-temannya dan pak khoir langsung mengangkat Nel ke UKS. Pihak sekolah menelepon orangtua Nel karena setelah berjam-jam Nel tak sadarkan diri di ruang UKS. Akhirnya setelah melihat keadaan anaknya, orangtua Nel memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit.

****

“Kemarin aku uda bilang sama Surya..”
“Bilang apa Nel? Nggak mungkin kan kamu…” Misa tak mau melanjutkan ucapannya. Ia tak habis pikir, Sahabatnya yang cantik dan pintar ini, Nely Nurramdhani akan terjangkit penyakit yang sampai sekarang obatnya belum bisa ditemukan, yaitu penyakit “AIDS”. Menurut orangtuanya, Penyebab Nel terkena virus HIV itu ketika sedang berlibur bersama orangtuanya di luar negeri.” Waktu di luar negeri, Nely pernah kecelakaan dan menerima transfusi darah.. Mungkin saat itulah ia terkena darah dari orang yang punya penyakit ‘AIDS’.. Tapi itu saat Nel masih kelas 3 SD, Mana mungkin dia tertular 8 tahun lalu.” Jelas Ibu Nel. “Dan padahal waktu di luar negeri, ia dirawat di rumah sakit besar.. Hingga hari ini kami tak pernah mencurigai mereka. Sebagai orangtuanya kami tak menyadari hal itu. Kalau saja dia diperiksa lebih cepat..” Ibu Nel menangis terisak-isak. “Konon.. hiks… daya tahannya kini hanya 1/5 dari… hiks.. orang biasa.. Dan Nely bisa komplikasi kapan saja..” Misa menenangkan Ibu Nel. Dan tanpa sadar Air mata Misa pun ikut mengalir.

‘AIDS? Itu kan penyakitnya Atlet luar negeri, musisi dan artis-artis ternama yang pergaulannya bebas. Kenapa Nel bisa terkena penyakit itu..’ Pikir Misa. Misa memegang tangan Nel dengan erat. “Terus apa kata Surya?”
Nel menggelengkan kepala. Bicara tentang Surya, dia adalah pacar Nel dan juga teman sepermainan Misa dari kecil. Mereka bertiga selalu akrab sejak kelas 3 SMP. Meskipun bertepuk sebelah tangan, Misa menyukai Surya, Namun ia tidak bisa mempercayainya ketika Nel berkata, “Aku jadian ama Surya” .
Sejak Nel mengatakannya, Misa merasa terpukul dan merasa patah hati. Rasa menyesal karena telah mempertemukan Surya dengan Nel akhirnya lenyap pada bulan Juni lalu. Sekarang ia merasa bahagia dengan adanya Surya untuk melindungi Nel.
Sepanjang perjalanan pulang Misa terus berfikir dalam hati, “Jadi Nel tertular virus HIV.. Dia pasti syok dan putus asa mendengar hal ini.. Tapi dia harus mulai menyembuhkan dan menjaga dirinya sendiri. Agar tidak menulari orang lain, kurasa Nel nggak boleh nyembunyiin hal ini. Dan ia nggak boleh melakukan hubungan se…”

‘TAP! ’ Langkah Misa terhenti. Ia baru sadar, bahwa mungkin saja hal ini terjadi di antara Nel dan Surya.

****

Misa memandang Surya dengan tatapan penuh tanya. 5 menit mereka saling terdiam.. Tiba-tiba Surya mulai bicara, “Terlambat… Mungkin aku sudah tertular Nely..”
Misa masih belum paham maksud Surya, dan bertanya, “Maksudnya.. kalian…?”
“Bukan! bukan kayak gitu..! Tapi.. aku kan… uhuk… sering keluar dan jalan-jalan ma Nely.. Mungkin saja aku tertular.. uhuk..” kata Surya dengan panik. “Aku harus.. uhuk.. bagaimana? aku bingung..! .. uhuuk.. uhuk..”
“Sur… kamu kenapa? sakit?” Misa khawatir karena dari tadi Surya batuk-batuk. “Uhuuk.. uhuuk.. uhuk.. haah.. haah..” Surya memandang tangannya. Ia menelan ludah.
“Belakangan ini tubuhku terasa lemas.. Demam, Flu dan batukku terus berlanjut.. Tenggorokanku juga sakit.. ini pasti….” “Kamu ngomong apa sih Sur? masa’ dadakan gitu.. mungkin itu cuman masuk angin bia…” belum sempat Misa meneruskan, Surya langsung menyelanya. “Setelah 2 minggu tertular, katanya akan muncul gejala seperti masuk angin..” Misa tak mampu berkata-kata melihat wajah Surya yang pucat. Sambil melewati Misa, Surya berkata, “Mungkin.. akupun terjangkit ‘AIDS’..”

Misa terdiam kaku. Dalam hati ia bergumam, “Bagaimana denganku? apa aku baik-baik saja? Apa sampai hari ini aku pernah menyentuh darah Nel?” Hal itu terus dipikirkannya berhari-hari. Setelah berpamitan dengan kedua orangtua, Misa mengendarai ‘MIO’nya. “Misa pergi dulu Buk.. pak.. Assalamualaikum..” Sepanjang perjalanan Misa menoleh ke kanan dan ke kiri, siapa tahu ada yang jualan Bunga. Soalnya Misa merasa tidak enak kalau tidak membawa apa-apa untuk Nel.
“Tok.! Tok!” Tangan Misa mengetuk pintu. “.. Masuk.” “Gimana kabarnya Nel? Uda agak mendingan? Nih, aku bawain bunga, aku taruh disini ya.”
‘Gawat… suaraku datar.. aku harus bersikap biasa..’ Pikir Misa dalam hati. “Misa…” Panggil Nel dengan suara pelan. “Iya? kenapa Nel..” Misa menghampiri Nel yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit.
“Apa aku menularinya ya? Soalnya kami sering bersama.. memang kami tidak pernah macam-macam.. Ta.. tapi aku takut.. Dia akan tertular olehku..” wajah Nel terlihat cemas, ia hampir menangis.
“Belum tentu begitu kan? kita kan belum tahu..?” Tiba-tiba Nel memegang kedua lengan Misa. “Apa kamu bisa bukti’in kalo surya nggak tertular? Hah? ! .. Uhuuk… Uhuuk… Uhuk.! .”
Reflek Misa langsung mundur ke belakang, Seketika Nel terkejut. ‘Ah. Bodoh.. kenapa aku menjauh?’ Pikir Misa.
Mereka berdua terdiam. Nel melihat wajah Misa yang berkeringat. Ia tahu sesuatu… “Misa, kamu kepanasan? Minum aja Minuman Botol yang ada di meja..” Misa melihat Minuman Botol di meja yang sudah sisa diminum oleh nel.
“I.. Iya.. Nel.” Misa gemetar, Dalam hati ia berfikir, ‘Aku tidak boleh terlihat tegang didepan Nel.’ Tangan Misa meraih Minuman botol itu. Dalam hitungan detik bibir Misa dan Mulut botol itu akan menyentuh.
“PLAAAK!” Nel menumpahkan minuman itu. Ia menangis, “Tanganmu gemetar! Keliatan banget!” Misa hanya terdiam. “Menurutmu aku kotor? Ya..! virus itu bisa masuk lewat ludah.. Terus ngapain kamu kesini? Pulang sana! Huuu… huu…” Nel mulai melempari Misa dengan berbagai macam barang. “Nel… aku..”
“PERGI!” Teriak Nel. Misa langsung berlari keluar, ia menangis. Para Suster dan dokter berdatangan ke kamar Nel. Nel masih meraung-raung, “Kenapa..? padahal aku nggak bersalah..! Kenapa harus aku..!”

****

Misa tahu, virus itu tak akan tertular lewat ludah.. Tapi siapapun pasti akan bersikap seperti itu. “Nel.. Maafkan aku” Gumam Misa dalam hati.
Misa tidak hanya berdiam, ia membeli buku-buku tentang AIDS. Lalu sampai rumah dibacanya buku-buku itu.
“AIDS.. Konon penyakit ini cenderung menjangkiti kaum H*mos*ksual dan pemakai nark*ba dengan jarum suntik.. Banyak yang mengira tertular virus ini berarti mati. Namun aku sendiri salah. Begitu tertular virus HIV, maka sistem kekebalan tubuh akan hancur dan akan dikalahkan dengan mudah oleh bakteri. Terkadang virus itu juga mengakibatkan Tumor ganas. Meskipun dikatakan AIDS membawa kematian, sebenarnya yang membunuh orang bukanlah virus AIDS sendiri. Terkadang ada orang yang 8-10 tahun belum memperlihatkan gejala AIDSnya. Penularan dan gejalanya berbeda.. Jadi Nel bukanlah penderita melainkan penular HIV. Konon ada pula yang hidup sampai umur 90 tahun dan tak pernah memperlihatkan gejala.” Misa membuka buku yang lain, “Menurut buku ini.. seseorang akan mati 1-2 tahun setelah tertular, namun belakangan ini orang yang bertahan hidup hingga 5 tahun semakin bertambah.. Menurut info yang lain, obat yang dikembangkan belakangan ini menunjukkan efek baik pada orang yang menunjukkan gejala maupun yang tidak.” Misa tersenyum lega, ‘Ya.. Nel sedang berusaha untuk sembuh. Ini adalah masa-masa penting baginya!’

****

Pagi ini, Misa mengharapkan sesuatu yang berbeda di sekolah, karena tanpa Nel disekolah rasanya sepi. “Hai teman-teman..?” Tiba sesosok wanita masuk ke kelas dengan riang dan ternyata itu adalah Nel! Misa terkejut. “Nel? !” “Ah, Misa! Maafin aku ya waktu itu.. OK? Hehe..” Nel tersenyum. Misa bersyukur Nel kembali seperti biasanya. “Nel? kok lama nggak masuk sih?” Teman sekelas Nel langsung mengerubunginya dengan pertanyaan.
“Ah, ntar aku jelasin deh..”
Didepan kelas Nel menjelaskan alasannya. “Kata dokter, salah satu metode peyembuhannya adalah berpikir positif.. Kalau aku mengeluarkan darah karena suatu hal, aku akan membersihkannya sendiri agar yang lain tidak terkena, jadi tenanglah. Aids tidak menular lewat udara seperti angin, jadi sehari-hari kalian tidak perlu cemas. Jadi aku pun akan ikut Rekreasi nanti.. Mohon bantuannya!”
Hening. Semua memasang wajah cemas. Tiba-tiba suara tepuk tangan dari pak Khoir, yang sekarang menjadi wali kelas mereka memecah kehingan. “Plok! Plok! Plok!” “Pak guru..” Nel menoleh ke arah pak khoir dan menundukkan kepala.
“Plok! Plok! Plok! Plok! Plok!” Serentak semuanya ikut bertepuk tangan.
‘Aku ingin membantu Nel, aku harus tegar! ’ Misa bertekad.

Akhirnya sampai juga pada hari H, Rekreasi mereka ke sebuah kota terkenal yang banyak akan hiburannya dan menginap 2 hari 1 malam. “Wah.. Udaranya sejuk… hehe” Nel menggandeng tangan Misa. “Iya… ayo kesitu..!” Misa dan Nel berlari-lari.
Nel mengeluarkan obat-obatan dari tasnya dan meminum semuanya. “Obat apa aja itu Nel?” tanya seorang temannya. “Ini obat untuk mengontrol perkembangan virus dan daya tahan tubuh, faktanya konon obat ini bisa mengurangi virus dalam darah hingga tak bisa dideteksi.” Jelas Nel. “OH.. berarti AIDS bisa disembuhkan dong? !”
“Hm… obat untuk menuntaskan virus memang belum ada.. Tapi setidaknya dengan obat ni perkembangan virus masih bisa dihambat.”
Misa lega Nel baik-baik saja, tiba-tiba ia mendengar murid-murid dari kelas lain berbisik-bisik, “Ssst… Itu ya anak yang kena AIDS? wah.. jangan-jangan ketularan Om-om.. Ha.. ha.. ha..” Misa hendak berlari ke arah murid-murid itu untuk memarahi mereka, tapi Nel menghalanginya dan menarik lengannya lalu berkata, “Sudahlah.. Terserah apa kata mereka.. Uggh..” Tiba-tiba wajah nel pucat. Misa segera membawanya ke kamar mandi. “Hueeek..”
Diare, sakit kepala, kurang darah, mual dan sebagainya. Obat pun punya efek samping. “Efek sampingnya nggak separah itu.. aku baik-baik aja kok..” Nel meyakinkan teman-temannya untuk tidak khawatir.
“Melihatmu kami jadi stress tau’.. jangan terlalu memaksakan diri.” Nel tersenyum. Akhirnya mereka semua kembali ke Hotel untuk makan siang.
“Lho.. masih banyak gini capjay-nya, emang kalian nggak mau? ya udah buat aku sama Misa aja..” Teman-teman yang lain terlihat agak menjauh. Misa sebenarnya tahu apa yang dipikirkan mereka semua.. Tapi ia tidak mau berpikir macam-macam. Namun semakin Nel bersikap ceria, semua orang semakin menjauh..

****

Malam hari, waktunya bagi semua murid untuk beristirahat, entah kenapa Misa dan Nel mendapat tempat tidur paling pojok dan agak jauh dari yang lainnya. Tapi mereka tidak mau memikirkannya. Nel langsung tertidur pulas. ‘Nel pasti kelelahan..’ pikir Misa.
‘Pemulihan… bagaimana kalau aku mengidap penyakit yang sama dengannya.. Mungkin aku tak sanggup dan tak punya keberanian sepertinya.. Apa tak ada yang bisa kulakukan selain berada disamping Nel? Apa aku bisa berjuang bersamanya…?’

Mentari pagi bersinar, Murid-murid sedang mempersiapkan dirinya untuk sarapan pagi dan melanjutkan rekreasi. Terlihat di ruang makan Pak Didik sedang berbicara dengan salah satu pelayan yang sedang menyiapkan makan. “Eh murid pengidap AIDS?” Tanya pelayan itu.
“Ya, dia sangat bersemangat mengikuti Rekreasi ini, saya pernah dengar ada sekolah yang tidak menerima pengidap AIDS, tapi aku tak bisa memaafkan itu.. Tentu sekolah kami menerimanya… blaa.. blaa…” pak Didik terus berbicara, Guru-guru lain menegurnya, “Ehm…! Pak Didik!” Pak Didik langsung menyadari arti ‘Dehem-an’ dari Pak Khoir. “Ah.. i.. iya, benar juga.. maaf pak..”
Para pelayan langsung berkumpul dan berbisik, “Yang mana ya anaknya..?”

****

Para murid perempuan ribut. Mereka membicarakan sesuatu. “Jangan-jangan…” “Iya. Pasti ini..” “Darimana mereka tahu ya?” Para siswi saling meributkan Sebuah piring dan gelas kertas untuk satu orang di meja mereka. Misa dan Nel menuju ke arah mereka. “Ada ribut-ribut apa? aku laper nih..” kata Nel.
‘DEG!’ Dada Nel seakan ditusuk beribu jarum. Misa pun terkejut dan ia langsung menyambar piring dan gelas itu. “Biar mereka ganti Nel!”
Nel memandang dengan wajah lemas, ia berkata, “udahlah.. biarin aja..” Nel berlari menuju tangga turun. Ia menangis. Karena tak memperhatikan langkahnya, ia terjatuh. ‘GUBRAAK!‘ “Nely…!” teriak Misa. Pak Khoir langsung turun menghampiri Nel. “Gawat… Kulit kakinya sobek! Cepat panggil ambulans! Kalau kumannya masuk lewat luka ini bisa bahaya..!” Beberapa menit kemudian Ambulans datang, Pak Khoir langsung membopong Nel ke dalam mobil Ambulans. “Maaf… saya membuat anda kerepotan lagi..” Nel meminta maaf. “Tidak.. pokoknya kamu harus dibawa ke RS terdekat.”
Setelah mobil ambulan pergi, murid-murid yang lain masih ribut. “Iih… darahnya Nely… Siapa tuh yang mau ngebersihin..?” “Tanganku luka nih.. nggak bisa..” “Aku juga nggak ah..”
Cleaning service datang dengan membawa ember dan alat bersih lainnya, tapi ia kelihatan enggan untuk membersihkannya. Misa yang melihat hal ini pun langsung mengambil lap yang dipegang cleaning service itu. “Biar saya saja..” Setelah memakai sarung tangan, ia langsung mengelap darah di lantai.
“Munafik!” Kata seorang temannya.
‘Ya… mungkin memang begitu.. mungkin aku berfikir, aku ini orang baik.. beda dengan kalian.. Aku tidak bisa memaafkan atas ketidakberdayaan diriku.. Apa mungkin aku hanya bersimpati padanya..?’ Misa terus memikirkan hal ini.

****

“Misa… ada Surya nih..!” “Iya ma.. bentar..” Misa langsung berlari ke depan pintu.
“Surya? ngapain kamu?” Tanya Misa. “Kemarin dan hari ini aku ke rumah Nel, Aku dengar dia sudah pulang…”
“Dasar..! kamu ini..” Misa menangis sambil memukuli bahu Surya.

****

“Saat rekreasi kemarin, kakinya terluka sehingga dia opname lagi.. kuman masuk dari lukanya hingga bernanah.. Wajar kamu nggak tahu.. kamu kan nggak ikut.” Jelas Misa.
Surya berkata dengan suara gemetar, “… Waktu mengetahui Nel terkena AIDS, aku menyesal karena menyukainya.. Saat pemeriksaan pun aku merasa berbuat salah, sehingga aku membenci Nel. Diriku dipenuhi kebencian.. Sebelum mendengar hasilnya.. aku berniat bunuh diri… Tapi.. Ternyata dari hasil pemeriksaan… Negatif aku tidak tertular.”
‘Surya pun… berjuang melawan rasa takutnya… aku tak bisa membayangkannya.’ Pikir Misa. “Saat itu Nel berdo’a agar aku tidak terular.. sementara aku hanya memikirkan diriku saja.. Entah apa yang bisa kulakukan untuknya…” Lanjut Surya.
Misa menangis. ‘Apa yang sebenarnya kami perjuangkan? Berada disampingnya saja takkan membantu.. Kalaupun aku tertular.. Aku pasti merasakan hal yang sama.. Tapi apa aku bisa berbagi penderitaan? ’ “Mungkin hanya Dokter dan Allah yang bisa menolongnya.. Tapi.. pasti ada yang bisa kita lakukan.. Iya kan..?” Kata Surya. “Ya… Pasti ada..” Misa tersenyum.

****

1 Bulan setelah Nely diopname
Surya berlari secepat mungkin. Dengan ngos-ngosan dia mengetuk pintu rumah Misa. “Tok.. tok!”
“Surya?” “Misa! Gawat! haah.. haah… Ikut aku ke RS.” Surya langsung menarik tangan Misa.
“Haah… haah…” Misa dan Surya kelelahan karena harus berlari untuk sampai ke RS. Sesampai di kamar Nel, Misa mendapati Nel terbaring lemas di ranjang dengan hidung dimasuki selang. Ternyata Nel terkena radang paru-paru.. Itu artinya AIDSnya makin parah. Akhirnya tiba juga hari itu, Virus AIDS telah menggerogoti tubuh Nel, dan Hari ini Misa dan Surya mengetahui sebuah fakta baru. “Padahal tiap hari dia banyak minum obat pengurang virus dan penambah daya tahan tubuh. Tapi kenapa gejalanya makin parah? Sialan! ‘BRAAK!’ ” Surya menendang pintu Ia terlihat kesal.

****

“Selamat pagi!”
‘Suara ini, suara khas Nel’pikir Misa. “Nel..? Kamu pulih?” Seketika Misa dan teman-teman lainnya langsung bertanya-tanya.
“Hehe… Iya.. Aku baru keluar dari rumah sakit..” Nel tersenyum. “Hah? Berani banget kamu.. keluar dari rumah sakit langsung sekolah…” kata temannya. “Nel.. maafkan kami semua ya.. Kami pernah menghindarimu.. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Pak Khoir, kami semua langsung sadar… Mulai sekarang bertindaklah apa adanya… Ya? Kami semua selalu mendukungmu!” Dukungan dari teman-teman membuat Nel terharu. “Terimakasih semuanya…”
Misa senang Nel terlihat sehat. Tapi ada sesuatu yang berubah dari penampilan fisiknya.. Kulitnya yang biasanya halus dan lembut sekarang menjadi bintik-bintik dan berjerawat. “Karena nggak punya kekuatan untuk sembuh, kulitku berjerawat dan susah hilang. Rambutku pun sering rontok…”
Berhari-hari Nel menjalankan aktivitas di sekolah dengan ceria. Tapi Misa tahu, Nel hanya berpura-pura sehat di depan orang. Dia sungguh berbeda, semua orang tau dia makin lemah. 6 bulan kemudian Nel kembali diopname.

****

“Kamu mau menjenguk Nely lagi?” Tanya Ayah Misa. “Memang nggak boleh?” Kata Misa sambil memakai sepatunya. Ibunya menghela napas, dan berkata “Orang sakit tak ingin orang lain melihatnya ketika dia terbaring dia nggak bakal bisa istirahat.”
“Kenapa bilang gitu? Apa ayah sama ibu masih belum paham penyakit apa yang diderita Nely?” “Yang belum paham itu kamu! kamu bilang akan berjuang bersamanya.. Tapi apa kamu berniat menaiki kereta yang sama dengannya..? Apa kamu bisa selalu berada disampingnya, apapun yang terjadi?” Kata Ayahnya. “… ya, aku bisa!”

Sesampai di RS, Misa memakai masker di kamar Nel karena dianjurkan oleh Dokter. “Ini catatan Matematika, kimia dan Sejarah.. Aku pikir kamu memperlukan ini semua… Ayo belajar bareng!” Misa menawarkan. Tangan Nel menarik masker yang dipakai Misa. “Uda.. nggak usah pake’ masker, nafasmu sesak kan? mau dicegah macam apa pun, kalau masuk ya masuk saja.”
“Nel..? kok ngomong gitu sih?” “.. aku nggak perlu ini..” Nel menggeser buku-buku pelajaran Misa. “Mungkin aku tak akan bisa keluar lagi.”
“Nel!? Kamu nggak boleh ngomong gitu..!” ‘BUUK!’ Nel memukul meja. “Semangat aja nggak berguna tau’! Setelah penyakit ini sembuh.. pasti aku akan diserang penyakit yang lain.. Semua ini nggak akan berakhir..!” ‘Nel… Kenapa gini lagi? jangan kalah dengan perasaanmu.. kamu pasti bisa menjalani ini semua.. ’ Pikir Misa.

****

Nel berjuang melawan diskriminasi dan dirinya sendiri. Mentalnya hancur lebih dulu daripada tubuhnya… Siapa pun pasti tak ingin terkena penyakit ini. ‘PRAAANG! ’
Nel memecahkan vas bunga di kamar RSnya. “Barusan mama bilang ingin menggantikanku? ! Mama bilang gitu karena nggak bisa kan? ! Terus… kenapa papa nggak masuk kantor? ! Toh Menemaniku takkan menyembuhkan penyakitku!” Nel mencengkram kerah baju Papanya.
“Nel..? Ini kami bawa’in makanan…” Tiga orang teman sekelas Nel datang menjenguk dengan membawakan makanan. Tanpa diduga, Nel melemparnya. ‘BRAAK! ’ “Ngapain kalian? Jangan melihatku seperti itu! Di rumah kalian masih bisa makan, tertawa dan juga belajar! Kalian punya kehidupan masing-masing kan? ! Kalian kemari karena merasa lega dan berfikir, “Beruntungnya aku”, Iya kan? !” Nel mengamuk. Lalu Misa dan Surya yang berdiri di depan pintu kamar Nel hanya tersenyum, Mereka bisa menerima Nel yang seperti itu. “Nel.. tenanglah.. aku ada disini.. aku nggak akan ninggalin kamu lagi?” Surya memegang kedua lengan Nel. “Sur… kamu pacarku kan?” ‘CRAASH! ’
Tiba-tiba Nel mencabut Jarum infus dari tangannya sehingga berdarah.
“Kamu mau kan mati bersamaku? Aku nggak mau mati sendirian!” Nel mengarahkan jarum infus ke arah lengan Surya dan mendorongnya ke dinding. “Nel jangan…!” Teriak Misa.
‘JLEB! ’
“…” “Kenapa… kamu nggak menghindar… Sur..?” Suara Nel gemetar. Surya balik bertanya, “Kenapa kamu nggak mengenaiku..?” Jarum infusnya menancap di dinding dan tidak mengenai lengan Surya. Nel meneteskan air matanya. Ia menangis meraung-raung.

****

Misa terus memikirkan hal apa yang bisa ia lakukan untuk nel. ‘Aku… belum menemukan hal yang bisa kulakukan untuk Nel. Apa kalau aku berjanji mati bersamanya, dia akan tenang? Saat Nel mengacungkan jarum itu, kakiku terasa kram. Apa aku mau naik ‘kereta’ bersamanya? apapun yang terjadi, apakah aku.. Ya. Meskipun aku bilang akan berjuang bersama Nel… Aku bisa turun dari ‘kereta’ kapan saja. Tapi Nel takkan pernah bisa… Hanya itu yang kupahami.’

Sepulang dari RS, hari-hari baik terus berlanjut.. Tapi Nel masih sering keluar-masuk rumah sakit.. Seringkali ia tak boleh menerima pengunjung. Daya tahan tubuhnya semakin menurun. Misa tidak bisa melakukan apa-apa selain belajar untuk persiapan ujian. Menjelang 1 bulan ujian kenaikan, Nel bangkit kembali. Saat ini ia sangat lemah sampai harus memakai alat bantu kursi roda. “Misa… Misa… Ayo kita jalan-jalan!” Teriak Nel dari depan rumah Misa..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.225.20.73
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia