Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)

Di suatu kota, tepatnya di Bandung, hidup dua orang yang bersahabat karib sekali sejak kecil, mereka adalah Joe Sandy dan Abu. Joe merupakan seseorang yang cerdas dan hidup sendiri tanpa orangtua. Sedangkan Abu adalah anak keluarga berada yang kurang beruntung karena kakinya pincang. Selain itu daya tahan tubuhnya lemah sekali. Namun persahabatan mereka tidak terhalangi oleh perbedaan itu. Keduanya sama-sama menyukai sulap. Mereka berdua sering sekali mempraktikkan trik-trik sulap bersamaan.

Suatu hari, ketika pulang ke rumahnya, Joe melihat iklan salah satu stasiun televisi swasta yang mengadakan acara “The Master.” Joe yang sangat menyukai sulap tertarik untuk mengikuti acara tersebut. Tentu ia tak melupakan sahabatnya Abu.

Dengan riang Joe mampir ke rumah Abu dan memberitahu soal acara The Master tersebut. “Ini saatnya kita menggapai mimpi kita,” kata Joe. “Menjadi pesulap professional.” Abu pun merasa gembira dan sangat tertarik. “Kapan audisinya dimulai, Joe?” tanyanya. “Minggu depan. Audisinya di Jakarta. Di Mal Emporium. Ayolah, kita harus ikut, acara ini benar-benar hebat,” kata Joe gembira.

Mendadak senyum menghilang dari wajah Abu. “Kurasa orangtuaku tidak akan mengizinkanku, Joe. Kau tahu.. mereka tidak pernah mendukung hobiku.” kata Abu. Joe memandang sahabatnya itu dengan perasaan iba. “Tapi, Abu, kau bisa mencoba membujuk mereka, kan? Mereka mau mengantarmu, kan? Ayolah… kau sudah 22 tahun, masa mereka tidak mengizinkanmu pergi?” kata Joe memelas.
Abu tersenyum. “Entahlah kawan… tapi aku akan mencoba bicara dengan mereka.” Jawabnya. Joe tersenyum senang. “Beri tahu aku setelah itu, ok?” katanya sambil mengedipkan mata. Kemudian Joe pulang kembali ke rumahnya.

Sewaktu makan malam, Abu mencoba berbicara dengan kedua orangtuanya. “Pa, Ma, aku ingin mengatakan sesuatu, boleh?” tanya Abu sambil menyendok telur gorengnya.
“Boleh saja, apa yang ingin kau bicarakan, nak?” tanya Andre, ayah Abu. “Salah satu stasiun televisi swasta mengadakan acara The Master. Aku ingin sekali mengikutinya, audisinya di Jakarta, boleh kan Pa?” tanya Abu sambil memandang ayahnya. Reaksi ayah dan Ibu Abu langsung bisa ditebak. “Tidak.” Kata mereka berdua tegas. Abu menghela nafas. “Ayolah… pa, ma. Aku kan sangat menyukai sulap…” katanya lagi.
Pak Andre melempar serbetnya. “Tapi kami tidak menyukainya, Abu. Kau tahu, kau itu lemah, dan kami tidak suka kau memainkan permainan konyol seperti sulap itu!” katanya tegas. Ibu Abu, Rita, mengangguk menyetujui. Abu merasa kesal sekali. Matanya berkaca-kaca sekarang. “Papa dan Mama tidak pernah mengerti aku!” serunya sambil mengambil kruknya, dan ia masuk ke dalam kamarnya, dan membanting pintunya. Kedua orangtuanya hanya bisa diam melihat kekecewaan anaknya itu. Di kamarnya Abu bersungut-sungut. Beruntung sekali Joe, dia bebas melakukan apa saja yang dia mau, gerutunya dalam hati.

Keesokan harinya..
Seperti biasa Joe mampir ke rumah Abu. Joe dengan riang menceritakan bahwa tabungannya sudah cukup untuk pergi ke Jakarta. Ia membicarakan apa yang akan ia persiapkan untuk audisi nanti. Abu mendengarkan dengan murung. Joe akhirnya berhenti berbicara. “Kenapa kau, teman?” tanyanya. Joe menepuk pundak Abu. “Ayolah, hari ini cerah sekali! Kenapa mukamu mendung seperti itu?”
“Joe, orangtuaku tidak mengizinkan aku untuk pergi ke Jakarta dan mengikuti audisi The Master,” jawab Abu pelan. Joe tertegun. Ia merasa sangat iba dengan kawannya itu. Ia tidak tahu harus berkata apa. “Kau pergi saja kesana… jangan gara-gara aku kau jadi tidak bisa menggapai mimpimu,” kata Abu. “Aku akan selalu mendukungmu”. Joe menggeleng. “Kau lupa janji kita? Bersama-sama selamanya.” Kata Joe sambil menatap Abu dengan serius. Abu menatapnya heran, dan tersenyum. “Ya.. tapi..”
“Aku akan membantumu keluar malam ini tanpa sepengetahuan orangtuamu.” Kata Joe sambil tersenyum. “Kau yakin?” tanya Abu. Joe tersenyum. “Yakin sekali. Kau tidak boleh tidak ikut audisi The Master. Kita akan pergi ke Jakarta malam ini.” Sambungnya lagi.
Abu tersenyum. Kemudian ia dan Joe mengaitkan kelingking mereka. “Bersama-sama, selamanya,” kekeh keduanya.

Malam pun tiba. Abu sudah bersiap-siap menunggu Joe. Sepanjang malam ia tak tidur. Detik demi detik ditunggunya. Sampai akhirnya bunyi pelan menghantam kaca jendelanya. Ternyata Joe, yang melempar batu ke kaca jendela kamarnya. “Psst,” kata Joe. “Ayo.” Joe ternyata bergelayut di jendela kamar Abu.
“Pelan-pelan.” Balas Abu, menyerahkan kruknya. “Jangan sampai orangtuaku bangun.” sambungnya lagi. Namun tangan Abu licin. Kruk itu tergelincir dari tangannya dan menghantam kepala Joe, kemudian terpelanting ke tanah dengan pelan. “Aw,” kata Joe. “Hati-hati dong, kawan!” Abu langsung nyengir. “Sori, sobat,” katanya. Terdengar suara Pak Andre yang sedang mendengkur. Abu perlahan-lahan melangkahkan kakinya ke luar jendela. Joe memeganginya. “Awas kakimu kena kepala aku,” bisik Joe dengan suara yang sangat rendah.

Joe akhirnya berhasil membantu Abu keluar. Mereka saling tos. “Ya! Jakarta, aku datang!” kata Abu sambil meninju udara. Joe terkikik. “Ayo.” Katanya geli.

Mereka berdua kemudian berjalan. Sampai akhirnya benar-benar keluar dari area rumah Abu. “Jadi,” kata Abu. “Kita ke Jakarta sekarang?” Joe terpingkal. “Mau nunggu tahun depan?” katanya riang. “Ayo, kejar mimpi kita sekarang!” Kedua sahabat itu tertawa di tengah sunyinya malam. Joe kemudian menyetop taksi. “Ke stasiun yah,” kata Joe sambil membantu Abu naik ke taksi tersebut. “Baik,” kata supir itu.

Selama perjalanan, Joe dan Abu terus membayangkan seperti apa mereka jika mengikuti acara The Master tersebut. Mereka akhirnya sampai di stasiun kereta api. Joe membantu Abu turun. Ia langsung ke loket tempat penjualan tiket. “Dua tiket untuk ke Jakarta,” kata Joe riang sambil merogoh sakunya. Penjual tiket kemudian merobek 2 tiket untuk mereka. “Tunggu setengah jam lagi, kereta akan datang.” Katanya. “Baiklah,” jawab Joe.

Mereka kemudian duduk. Sambil membunuh waktu, Joe dan Abu bercanda tak henti-hentinya. Mereka bermain suit gunting kertas batu, dan terus tertawa. Orang-orang yang berlalu lalang menatap mereka dengan heran, karena tentu Joe dan Abu sudah bukan anak-anak lagi.

Tanpa terasa setengah jam berlalu. Kereta yang ditunggu akhirnya datang. Penumpang pun turun. “Ayo,” kata Joe semangat. Joe membantu Abu berdiri. Dengan semangat Joe dan Abu menaiki kereta itu. Beruntung sekali banyak tempat duduk yang sudah kosong. Joe dan Abu langsung duduk. “Kira-kira,” kata Abu, “apa yang akan mereka katakan setelah melihat atraksi sulap kita, ya Joe?”
“Abu, Abu, pikiranmu terlalu jauh… kita sampai disana saja belum,” kata Joe sambil tertawa lepas. Abu balas tertawa. “Haha.. aku kan cuma berandai-andai saja,” katanya.

Perjalanan mereka terasa sangat singkat. Tiba-tiba saja mereka sudah sampai di Jakarta.
Abu tertidur dalam perjalanan itu. Joe menepuk-nepuk pipinya. “Abu, bangun, ayo, kita sudah sampai.” kata Joe.
Abu mengucek matanya. “Sudah sampai? Cepat sekali.” katanya. Joe langsung membantu Abu berdiri. “Inilah Jakarta.” bisik Joe sambil memandang sekeliling. Mereka kemudian berjalan keluar dari stasiun tersebut. Angin malam yang dingin tidak meruntuhkan semangat 2 anak muda yang ingin mengejar mimpinya itu.
“Sekarang, yang kita lakukan adalah mencari tempat menginap,” kata Joe. Abu mengangguk. “Asik sekali nih, berhari-hari di Jakarta,” kata Abu. “Audisinya tanggal berapa sih Joe?” “Tanggal 6.. Masih seminggu lagi,” sahut Joe. Joe kembali menyetop taksi, dan mereka langsung meminta tolong supir taksi itu untuk ikut membantu mencarikan tempat penginapan.

Sementara itu, di rumah Abu…
Pak Andre yang terbangun akibat kucing yang hendak merampok ikan, terkejut melihat kamar putranya sudah kosong dan jendelanya terbuka. Ia langsung membangunkan Bu Rita.
“Mama… Abu tidak ada di kamarnya!” seru Pak Andre. Bu Rita yang tengah tertidur nyenyak langsung terbangun. “Papa, jangan bercanda!” seru Bu Rita. “Ayo, periksa saja kamarnya!” kata Pak Andre sambil sedikit menyeret Bu Rita.
Bu Rita langsung terkejut melihat kamar Abu yang sudah kosong dan jendelanya yang terbuka. “Sepertinya Abu kabur lewat jendela.. Kalau tidak kenapa jendelanya terbuka?” kata Pak Andre. “Papa, anak kita itu pincang, dia tidak mungkin bisa melewati jendela itu sendirian!” sahut Bu Rita. Pak Andre terdiam dan berpikir sejenak. “Pasti ada orang yang membantunya keluar.” katanya.
Pak Andre dan Bu Rita saling bertukar pandang. “JOE!” kata mereka berbarengan. “Pasti Joe mengajaknya untuk mengikuti audisi The Master itu…” kata Pak Andre.
Bu Rita tertegun. “Kalau memang iya… ya ampun, mereka Cuma berdua malam-malam gini, Papa, sungguh mengkhawatirkan!” kata Bu Rita. “Mama tenang dulu.. kita telpon polisi.” kata Pak Andre mencoba menenangkan Bu Rita.

Di Jakarta..
Supir taksi itu terus menerus berbelok ke sana kemari. Joe yang tadinya santai saja, sekarang mulai cemas. “Pak? Bisakah Bapak membawa kami ke wisma terdekat?” tanyanya, tetapi suaranya terdengar aneh. Supir itu tidak menjawab sama sekali. Ia terus mengendarai taksi dengan kecepatan yang tinggi. “Pak, Anda bisa mendengar saya Pak?” tanya Joe, berusaha tetap tenang. Supir itu kemudian mengerem mendadak. Ia berbalik menatap mereka berdua, dan menyeringai. Tiba-tiba ia mengacungkan pisau.

Joe dan Abu berusaha tidak berteriak. “Apa maumu?” tanya Joe tercekat. Supir itu menyeringai menyeramkan. “Berikan uangmu sekarang juga.” Katanya. Atau.. “Kau akan merasakan ini.” Katanya lagi sambil mengacungkan pisau yang berkilat itu. “Tapi, tapi.. kami tidak punya uang! Uang ini masih kami butuhkan untuk menginap!” kata Joe serak. Supir itu tertawa. “Memangnya apa peduliku? Harta atau nyawa?” tantangnya sambil menyeringai.
Joe merasa kalut. Ya ampun, kalau ia tidak menyerahkan dompetnya, mereka mungkin akan mati. Tapi jika ia menyerahkan dompetnya, akan bertahan dengan apa mereka?
“Cepat! Serahkan dompetmu!” kata supir itu lagi. Joe tidak bergerak. Abu secara tiba-tiba mengetukkan kruknya ke kepala supir itu. Supir itu berteriak kesakitan, kemudian Joe secara sigap langsung membuka pintu taksi, dan berlari. Abu tertatih-tatih di belakangnya. Joe langsung berteriak memanggil sahabatnya itu. Si supir taksi menggerutu dan langsung menghilang di tengah gelapnya malam. Kedua sahabat itu kembali terkekeh. “Tidak ada yang bisa mengalahkan kita,” kata Abu.
Joe mengangguk senang. Mereka berdua terus berjalan. “Sekarang, satu pertanyaan,” kata Joe. “Dimana sih kita?” Abu mengangkat bahu. “Pasti ada wisma di dekat sini.” katanya.
“Kalau begitu ayo kita cari, sobat,” kata Joe.

Hari sudah sangat larut. Joe memasukkan tangannya ke saku. Dengan sabar ia menunggu Abu yang jalannya sangat lambat. Ketika mereka sedang asyik melihat-lihat, sesosok orang berbalutkan pakaian serba hitam tiba-tiba menabrak Joe. Joe hampir terjengkang ke selokan. “Hey,” serunya. “Kalau jalan lihat-lihat dong! Punya mata tidak sih?”
Orang tadi tidak menjawab, melainkan terus berlari. Setelah dibantu bangun oleh Abu, Joe meraba-raba kantongnya. Oh! Dompet dan tasnya sudah tidak ada. “Hey, kembalikan dompetku!” seru Joe yang secara ekspres berlari mengejar orang itu. Abu mengikutinya dari belakang. Joe berhasil mengejar orang itu. Joe melompat ke punggung orang itu sehingga mereka berdua terjengkang jatuh. Joe langsung menghajar orang itu. Tapi kemudian orang itu balas menendang perut Joe, kemudian berlari jauh dan cepat sekali, seperti cheetah. Joe mengerang sambil memegangi perutnya. Kacau!! Dompet dan tasnya sudah dicuri sekarang.
Abu menghampirinya. “Joe maafkan, aku, aku tidak bisa mengejar orang itu,” kata Abu.
Joe mengangguk. “Memangnya aku tidak tahu kondisi kakimu? Tidak apa-apa , Abu,” ujar Joe sambil membersihkan pakaiannya dari debu.
“Sekarang, bagaimana kita? Dompet dan tasku dicuri padahal semua uangku ada disana!” kata Joe lemas. “Kau membawa uang, Abu?” Abu menggeleng. “Aku cuma membawa 10 ribu, aku benar-benar lupa membawa dompet..” kata Abu menyesal.
Joe menatap sahabatnya. Ia tidak bisa menyalahkan Abu. Tentu Abu tadi tidak ingat untuk membawa dompet karena terburu-buru turun dari jendela..

“Haduh, bisa-bisa kita jadi gelandangan disini.” Keluh Joe. Abu hanya diam, ia bingung mau berkata apa.
“Sekarang bagaimana…?” perkataan Joe terpotong. Petir tiba-tiba menggelegar, angin berhembus kencang, dan tik tik tik… gerimis mulai turun, kemudian lama-lama membesar menjadi hujan yang sangat deras. “Aduh… hujan lagi… ayo Abu, kita harus berteduh.” ajak Joe sambil menarik Abu dan membantunya berjalan. Mereka kemudian berteduh di bawah pohon taman. Joe merasa sangat bingung sekarang… Mau kemana mereka? Mau makan apa? Mau tidur dimana? Pupus sudah mengikuti audisi The Master. Kenyataannya, dompet dan barang-barang mereka dicuri, dan mereka terdampar di bawah pohon taman.

Hujan tak menampakkan tanda-tanda akan berhenti. Malah semakin deras, dengan petir menggelegar yang cukup besar. Mereka tak mungkin lama-lama berteduh di bawah pohon itu.
Joe menoleh ke Abu. Abu tampak berkeringat dan menggigil. Joe memegang dahi Abu. Panas sekali. Joe merasa sangat bersalah sekali. Ia kemudian melepaskan jaketnya, dan menyelimutkannya ke Abu. “Seharusnya aku tidak membawamu ke sini,” kata Joe. Abu tidak menjawab, ia terus-terusan menggigil. Kenapa akhirnya malah jadi seperti ini sih? Malang betul nasib kita, ratap Joe.

Bayangan hitam kemudian muncul di hadapan Joe. Sosok bayangan itu makin lama makin nampak jelas. Awalnya Joe merasa ngeri takut-takut itu adalah pencopet lagi. Namun ketika orang itu menampakkan diri di bawah cahaya, kelihatannya ia bukan orang jahat. Seorang pemuda tinggi yang sangat tampan, kelihatannya ia habis berdagang. Pemuda itu menatap mereka berdua dengan heran. Kemudian pemuda itu menghampiri mereka.
“Wah, sedang apa kalian disini?” tanya Pemuda itu ramah. Dari wajahnya ia kelihatan iba melihat Joe dan Abu.
“Kami dirampok. Kami datang dari Bandung, tadinya kami mau mengikuti audisi The Master tapi semua barang-barang kami ludes dirampok.” jawab Joe. Pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Memang harus hati-hati, di Jakarta itu rawan kejahatan. Ayo, ikut ke rumahku, kalian bisa berteduh disana, tidak baik disini, dingin sekali.” Kata pemuda itu lagi dengan ramah. “Tapi kami tidak mau merepotkan.” kata Joe. Pemuda itu menggeleng. “Tidak, tidak.. lagian disini dingin sekali, dan sepertinya teman kau sakit.” Kata Pemuda itu lagi sambil menunjuk Abu yang masih menggigil. “Ya,” kata Joe. “Baiklah jika kau memaksa. Rumahmu jauh dari sini?” tanya Joe.
Pemuda itu tersenyum. “Tidak kok, tidak begitu jauh.” jawabnya. Joe kemudian memapah Abu. Ia kepayahan memapah Abu sendirian. “Perlu bantuan?” tanya Pemuda itu lagi. “Ya, tolong dong…” kata Joe. Pemuda itu membantu memapah Abu. “Hey, aku belum mengetahui namamu.” Kata Joe. Pemuda itu tersenyum. “Aku Rain,” jawabnya.
“Oh Aku Joe dan ini sahabatku Abu.” Rain tersenyum. “Senang bertemu kalian, Joe, Abu.”
Joe dan Rain kemudian memapah Abu. Ternyata memang benar rumahnya tidak terlalu jauh. Rumah Rain ternyata berada di seberang tempat pembuangan sampah.
“Tidak bagus memang, maklumlah, namanya juga gak mampu,” kata Rain tersipu. “Ya ampun jangan bilang begitu, kami berterima kasih sekali kau sudah mau menolong kami.” kata Joe. Rain mengetuk pintu. “Ibu!! Aku membawa tamu nih!!” serunya. Seorang wanita paruh baya kemudian membuka pintu. “Rain? Ini siapa?” tanyanya ramah.
“Ini teman-teman baruku Bu.” kata Rain. “Ayo masuk.” Joe dan Rain masuk sambil memapah Abu. “Ya ampun, kalian basah kuyup,” kata Ibu itu ramah. “Keringkan dengan ini.” Ibu Rain memberikan handuk kepada Joe. Joe langsung mengeringkan badannya dan Abu dengan handuk tersebut.
“Dia sakit bu,” kata Rain sambil menunjuk Abu yang masih kelihatan menggigil. Ibu itu mendadak tampak iba. Ia kemudian menyiapkan kompres. “Pakai ini,” katanya ramah sambil menyerahkan kompres ke tangan Joe. Joe langsung mengompres Abu. Ibu Rain yang ramah itu duduk. “Rain, aku tidak pernah melihat mereka berdua sebelumnya.” katanya ramah.
“Aku memang baru melihat mereka tadi bu.. Kasihan mereka berdua. Berteduh di bawah pohon saat hujan besar.” kata Rain.
Ibu Rain tampak terkejut. “Oh. Dari mana kalian berasal, Nak?” tanyanya ramah.
“Bandung, Bu. Kami ke Jakarta hendak mengikuti audisi The Master, tapi, uang dan barang-barang kami dicuri,” jawab Joe. “Ya ampun, kasihan sekali. Siapa namamu, Nak?” tanya Ibu Rain lagi. “Aku Joe dan ini Abu.” jawab Joe sambil menunjuk Abu.
“Oh… hujan masih deras diluar, sebaiknya kalian tinggal disini untuk beberapa malam,” kata Ibu Rain lagi. “Tapi Bu… Kami tidak mau merepotkan..” kata Joe. Rain menggeleng. “Tidak apa-apa kok!”

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 172.68.65.189
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia