Angklung and The Twins

Pasti kalian tahu bagaimana rasanya mempunyai kembaran yang berbeda sifat, dan kegemaran. Satu sekolah. Bosan, lelah, itulah aku. Namaku Raisya Zalfa Salsabila dan aku mempunyai kembaran bernama Raina Zulfa Salsabila.

Jam telah menunjukkan pukul 12.00 siang, seharusnya untuk anak-anak SMP MADANI INTERNATIONAL SCHOOL JAKARTA yang tidak mengikuti ekstrakulikuler sudah berlarian pulang. Kecuali aku, aku tidak mengikuti ekstrakulikuler apapun kecuali basket yang bertepatan pada hari minggu. Namun tetap saja aku harus pulang berbarengan dengan anak ekstrakulikuler yaitu pukul 14.00 siang. Apa kalian bisa menebak? yup, Raina senang sekali dengan angklung. Hobbynya bermain angklung. Sampai-sampai ia menjadi pelatih temannya di ekstrakulikuler angklung. Karena itulah aku harus pulang pukul 14.00. Aku sangat membenci angklung!! Setiap ada anak angklung bertemu denganku, aku selalu meledeknya. Dan itu juga aku. Hehe… Pagi ini nampak seperti biasanya, ramai tapi damai. “hai Raina…” Sapa Dodi teman sekelasku. “iiihhh!! kenapa hanya Raina yang di sapa? kan ada aku juga” Teriakku. “oh ya? maaf deh.. aku tidak melihat. Yang aku lihat tadi hanya Raina wkwkwk” Tawa Dodi di tambah teman-teman yang melihatnya. Aku sebal dengan anak yang mempermalukanku. Tapi walau begitu, aku harus tetap jaga nasihat mama, ‘sabar’. Sebenarnya hal itu bukan terjadi pada hari ini saja, tetapi setiap saat.

Raina memang memiliki paras yang cantik, anggun, walau suka bermain angklung, tetap saja dia menjadi juara kelas. Berbeda denganku. Walau aku tetap menjadi juara ke sepuluh besar angka yang kudapat hanya peringkat 9/10. Parasku saja tidak sama dengan Raina. kulitku coklat. dia putih. Maka dari itu dia menjadi primadona di sekolah. Dambaan. Kalau aku orang yang paling ditakuti anak kebudayaan, ya misalnya tadi, angklung, tari dan semcamnya. Karena aku benci itu. “Sudah sudah. Tidak baik seperti itu Di” tegur Raina. “huh, sok baik sekali kamu!” Bentakku dan berlari ke luar kelas. Seluruh kelas memperhatikanku dengan pandangan sinis. “Tega sekali kamu Sya, dia kan saudaramu. Sudah di bela, eh… menyela lagi. Astagfirullah..” Nasehat Ririn teman dekatku. “memang kenapa? oke aku mengaku aku salah. Tapi, itukan hanya masalah sepele. Kenapa harus dipermasalahkan?. Aku hanya bilang kalau dia sok baik. Itu saja kan? kalau pun dia menangis berarti dia yang cengeng!” Ujarku. Ririn hanya menyimak dan meringis. “Lalu, nanti di rumah bagaimana?” Tanya Ririn. “Takut?” Sahutku. “TIDAK AKAN TAKUT. UNTUK APA?” Teriakku. “sudah, yuk masuk kelas” Ajak Tina teman dekatku juga yang sedari tadi hanya terdiam mendengarkan percakapan kami.

Kemudian kami bertiga pergi kekelas 8F. Di dalam, kulihat Raina sedang melamun, awalnya aku penasaran apa yang dia rasa dan ingin sekali meminta maaf. Namun aku merasa ‘untuk apa?’. Akhirnya aku hanya mengobrol dengan Ririn dan Tina. Banyak anak yang mendekati Raina. Itulah dia, mama saja sering sekali membeda-bedakan aku dengan Raina.

Akhirnya pelajaran terakhir selesai. Aku segera menuju lapangan basket untuk bermain sembari menunggu Raina melatih angklung. “wiss.. jagoan kita datang” Ledek Rafa teman sekelasku. semua tertawa. Aku hanya meringis. Basket adalah hidupku. Lebih keren dari pada bermain musik, menari, dan lainnya. Apa lagi BUDAYA INDONESIA. Aku tahu ini konyol.

Pagi yang cerah, apa mungkin ini hari istimewa? Tidak tahu. Benar saja, burung berkicau. Hari minggu! seharusnya aku bisa tidur sepuasnya. Namun, suara itu terdengar lagi teng tung tang tong suara pukulan sebuah angklung dari bawah. Dirumahku memang ada ruang angklung sebagai hadiah Raina waktu masih duduk di kelas 2 SD. “hei! kau bisa diam tidak? AKU SEDANG SIBUK TIDUR!!” bentakku yang langsung menemuinya di ruang angklung. “hei, pagi pagi sudah ribut. Ada apa ini?” tanya mama lembut. “ini nih ma, Raina pagi-pagi sudah mengganggu tidurku!” Seruku. “Lah kok mengganggu? justru bagus kan kalau kamu terbangun. Jangan biasakan bangun kesiangan dong. Tidak baik. Lihat Raina, pagi-pagi sudah latihan.” Nasehat mama. “sudah mama. Tidak apa. Aku juga ingin pergi mandi. Maaf ya Sya” Kata Raina. “Tuh kan. Semua sama saja! mama apalagi! Membeda-bedakan aku dengan Raina. Memang ada orang yang sempurna Ma? Tidak!! Kalau begini terus, LEBIH BAIK AKU PERGI DARI RUMAH!” Ujarku. Mama terlihat sedih sekaligus kecewa. Aku tak kuasa menahan tangis. Hingga airmataku jatuh juga. Segera ku berlari ke kamar. Di dalam hati yang terasa sekarang adalah penyesalan.

Seharian minggu itu, aku tidak keluar kamar. Beberapa kali kudengar suara ketukan. Mulai dari Raina yang meminta maaf dan membujukku agar makan. Papa, dan Mama juga melakukan hal yang sama seperti Raina. Tapi aku tidak menjawab sepatah katapun. Hal yang aku lakukan hanyalah berdiam diri, menangis, dan menengarkan musik saja. “kenapa harus kulakukan itu tadi pagi? aku sungguh menyesal” gumamku. hingga matahari senin di ufuk timur muncul. Aku demam. Karena seharian kemarin aku tidak makan. “Kan sudah mama bilang. Kalau tidak makan bisa sakit” kata mama sembari menyuapiku sesendok bubur. “Lebih baik aku sakit daripada harus di banding-bandingkan dengan Raina oleh semua orang” Sahutku. “oohh, jadi kamu masih marah? memangnya semua orang?” Tanya mama. “tidak juga sih, tapi tetap saja. Dimana pun aku berada pasti ada saja orang yang membanding-bandingkan aku” jelasku. “baik kalau begitu, mama janji tidak akan membanding-bandingkan kamu lagi.” Kata mama sembari memelukku. “mama sayang Raisya” seru mama. “aku juga” kataku. Inilah momen yang setiap hari kuimpikan. Terima kasih Mama…

Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Seperti jalannya kereta. Tiba-tiba minggu datang lagi. Pagi ini, seperti biasa. Suara angklung. Aku menutup kupingku erat-erat dengan bantal hijauku ini. “raisya, earphonemu dimana?” Tanya Raina menghampiri. “Di atas meja belajarku” Jawabku dengan nada malas. “pinjam ya!” serunya sambil berlalu dari kamarku.

Siang harinya, aku sangat bosan. ingin mendengarkan lagu memakai earphoneku yang tadi di pinjam Raina. “Raina, earphoneku dimana?” tanyaku. Kulihat dirinya sedang merapikan baju batik buatan Farah teman dekatnya. “ada di ruang angklungku. kalau mau ambil, sok atuh. Aku sedang sibuk. Maaf dan terima kasih.” Jawabnya. Aku memutarkan bola mata coklatku. Dengan malasnya, ku berjalan menuruni tangga dan pergi ke ruang angklung Raina. Saat ku membuka pintu, dilihatku earphone merah muda itu ada di atas alat angklung yang dimainkan dengan cara di pukul. Aku penasaran dengan benda itu. Se asyik apa sih? hingga benda itu telah mempengaruhi Raina kembaranku?. Didepannya terdapat not not lagu wajib. Dan di alat itu pula terdapat tulisan-tulisan not. Jadi, dengan mudah aku memainkannya. Ternyata memang asyik!. Walau mainnya sangat perlahan dan putus-putus, aku tetap menikmatinya. “Raina!! aku penasaran. Tolong ajarkan aku cara bermain angklung ya..” pintaku kepada Raina. Dia terlihat kaget. Dan segera dilemparnya alat batik itu “subahanallah, benarkah ini Raisya? kurasa tidak.” Ujarnya terlihat sangat gembira. “ah, berlebihan” sahutku. Dengan sabar dan tekun, dia mengajariku cara bermain angklung dengan baik dan benar. Dasar-dasarnya. Terima kasih ya allah engkau memberiku saudara yang baik. “Raina maafkan aku ya… karena sering membuatmu marah…” sesalku. “ahh.. tak apa Sya, lagi pula itu tidak kumasukkan kedalam hati… yang penting kamu jangan mengulanginya lagi yaa” katanya. “sip deh!” ujarku.

Senin pagi dengan matahari pagi menjelang, “Rainaa.. apa aku boleh gabung di kelompok angklungmu tidak? ” tanyaku. “TENTU TIDAK! Maksudku tentu tidakku tolak. Dengan senang hati..” jawabnya. “Terima kasih… tapi aku malu” kataku. “untuk apa malu, sudah! Ayo masuk” tawarnya. baik sekali Raina, dia membalas semua perilakuku dulu dengan cara ini? baik hati… sungguh!, batinku. Seperti biasa, bel pulang sekolah tepat pukul 12.00. Siang ini hujan membasahi sekolah kami. Aku terdiam di koridor depan ruang angklung sekolah. batinku selalu berkata masuk tidak masuk tidak… dan sebagainya. Hatiku tidak tenang. Pertama, kalau aku masuk angklung, seheboh apa sekolah ini? Tapi aku sudah terlanjur cinta angklung. Duh, pilihan yang sangat sulit bagiku untuk memilih. “hei! Raisya. tunggu apa lagi? Ayo masuk!” bentak Raina. “wiiih seraam sekali” balasku. kami tertawa. Akhirnya kutekadkan untuk membawa tubuh ini masuk ke dalam ruang angklung itu. “hei Raisya! Mau apa kamu disini? Pengganggu!” bentak Pipit. “apa lagi kalau bukan mengganggu, mencari masalah, dan meledek?” timpal Dodi. Amarahku sudah tak tertahankan lagi. Namun, sebelum aku berbicara.. “sudah sudah. Raisya disini bukan untuk mencari masalah dan sebagainya. Tapi, dia mau bergabung bersama kita disini! Bukan begitu Raisya?” kata Raina sembari melebarkan senyum manisnya itu. Seluruh anak yang berada disitu terlihat sangat heboh. “wiss… santai kali semuaa… aku sudah mulai tobat ini” cengirku. “insaf juga kamu” Ledek Pipit.

Latihan ini kumulai dengan keadaan yang sangat riang. Walau sulit untuk menyesuaikan nada yang mereka memainkan dengan cepat. Besoknya… “haha tak percaya aku” ledek Tina. “serius! sungguh!” kataku meyakinkan. “iya, aku juga tak percaya” kata Ririn. Sulit untuk meyakinkan mereka kalau aku benar-benar sudah cinta angklung. Namun hal semacam itu bukan terjadi pada mereka saja. melainkan teman sekelas. Mereka semua sangat keras kepala dan sangat tidak percaya. “ya sudah kalau tidak percaya. Nanti pulang sekolah perhatikan derap langkahku menuju mana” kataku agar mereka lebih yakin. Sepulang sekolah, benar saja mereka mengikutiku. Dan akhirnya… TADAA! Barulah mereka percaya. “aku bohong?” tanyaku. Mereka menggeleng tak percaya. “kau tobat?” tanya Ririn. Aku mengangguk. “sudah dulu ya.. sebentar lagi masuk nih” kataku sembari berlalu. Mereka melambaikan tangan. Aku membalas lambaiannya. “teman-teman! Kalian semua harus dan wajib tau.

Tiga minggu lagi sekolah kita diundang untuk turut serta dalam perlombaan seni budaya angklung seJabodetabek. Jadi, kita harus maksimalkan waktu tiga minggu itu, jangan sampai di sia-siakan. Oh iya, teknisnya, perlombaan akan diadakan tiga babak. Semuanya ada penyaringannya. Babak pertama berlangsung di Gelora Bung Karno. Babak kedua berlangsung di Bandung. Dan babak terakhir di Borobudur. Keren tidak?” jelas Raina. “lah? Tidak bisa seperti itu dong! Aku kan baru saja masuk.” Bentakku. “maka dari itu, ini kesempatan emasmu untuk mengembangkan kecintaanmu pada angklung.” Kata Raina. “baiklah, terima kasih” ucapku. Benar saja, tiga minggu ini kuhabiskan dengan latihan yang sangat serius. Tekun, dan bersungguh sungguh. Berdo’a dan berusaha kuncinya. Yup! Aku harus tunjukkan kalau aku bisa! Aku akan membuat mama dan papa bangga. Aku akan membuat teman-teman di sekolah percaya.

Sampai hari itu tiba. Alhamdulillah.. persiapanku sudah mantap. Jelas saja, setiap hari setiap malam aku selalu berlatih angklung. Hari minggu saja, setiap mama dan papa mengajakku jalan-jalan aku selalu menolak. Semoga perjuanganku ini membuahkan hasil. “cepat bangun Raisya! Sudah jam berapa ini?” teriak Raina. “oke oke” jawabku dengan wajah tanpa dosa. Mama yang sedari tadi memerhatikan hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum. Aku segera mengambil handuk dan pergi mandi. Setelah bersih dan segar, aku turun ke ruang makan untuk sarapan. Disana Raina dan mama sudah menyiapkan roti selai. Papa asyik membaca koran di sebelah kolam renang rumahku. Tepat pukul 09.00 aku dan kawan-kawan se angklungku tiba di GBK. Perlombaan berlangsung tertib dan damai. Kami mendapat nompr urut ke 28 dari 130 peserta. Ya, begitulah. Oh iya, nama perlombaan ini adalah Tradition of Angklung Generation. Awalnya aku gugup. Namun setelah melihat kesungguhan Raina dalan bermain angklung, ku anggap itu sebagai acuan agar aku bisa lebih semangat. “fiuhh… lelah sekali ya! Pemenang akan diumumkan empat hari lagi” jelas Raina. “siap bosss!!” seru kami serempak dengan mantapnya. “baiklah kalau begitu kita tunggu dan berdo’a ya..” kataku.

Empat hari berlalu sangat cepat. “alhamdulillah… kita mendapat peringkat tiga.. itu berarti, kita lolos babak kedua!” seru Reza. “benar sekali.. tapi kenapa cepat sekali ya? Lomba babak kedua seminggu lagi” ucap Fira. “sudah, aku yakin kita pasti bisa!” seru Raina. Hari berjalan begitu cepat. Hingga hal yang tidak kuinginkan terjadi. Dua hari sebelum perlombaan itu berlangsung, Raina masuk rumah sakit. Aku tidak bisa pergi tanpanya. Sampai-sampai posisi kelompok angklungku lemah dan kalah masuk babak 3. Itu pelajaran bagi kami.

Beberapa hari kemudian, kelompok kami di undang ke festival Angklung di Borobudur, dan meminta kami untuk tampil disana. “aku tidak bisa pergi tanpamu Raina!” bentakku tepat dimana pesawat akan diluncurkan. Raina masih setia dengan infus dan kursi rodanya. “kalau kamu bahagia, aku juga bahagia. Jadi, kalau kamu tidak pergi aku akan sedih dan menangis”. “baik, jaga dirimu baik baik yaa.. semoga saat aku pulang nanti kamu sudah sembuh” harapku. Namun, perasaanku tidak tenang. Aku memeluk Raina erat-erat dan selalu berucap ‘jaga dirimu baik-baik’. kata terakhir yang dia sampaikan adalah “terima kasih, kau adalah saudaraku yang paling kucintai. Maaf bila aku sering membuatmu kesal”. Entah mengapa kata-kata itu sangat membuatku sedih dan gelisah.

Benar saja, sepulangnya aku dari Borobudur, paman menjemputku ke tempat yang sangat tidak kuinginkan. PEMAKAMAN UMUM. Sungguh berat menerima ini. Dilihatku satu bendungan tanah bertuliskan ‘RAINA ZULFA SALSABILA’. benarkah itu dia? Awalnya aku tak percaya. Ternyata dia mendapat penyakit jantung. Kenapa mama tidak cerita dari awal? Papa juga menyembunyikannya. Aku berontak! Sungguh tak percaya. Dikasurku, sudah ada secarik kertas yang berisi

‘Raisya, ini aku Raina Zulfa Salsabila. Terima kasih karena kamu telah menerimaku apa adanya. Maaf kalau aku sering membuatmu kesal, merepotkanmu dan semacamnya. Inilah aku, aku tulis surat ini jikalau umurku tak panjang. Tak tenang memiliki penyakit ini. Sakit rasanya. Tak tahan. Menggigil. Sya, tolong teruskan cita-cita yang sangat kudambakan. Sebagai penerus Sejarah angklung, membawa nama baik Indonesia dan angklung. pengembang perusahaan batik ternama’.

Semoga aku bisa meneruskan cita-cita Raina itu.

15 tahun kemudian, cita-cita Raina sebagai penerus Sejarah Angklung ku gantikan. Yup, membawa nama baik angklung keluar negeri, aktivis kebudayaan Indonesia, pengembang perusahaan batik ternama. Dengan satu tekad yang ku pegang, tekadmu juga. RAINA. INILAH AKU SEKARANG. KAU INGAT AKU? SAUDARAMU. SEMOGA KAMU TENANG DISANA..

- tamat -

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 172.68.65.159
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia