Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat Kecilku

keputusan terkadang membuktikan bahwa ini adalah hal tersulit yang harus dibuat. terutama ketika itu adalah pilihan antara: dimana kau bisa mengambilnya dan di mana kau benar-benar menginginkannya.

[ ... suasana begitu sepi. hampir tak bersuara. sunyi menyelimuti seluruh ruang. Ya, ruangan yang dulunya menjadi permulaan. Dimulainya sebuah pilihan. Tempat dimana ada langkah 2 kaki kecil yang berjalan pelan. Ragu-ragu, tapi enggan membalikkan arahnya. Dengan helaan satu nafas panjang, kepala yang tertunduk itupun mencoba tegak. Perlahan melangkah menuju sudut lorong dan mengangkat tangan kananya. ]

Hari ini suasana sangat hingar bingar. Begitu ramainya sorakan dan teriakan. Anak-anak berseragam coklat tak henti-hentinya berteriak kegirangan. Berjingkrakan, histeris seolah-olah mendapat lotre 1 milyar. Dalam pandangan mata terlihat sebagian orang merasa begitu gembira, sebagian orang merasa berduka dan sebagian lainnya yang sibuk mondar-mandir membawa map yang entah apa isinya. Pandanganpun tertuju pada sekumpulan orang yang bersedih. Dengan air mata dan penyesalan tak henti-hentinya terucap dari bibir. Mungkin hanya sisa-sisa penyesalan bagi mereka. Bagai tembok yang sudah lama mereka bangun, dan runtuh begitu saja.

Tiba-tiba seseorang datang menghampiri. Wajahnya tampak lelah, berkeringat, seperti menghabiskan hari di terik panas. Bersama rekan-rekannya mereka menghampiri sekumpulan orang yang sedang panik. Dibalik bisingnya pengeras suara, dan hiruk pikuknya sekitar dia berkata.
“Malam kak.”
“Ya, malam juga.” Orang itu menjawabnya sembari membalas juluran tangannya untuk bersalaman.
“Bagaimana ini bisa terjadi kakak?”
Orang itu hanya tersenyum, terdiam sesaat, memejamkan mata dan menundukkan kepala ke bawah.

Terlihat bagian bawah sebuah kursi kerja yang secara perlahan-lahan naik. Tampak punggung seorang pria sedang asiknya bergulat dengan komputer berserta setumpuk kertas. Suasananya begitu ramai, terdengar bising karena suara pita mesin printer yang terus berteriak.
Inilah aku sekarang, dengan rutinitas kerja, pekerjaan, mengharapkan penghasilan.
Terlihat di sebelah kanan sebuah papan putih dengan sebuah kertas besar menempel hampir di tiap sudutnya. Disana tertulis daftar pekerjaan beserta tanggal yang harus dituntaskan.
“Sedikit lagi dan.. Selesai.” Bersamaan dengan kutekan tombol bertuliskan enter.
“Memang sudah selesai Jok?” Tanya seorang wanita di depanku.
“Sudah. Ini yang terkahir. Berharap aja si cantik gak marah lagi.” Sambil mengelus-elus sebuah printer bertuliskan Epson T1100.
“Bagus deh. Siapa tau gak uring-uringan lagi Bos kita.”
“Dia mah, tiap hari uring-uringan Mpok. Mau tanggal muda, tua sama aja. Dah jam 1 nih, mau titip makan gak Mbak Tari?” Tanyaku sembari mengambil handphone dan sebungkus rokok dalam laci.
“Gak usah, udah nitip tadi sama Arif.” Jawab Mbak Tari dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Akupun bergegas pergi menuruni anak tangga menuju ke pintu utama.

Seperti hari yang sudah-sudah, siang itu aku mengambil tempat duduk di pojok rumah makan. Datanglah menu makanan yang biasa kupesan tiap hari.
Hanya akulah yang saat jam istirahat siang memilih untuk makan di luar. Karyawan lain memilih untuk memesan dan memakannya di kantor. Alasan mereka sih, takut bos dateng mendadak. Tapi bagiku harus ada setidaknya satu jam untuk bebas dari penatnya pekerjaan, walau Bos agak kurang suka dengan kebiasaan ini. Dengan kalimat yang tak terbantahkan “Client itu harus diutamakan. Kalau client mau ngurus, di kantor gak ada orang, masalah buat kita.” Tak kugubris, karena karyawan pun punya hak untuk istirahat.

Butuh waktu setengah jam untuk menghabiskan hidangan di piring. Setelah itu barulah membuka kotak yang tadi saya ambil dari laci lalu melakukan kebiasaan yang menurut sebagian orang kurang baik. Hampir tiap hari saya mengobrol dengan orang-orang yang ada di tempat itu. Kebanyakan dari mereka membicarakan masalah pekerjaan, ada juga yang coba menawarkanku bisnis. Tapi yang lebih sering adalah membicarakan wanita. Entah selalu saja ada topik untuk perempuan. Dari semua sudut pandang, selalu menyenangkan.

Tiba-tiba hanphone berdering. Kulihat ternyata ada pesan singkat dari nomor yang tak kukenal. Isinya adalah “Kakak, besok bisa dateng gak ke SMP, ada undangan dari kepala sekolah. Bales ya kak. Dari : Citra.” Saya pun membalas sms hanya dengan satu kata “Insya Allah”. Tak lupa juga menyimpan nomornya ke daftar kontak : SMP Citra.
Keesokan harinya saya sibuk bekerja.

Tak terasa sudah dua tahun bekerja. Semakin lama bekerja, semakain banyak juga pressure dari Bos besar. Hubungan kami semakin dekat. Buktinya dia sangat memperhatikanku. Bukan untuk pujian. Tapi makian besar yang datang karena banyak pekerjaan yang molor, salah dan tak dikerjakan. Semakin hari semakin banyak juga daftar order yang harus selesai. Berita baiknya adalah : saya tak perlu gusar karena omset semakin naik. Itu berarti besar kemungkinan naik juga taraf hidup. Tapi berita buruknya adalah : tak ada tambahan waktu. Deadline harus seperti biasanya. Saya harus bisa!
Pada kenyataanya semua terbengkalai. Akupun tak luput dari kata disalahkan. Terus menerus disalahkan. Sebagai manusia Akupun mengajukan tuntutan. Logikanya adalah jika pekerjaan bertambah banyak, harus diseimbangkan juga dengan sumber daya. Opsinya yaitu penambahan perlatan pendukung, pekerja dan yang paling penting kesejahteraan karyawan. Sang Bos menyetujui hal ini. Saya naik pangkat. Punya anak buah, peralatan pendukung, tapi tidak dengan gajinya. Angan-angan untuk meningkatnya penghasilan tidak terealisasi. Saya bersyukur atas hal ini.

Sampai suatu hari Bos marah besar. Masalahnya sepele, tapi berhubungan dengan relasinya. Dipuncak kemarahannya, Sayapun tak bisa tinggal diam. Lalu semua tak terhindarkan. Bos memberikan 2 pilihan. Pertama saya terus melanjutkan pekerjaan dan tak ada tambahan ini itu atau dia akan mencari orang baru. Akhirnya aku memilih keduanya. Kukerjakan semua pekerjaan yang kadung kuambil, dan dengan segera berpamitan kepada rekan-rekan kantor.

Dua bulan berlalu, kini hanya tinggal sebuah pekerjaan yang sejak lama kudapat. Awalnya pekerjaan ini hanya sampingan. Pekerjaan yang tak bisa diharapkan. Tapi nyatanya sekarang hanya itulah yang saya punya. Pekerjaan yang sudah 2 tahun tak kukerjakan sejak menerima pekerjaan besar. Tapi masih tetap dapat uangnya. Gaji buta. Ya, itulah sebutan yang pantas untuk hal ini. Hanya datang untuk mengisi absen lalu pulang. Menjadi seorang pembina ekstrakulikuler Pramuka memang sudah kugeluti sejak SMP. Dan sekarang membina sekolah yang dulunya menjadi tempat saya belajar. Karena belum mendapat panggilan kerja, kuputuskan sementara membina lagi.

Pagi sangat cerah. Lagit berawan riang dan matahari tampak berseri-seri. Hari ini ada latihan pramuka. Ada satu pesan singkat masuk ke handphoe. Isinya “Kak, hari ini latihan pramuka jam 9. Anak-anak udah dikasih tau kemarin. Dari : SMP Citra.”
Jam 8.30 saya datang ke sekolah. Kebetulan hari itu ada rapat untuk seluruh pembina ekstrakulikuler. Saya pikir ini saat yang tepat untuk bertemu kepala sekolah.
Acara rapat berjalan lancar. Membahas program sekolah yang diselaraskan dengan ekstrakulikuler. Diakhir rapat, kepala sekolah memanggil saya untuk datang ke ruangannya. Dalam hati saya berkata pasti ada sesuatu.

Tok.. tok.. tok..
“Asalamualaikum.” Suaraku saat berdiri di depan pintu ruang kepala sekolah.
“Walaikum salam, masuk pak Joko. Silahkan duduk.”
“Iya pak, Terima kasih.” Sahutku.
“Maaf ni, Saya mengganggu jadwal latihan pramuka.”
“Iya Pak, tidak apa-apa.”
“Sebetulnya saya sudah melihat perkembangan peserta didik pramuka. Prestasi akademiknya memuaskan. Tapi saya belum pernah melihat latihan tiap minggunya ya Pak Joko.” Ucap Kepala Sekolah.
(Jleb… skak mat deh, langsung to the point pula.)
“Kalau Pak Joko masih punya waktu untuk membina siswa, saya sangat mengharapkan agak digalakkan kembali eskulnya.” Pinta Kepala Sekolah.
(Saya tersenyum)
“Tetapi kalau memang tidak mempunyai waktu luang, saya bisa mengambil keputusan hari ini. Sudah ada lamaran untuk posisi yang Pak Joko tempati sekarang. Latar belakang pendidikanya sangat bagus dan kompetensinya menurut saya sangat luar biasa.” Lanjut Kepala Sekolah.
Saya terkejut. Sepertinya ini adalah hari terakhir saya di sekolah ini.
“Kalau untuk keputusan saya menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak. Tapi untuk saat ini saya siap membina dan menggalakkan kembali eskul pramuka Pak.” Jawabku dengan pasrah.
“Pak Joko punya sertifikasi pelatihan Pramuka atau sejenisnya?” Tanyanya.
“Untuk itu saya belum punya Pak.”
“Lantas bagaimana membandingkan kemampuan Bapak, saya sebenarnya ingin mempertahankan Bapak di sekolah ini, mengingat Bapak juga alumni dari sekolah ini. Saya yakin Bapak akan lebih memberikan sumbangsih ketimbang saya mempercayakan orang lain.” Kata Pak Kepala.
“Apa dalam cv orang itu disebutkan juga membina sekolah lain Pak?” Tanyaku seperti reporter.
“Iya, sekolah yang sama statusnya dengan sekolah ini.” Kepala sekolah dengan yakin menjawab.
“Menurut Bapak, apakah untuk Rancangan Sekolah Bertaraf Internasional menetapkan syarat kompetensi untuk tiap-tiap pembina eskul?” Tanyaku dengan serius.
“Iya, memang ada standarisasinya. Sekolah kita ini merupakan sekolah model. Dan alangkah baiknya dengan pendidik yang berkompetensi. Untuk masalah sertifikasi bisa dilengkapi kok. Yang jadi masalah sekarang yaitu tingkat keaktifan kegiatannya.” Jawab Kepala sekolah dengan mantap.
“Ya saya sih mengikuti apa keputusan Bapak. Jika Bapak masih memberikan saya kesempatan, saya siap mengaktifkan kembali organisasi pramuka.” Ucapanku untuk meyakinkan Kepala Sekolah.
“Nah, seperti ini yang saya inginkan. Sekaligus saya ingin memberitahukan bahwa ada undangan perlombaan dari Smpn 60 Nusa Biru. Levelnya tergolong besar, mewakili 3 Propinsi. Apalagi sudah ada surat rekomendasi dari Dinas Pendidikan.”
Lalu Pak Kepala menyodorkan surat itu di depanku.
Tampak bagian paling depan surat undangan ditempel sepucuk kertas bertuliskan Acc Kepala Sekolah. Mohon pembina mengikuti acara ini dan mempersiapkan siswa sebaik mungkin. (ditanda tangani)
“Bapak siap?” Pak Kepala Sekolah bertanya cukup serius.
“Siap Pak.” Jawabku tegas.
“Kira-kira bagaimana kemampuan anggota saat ini?”
“Untuk itu saya belum bisa mengukur kemampuan keseluruhan anggota Pak.” Kilahku.
“Lalu apa targetnya? Orang yang melamar kemarin mengatakan bahwa sekolah yang Ia bina sekarang juga mengikuti lomba itu.”
Dengan satu helaan nafas, saya memantapkan diri.
“Juara Umum Smp Pak.”
“Jika tidak?” Pak Kepala terlihat mengamati wajah saya.
“Sebaiknya anggota dibina oleh orang yang lebih berkompeten Pak.” Jawabku karena tak ada pilihan lain dan Kepala Sekolahpun tersenyum.

Dengan berbekal sebuah undangan lomba, saya berkumpul dengan anggota-anggota pramuka. Dan akhirnya saya bertemu dengan pemilik salah satu nomor kontak yang bernama Citra. Latihanpun dimulai. Saat istirahat latihan saya memanggil Citra. Saya juga memanggil teman-temannya untuk mengobrol agar lebih akrab. Saya menanyakan bagaimana mereka melalui hari-hari latihan selama saya melupakan mereka. Saya benar-benar mengamati semua jawaban dari anggota satu persatu. Semakin mendengar, semakin jelas sosok saya dimata mereka. Ibarat mengarungi padang pasir, mereka tak berhenti berjalan. Tak terpikir jika salah arah, tak tahu bagaimana ujung perjalanannya, karena mereka hanya meyakini satu tujuan. Apa tujuannya? Jawabannya adalah seseorang yang selama ini tak menghiraukan mereka. Seseorang yang dengan kesibukannya tak sedetikpun bertatap mata dan bertegur sapa. Saya benar-benar telah berdosa selama ini.

Mata ini melihat mereka berbicara tetapi telinga ini tak mendengar apapun. Hanya terbayang jika saat ini saya masih bekerja, tentunya sibuk dengan pekerjaan. Padahal dilain tempat ada sekumpulan anak-anak yang menanti. Terbayang lagi saat setumpuk uang masuk ke dalam dompet. Mulai berbelanja untuk diri sendiri. Sibuk dengan kesenangan dan hura-hura. Disisi lain ternyata ada orang-orang yang terus menerus percaya dan percaya dan percaya.
Bagaimana mereka bisa seperti itu?

“Itu undangan lomba kak?” Tanya citra seraya menyadarkan saya.
“Iya.” Pungkasku.
“Kita ikut kak?” Tanya seseorang di sebelahnya dan ternyata itu adalah Yumi.
“Kalau kalian mau.” Sambil tersenyum.
“Emang kita bisa menang kak?” Tanya Citra.
“Insya Allah bisa, saya yakin kalian bisa menang. Bahkan juara umum.”
“Tapi kita kan belum pernah lomba. Kakak gak boong lagi kan?” Tanya Citra yang tampak ragu-ragu.
“Saya yakin kok, kalian juga harus yakin. Saya minta maaf ya kalo pernah buat kalian kecewa.“
Tampak raut muka yang yang tak bisa kulupakan di wajah mereka.
“Kalo nanti juara umum, kakak harus janji sama Aku ya.” Pinta Citra.
“Apa? Permintaanya gak macem-macem kan?” Tanyaku ingin tahu.
“Nanti aku kasih tahu.”
“Oke, sekarang kita rapat untuk nentuin siapa yang ikut ya.” ]

Upacara pembukaan lomba dimulai. Setelah mengatur adik-adik di ruangan kelas yang telah disiapkan, saya beristirahat sejenak. Tiba-tiba saja telpon genggam berdering. Tertulis di layar Panggilan : Arif kantor.
“Asslaamualaikum. Halo… Ada apa Rif?”
“Waalaikum salam. Iya pak bos, gimana kabarnya?.” Jawab Arif.
“Alhamdulillah sehat.” Sahutku.
“Situ udah dapet kerjaan baru apa belum?”
“Belum, masih nunggu panggilan. Situ punya info kerjaan baru gak? Minta channel dong. hehehe.”
“Kebetulan ni, sejak ditinggal situ kerjaan gak ada yang bener. Baru 2 bulan udah ganti karyawan 4X. Gak ada yang sanggup sama kerjaan situ.” Kata Arif menjelaskan duduk perkaranya.
“Terus?”
“Kemarin saya ngobrol sama Bos. Bos mau nawarin situ lagi. Masalah gaji dia sanggup bayar 2X lipat dari kemarin. Kalo situ mau nanti jam sepuluh kita ketemuan bertiga di rumah makan samping kantor. Gimana?”
Saya terdiam sejenak. Masih menimbang apakah kembali ke tempat lama.
“Udahlah.. gak usah dipikirin lagi. Kesempatan emas ini. Bos udah sadar kok kalo kerjaan situ emang gak ada yang bisa gantiin. Apalagi sekarang order makin nambah. Lagian jarang-jarang Bos berani bayar mahal.” Bujuk Arif.
“Tak pikir dulu ya, kalo nanti jam sepuluh saya gak kesana, berarti kamu tau kan.”
“Oke. Ditunggu ya kehadirannya.”

Jam tangan menunjukkan pukul sepuluh lewat tujuh belas. Saya hanya duduk dengan beberapa adik-adik Smp yang belum lomba karena menunggu nomor tampil. Saya memutuskan tak menemui Arif dan Bos besar. Tidak untuk saat ini. Saya tak mau lagi meninggalkan mereka untuk kedua kalinya. Saya kembali bercengkrama dengan sekitar.

Jam tangan menunjukkan pukul 18.40 wib. Saya tak bisa mendengar sekeliling. Hanya selembar kertas yang kugulung dan kugenggam dengan eratnya. Mata ini hanya tertuju ke arah seseorang di atas podium. Orang itu akan membacakan pengumuman pemenang lomba pramuka Smpn 60 Nusa Biru. Di sebelahku juga ada orang yang berdiri tegak. Sepertinya sama. Menjadi orang yang dituakan oleh adik-adiknya. Jika saya bersama pasukan kecil hanya berjumlah 30-an, mereka lebih ‘giant’ sekitar 80-an. Saya tahu mereka adalah kompetitor. Mereka juara bertahan. Smpn 95 Nusa Biru. Lebih tepatnya penguasa untuk ajang lomba pramuka di wilayah kami. Penguasa ajang lomba 3 propinsi. Saya tak ragu, karena di sebelah saya berdiri juga orang-orang terbaik. Alumni yang menyempatkan waktu membangun kembali pramuka Smpn 25 Nusa Biru. Jumlahnya tak banyak, hanya ada 6-8 orang. Mereka tahu saya mengamati rombongan tetangga dengan begitu fokus. Para alumniku hanya tersenyum. Dibalik bola matanya menyimpan keyakinan dan sedikit harapan. Dan mereka tahu apa yang saya khawatirkan. Salah seorang diantaranya bernama Hari datang menghampiri saya.
“5 tahun emang cepet bang. 95 emang jadi penguasa sekarang. Tapi tidak waktu saya yang berseragam coklat itu.” Kata Hari yang memang menjadi pasukan terbaik saya tahun 2006.
“Sekarang udah berubah. Kita yang di bawah.” Ujarku dengan nada rendah.
“Peluangnya emang kecil Bang. Mimpi rasanya kalo kita sampe juara umum. Kalo harus mundur, kita siap mundur semua. Kita udah all-out untuk hari ini. Temen-temen juga udah ikhlas kalo emang nanti ganti pembina. Kalupun kita gak di 25 lagi, paling enggak kita punya sejarah panjang. Dan itu yang harus diinget anak-anak.” Ucap Hari dengan mata berkaca-kaca.
Saya masih berpikir seandainya kami tidak dapat apa-apa. Masih berpikir kenapa saya tidak menyempatkan waktu bertemu dengan mantan bos tadi pagi. Masih berpikir kenapa saya melakukan hal bodoh menolak tawaran yang bagus. Hal yang sudah pasti saya dapatkan, tetapi saya justru mengharapkan hal lain yang masih buram. Ini sungguh aneh. Bahkan tak logis. Ini menggelikan.

Setelah melakukan upacara penutupan. Pengumumanpun dimulai. Saat pengumuman dengan semangat adik-adik peserta lomba meneriakkan yel-yelnya. Identitas mereka. Yel-yel yang merupakan kebanggaan mereka.

Pengumuman pun selesai. Hari ini suasana sangat hingar bingar. Begitu ramainya sorakan dan teriakan. Anak-anak berseragam coklat tak henti-hentinya berteriak kegirangan. Berjingkrakan, histeris seolah-olah mendapat lotre 1 milyar. Dalam pandangan mata terlihat sebagian orang merasa begitu gembira, sebagian orang merasa berduka dan sebagian lainnya yang telihat sibuk mondar-mandir membawa map yang entah apa isinya. Pandanganpun tertuju pada sekumpulan orang yang bersedih. Dengan air mata dan penyesalan yang tak henti-hentinya terucap dari bibir. Mungkin hanya penyesalan yang tersisa bagi mereka. Bagai tembok yang sudah lama mereka bangun, dan runtuh begitu saja.

Tiba-tiba seseorang datang menghampiri. Wajahnya tampak lelah, berkeringat, seperti menghabiskan hari ini diterik panas. Bersama rekan-rekannya mereka menghampiri sekumpulan orang yang sedang panik. Dibalik bisingnya pengeras suara, dan hiruk pikuknya sekitar dia berkata.
“Sore kak.”
“Ya, sore juga.” Saya menjawab sembari membalas juluran tangannya untuk bersalaman.
“Selamat ya Kak atas prestasi yang diraih.”
“Ya.. Terima kasih. Ini berkat perjuangan anak-anak.” Jawabku coba merendah.
“Bagaimana ini bisa terjadi kakak?”
“Ya terjadi begitu saja. Melalui perjalanan yang harus kita hadapi.”
“Bagaimana caranya untuk bisa mencapai prestasi yang Kakak raih seperti sekarang?”
“(tersenyum) Jawabannya ada di dalam dirimu. Seberapa kuat kamu menghadapinya dan seberapa jauh mereka mempercayai pemimpinnya.” Sambil menunjuk Citra dan kawan-kawan.

Tak lama setelah itu, sang penanya muda berpamitan padaku dan rekan-rekan. Terlihat semangatnya yang berkobar-kobar. Dia berjanji suatu saat akan menciptakan sejarah. Dan mereka akan mendatangiku lagi saat mereka berhasil mendapatkan impiannya.

“Kan udah menang, Aku boleh minta sama Kakak kan..?” Tanya suara kecil milik Citra.
“Iya, makan-makan ya..” Tebakku.
“Bukan.” Jawab citra.
“Trus?” Tanyaku penasaran.
“Kakak jangan merokok lagi ya. Gak baik buat kesehatan.”
Bagaimana dia bisa seperti itu?
Saya tersenyum, terdiam sesaat, melirik ke Hari dan diapun tertawa. Lalu memejamkan mata dan menundukkan kepala ke bawah. Saya melihat adik-adik pramuka Smpn 25 Nusa Biru memang menangis. Tapi bukan untuk penyesalan. Air mata itu seakan menagamini doa dan usaha kami. Air mata kemenangan. Kemenangan untuk mereka, juga pembuktian untuk diriku.

Kemenangan kemarin sangat hebat. Sampai-sampai saya tak bisa menggambarkan dengan tulisan semua hal yang pernah kualami. Kalaupun ditulis, bisa mencapai 10 atau 20 halaman. Anak-anak kecil berumur 13 tahun mengajariku untuk tetap percaya sesuatu. Sebuah pelajaran penting untukku agar terus move-on, sabar dan berusaha. Kita harus punya tujuan (cita-cita). Jangan menyerah dengan tujuan itu. Dan berusahalah mencapai tujuan itu. Ketika kau memilih menyerah kau takkan menggapai sukses, bahkan kau takkan sempat mencium aromanya. Kembali teringat ucapan seorang Golden Ways. “Jika anda ingin memenangi lari marathon, anda harus menjadi yang tercepat di 100 meter pertama. Dan terus mengulangnya sampai finis. Jika di 100 meter pertama anda belum memimpin, cobalah di 100 meter ke 2, 3, 4, 5, 10 dan lakukan terus sebelum sampai garis akhir. Ketika anda sudah berusaha lalu ternyata ada orang lain yang sampai finis terlebih dahulu. Itu berarti ada usaha yang lebih hebat dibanding yang anda usahakan. Anda tak perlu berkecil hati.”

Apakah ini akhir, tentu tidak.

Keputusan terkadang membuktikan bahwa ini adalah hal tersulit yang harus dibuat. terutama ketika itu adalah pilihan antara : dimana kita bisa mengambilnya dan di mana kita benar-benar menginginkannya. Saya percaya bahwa keputusan yang telah saya buat memang bagian dari takdir. Hasilnya tergantung usaha dan atas kehandak Tuhan.
Apakah keputusan yang saya ambil tepat?
Jawabannya ada dalam surat yang telah kuterima tadi pagi. Beberapa bagian isi surat seperti di bawah ini :
“Selamat kepada saudara Joko S. Kami telah memilih anda untuk posisi Staff Accounting pada perusahaan kami. Silahkan menemui Bapak Mochtadi / Divisi HRD untuk membicarakan hal-hal detail. Terima kasih.”

“Sukses itu sebenarnya sudah kau dapatkan saat langkah pertamamu. Dan sukses yang nyata adalah saat kau benar-benar menyentuhnya.”
Susilo Joko.

Nb. Ada hal lain yang belum terungkap. Sebuah cerita perjalanan dari “Citra dan gambaran langkah kecilnya.”

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.196.65.166
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia