Aku Juga Wanita

Entah berapa juta-juta kali kata-kata cemoohan dan cibiran itu keluar dari mulut setiap orang yang mengetahui keadaanya. Bahkan yang paling ekstrim ada yang sampai mengutuk dan memvonisnya sebagai penghuni neraka. Mereka tak sadar siapa mereka. Mereka manusia, bukanlah Tuhan. Sama seperti dia. Tapi inilah kelemahan manusia, selalu merasa diri menjadi paling baik dan paling suci dibanding manusia lainya. Bahkan yang mengutuk bukan hanya dari kalangan yang main-main. Yang paling mengerikan adalah kemarin, ketika acara pengajian rutin ibu-ibu setiap hari selasa. Sang penceramah membawa tema tentang kaum Nabi Luth. Tak ayal, semua mata tertuju padanya. Sakit, jelas terasa di hati. Tetapi dia mencoba bersabar. Ini adalah ujian dari Tuhan. Ujian seberapa kuat kah dia dalam perjuangan ini. seberapa layak kah dia menjadi yang sekarang ini. Dan dalam ujian itu, dia berharap Tuhan meluluskanya.

Dia bernama Anisa Septiani. Sebelum operasi lima belas tahun yang lalu, dia bernama Yayan Septiana. Ketika menjadi Yayan, Anisa selalu merasa dirinya dalah wanita. Tak ayal tingkah lakunya pun seperti wanita. Walaupun dari kecil sampai tamat SMA Anisa masih memakai pakaian lelaki, dan rambut dipotong seperti lelaki. Tapi karena kemayu dan tingkah laku seperti perempuan, maka Anisa sering diolok-olok dengan sebutan benc*ng. Sakit, tentu saja. Marah, inginya seperti itu. Tapi Anisa selalu diam memendam rasa sakitnya. Keadaan di dalam keluarganya pun tak jauh berbeda. Kalaupun ada yang mengerti dirinya, itu hanyalah sang Ibu. Dia yang membuat Anisa terus bertahan. Beberapa kali Anisa kedapatan akan bunuh diri. Karena dia merasa tekanan yang luar bisa di luar dan di dalam dirinya sendiri. Tapi untunglah dia masih selamat. Dan itu karena Ibunya. Lain Ibu lain Ayah. Seperti keinginan setiap Ayah terhadap anak laki-lakinya. Ayah Anisa menginginkan anaknya macho, jagoan, pandai main bola. Bahkan Ayahnya Anisa saking geram melihat tingkah laku anaknya, pernah dengan sengaja mengadu Anisa dengan anak tetangganya. Jelas Anisa kalah.

Berbagai cara sang Ayah lakukan untuk bisa merubah Anisa semuanya gugur tanpa hasil. Diikutkan pelatihan bola malah kabur memilih bermain bola bekel bersama anak-anak perempuan di kampung itu. Disuruh ikut mencari rumput buat kambing, malah kabur sembunyi di dapur sambil menghafal resep masakan sayur asem Ibunya yang menurutnya paling juara dan wajib dipelajari. Dibentak malah diam seperti orang kesambet. Dipukul, malah menangis. Serba salah. Hingga suatu saat setelah tamat SMA, dia membuat keputusan besar dalam hidupnya. Ketika semua berkumpul untuk makan malam, Anisa dengan penuh keyakinan dan percaya diri berkata pada semua orang yang ada di situ.
“Sebelumnya Yayan minta maaf pada Ibu, Ayah, De Dadan, De Siska dan De Farhan. Mungkin apa yang akan Yayan katakan pada kalian akan membuat kalian semua kecewa. Sangat kecewa. Yayan sudah besar saat ini, sudah lulus SMA. Yayan bukan lagi anak kecil. Yayan ingin menentukan kehidupan Yayan sendiri di masa depan. Jangan takut jika suatu saat nanti di akhirat Ibu dan Ayah dimintai pertanggung jawaban atas kelakuan Yayan. Yayan akan meminta pada Allah supaya semuanya dilimpahkan pada Yayan sendiri. Yayan sudah fikirkan resiko kedepan yang harus Yayan hadapi. Yayan berjanji gak akan menyusahkan kalian semua. Kalian hidup tenang dan rukun di sini seperti tak terjadi apa-apa. Sebenarnya berat buat Yayan harus mengatakan ini. Apalagi tanggapan Ayah nanti. Membayangkanya pun Yayan gak sanggup. Tapi ini harus. Yayan hendak ke kota. Yayan akan bekerja di sana.” Anisa menarik nafas panjang, kemudian menghembuskanya.
“Kamu mau kerja apa di kota? lulusan SMA hanya bisa jadi tukang sapu dan ngepel. Daripada jauh-jauh Cuma jadi tukang sapu, mending kamu ngurus kambing di sini. Kamu itu anak tertua, Yan. Harus bisa jadi contoh dan panutan! Adik kamu harus sekolah, bukan cuma kamu saja. Jangan jadi egois. Yang hanya mementingkan diri sendiri. Cukup kamu buat Ayah kecewa dengangan sikapmu!” sela Ayahnya.
Anisa menerawang jauh. Menimbang-nimbang lagi apakah dia siap dengan tanggapan keluarganya nanti. Anisa pun memantapkan diri.
“Yayan tidak akan lari dari tanggung jawab. Yayan akan kirim uang untuk keluarga di sini. Yayan tidak bisa pastikan jumlahnya. Tapi Yayan akan pastikan itu rutin tiap bulan. Tolong Ayah mengerti keputusan Yayan. Yayan akan bekerja di.. di salon punya Teh Mei di Bogor!” Anisa menunduk. Takut menantap mereka. Terlebih Ayahnya.
“Astagfirullah Yan. Eling, inget Allah. Kamu mau bikin Ayah kecewa lagi? Cukup dengan tingkah kamu yang seperti perempuan, jangan ditambah aktifitas yang memperparah. Kamu tahu, si Mei itu laki-laki. B*nci. Tidak bisa menerima kodrat diri. Sesukses suksesnya dia, apa dia bisa menikmatinya. Dia sekarang sendiri, Ibunya mati pun dia gak ada di sampingnya. Insyaf Yan… Insyaf! Astagfirullah… salah apa ya Allah, kok punya anak seperti ini…” Sang Ayah mengelus dada. Ingin rasanya menggebrak meja atau melempar apa saja pada Anisa yang ada di seberang meja. Boro-boro menggebrak atau melempar, berdiri saja rasanya gak kuat. Terlalu syok.
“Ayah, terkadang sesuatu yang terlihat hina belum tentu hina. Kita bukan Allah yang bisa melihat semua sisi. Keputusan Yayan sudah bulat, Yayan akan pergi ke kota, lusa. Dijinkan atau tidak, Yayan akan tetap pergi!”. Hening.
“Baik, jika kamu mau pergi ke kota, pergi sana. Jangan nunggu lusa, sekarang juga itu lebih baik. Aku muak melihat muka kamu. Dasar anak durhaka. Bergaul dengan siapa saja yang kamu mau, jadi apa saja yang kamu mau. Memang, kamu itu banci, dan sampai kapan pun akan tetap banci. Jangan pernah pulang jika aku masih hidup. Uhuk… uhuk… pergi!” Sang Ayah berteriak lantang. Membuat suasana hening lagi.
“Sabar Yah… Sabar!” Sang Ibu berusaha menenagkan. Kemudian Anisa pergi ke kamarnya, membereskan semua barang-barangnya. Tak lama kemudian dia keluar bermaksud berpamitan.
“Jangan sentuh salah satu pun orang yang ada di sini. Kamu terlalu najis buat kami!” Anisa pergi meninggalkan rumah dalam tangisan.

Ini adalah tahun ke dua dia bekerja di salon, tapi tidak lagi bersama Mei. Dia pindah setengah tahun lalu kesini, Keraton Salon mereka menjulukinya. Tidak sembarangan orang yang bisa bekerja di sini karena memang pelanggannya pun bukan orang sembarangan. Dari mulai kaum sosialita, artis sampai para istri pejabat sering singgah ke sini. Masalah penghasilan, jangan ditanya, jelas besar. Anisa adalah satu-satunya laki-laki yang bekerja disini. Sang pemilik salon menemukan Anisa ketika di Mall. Waktu itu mereka sama-sama sedang mengunjungi pameran alat-alat kecantikan asal Paris. Hanya butuh waktu sebulan untuk Anisa bisa masuk ke Keraton Salon.

Hidup menjadi setengah pria setengah wanita tidaklah mudah. Cibiran selalu mampir di telinganya tanpa pernah absen. Pandangan orang yang menyebut dirinya g*y membuat hatinya begitu sakit. Pernah suatu ketika ada seorang Om om pengusaha menghampirinya, menyatakan cinta padanya.
Dengan tegas Anisa berucap “Saya tidak seperti apa yang Om lihat. Munghin semua orang akan sependapat mengatakan saya G*y dengan kondisi seperti ini. tapi sungguh Saya bukan G*y. Jika Om memang mencintai Saya, Om akan mengerti. Dan tunggulah sampai saya bisa menjadi wanita seutuhnya!”
Memang kini setelah penghasilanya tinggi, Anisa berniat operasi kel*min. Dia ingin menyempurnakan dirinya. Sempurna dalam dan luarnya sebagai wanita seutuhnya. Sang Om om tertawa terbahak. Dia geleng-geleng kepala. Seraya mengejek “Kamu itu laki-laki, sayang. Ganti kel*min pun kamu tetap laki-laki. Sudahlah terima cinta Om, apa bedanya sekarang ataupun nanti. Ujung-ujungnya kamu juga dit*duri!”
Dengan santai Anisa menjawab “Saya hanya ingin hubungan saya sah. Dengan pria manapun nantinya. Oh ya, kalau memang Om sudah tidak ada perlu lagi, Anisa mau pulang!” tanpa menungu persetujuan si Om, Anisa pergi.

Waktu terus bergulir, siang dan malam silih berganti dengan teraturnya. Tetapi tak ada yang berubah dari senja. Baik dulu maupun sekarang tetaplah sama. Mungkin sampai nanti pun akan sama. Kini menginjak tahun ke lima, Anisa telah mendapat posisi yang penting di Keraton Salon. Dia menjadi Manager di Keraton Salon cabang di daerah Lippo Karawachi. Di bawah kepemimpinanya, Keranton Salon cabang Lippo Karawachi berkembang pesat. Omzet perbulanya jauh melampaui target. Dan ini adalah bulan ke enam dari masa kepemimpinannya. Tahun ini akan menjadi tahun paling bersejarah dalam hidupnya. Tahun yang paling dinanti-nanti. Dia akan pergi ke Bangkok untuk melakukan operasi kel*min dan sedikit mengubah bentuk tubuhnya. Sekedar info, tanpa dipermak pun dia sudah terlihat cantik. Apalagi dioperasi.

Daun-daun terus berguguran, tunas baru pun bermunculan. Mengganti warna kuning kecoklatan dengan warna hijau muda. Bunga-bunga di taman bermekaran. Ulat yang kemarin masih kepompong kini telah berubah anggun menjadi kupu-kupu. Menari-nari lincah di antara bunga-bunga. Kini hari H keberangkatanya ke Bangkok semakin dekat. Tinggal tujuh hari lagi. Sebelum operasi, ia berniat mengunjungi keluarganya yang telah lama ia tinggalkan. Meminta restu kepada kedua orangtuanya. Sebenarnya ia takut, tapi rindu mengalahkanya. “Lagipula mungkin Ayah telah memaafkanku. Bukankah Singapun tidak akan memakan anaknya?” batinnya berusaha memotivasi diri. Dan akhirnya dia pun berangkat menuju kampung tercinta. Dia bersyukur pernah hidup disana. Walaupun seringnya dulu ia dicaci. Paling tidak, melalui cacian itu dia mengetahui siapa jati dirinya itu.

Tok… Tok… “Assalamualaikum!!!” Anisa mengucap salam.
“Waalaikumsalam!!!” seorang remaja yang seumuran anak SMA membukakan pintu.
“Dadan? Ini Dadan?” Anisa pangling melihat adik laki-lakinya itu. Dadan tumbuh menjadi remaja tampan. Gestur tubuhnya pun tak seperti dirinya. Jelas lah, Dadan laki-laki. Sementara ia, sebentar lagi akan menjadi wanita.
“Ia, Saya Dadan. Maaf, kalau boleh tahu Mba siapa ya? Ada perlu apa?” dalam keheranannya Dadan bertanya. Dia memperhatikan dari ujung kepala sampai ujung kaki orang yang ada di depanya. Dadan mengerenyitkan keningnya. Sekilas dadan melihat tahi lalat di hidung sebelah kiri orang yang mengetuk pintu, membuatmya teringat akan sosok seseorang. Tapi Dadan enggan menyimpulkan.
“Ini Yayan Dan, kamu sudah besar ya! Tinggi, macho, cakep. Pasti banyak ceweknya!” Anisa menggoda adiknya.
“A Ya… Ya… Yan! Bener ini A Yayan?” dia sanksi. Setahu dia, terakhir kali Kakaknya pergi masih dalam keadaan laki-laki. Tapi kok… apakah kota menyihirnya menjadi seperti ini? ah, Dadan pusing, dia menghambur memeluk Kakaknya.
“Ini memang A Yayan Dan!” Anisa berbicara.
“Dadan kangen, A Yayan kemana aja! Sekarang A Yayan cantik. Rambutnya panjang!” Dadan tertawa.
“Btw, gak dipersilahkan masuk nih?”
“Oh, lupa. Silahkan masuk A. Lagian kalau mau masuk, ya masuk aja. Ini kan rumah Aa juga.”
Anisa mengusap bulir bening di pelupuk matanya. Bulir yang tercipta dari perasan rasa rindu.

“Dan, ngomong-ngomong penghuni rumah pada kemana? Sepi banget!” Anisa celingak celinguk.
“Oh, ya. Aa kesini hendak minta restu sama Ayah dan Ibu. Aa mau operasi kel*min. Aa tahu, kamu pasti kaget. Aa juga gak ngelarang kamu untuk benci sama Aa. Tapi asal kamu tahu, Aa akan selalu sayang sama kalian. Hampir lupa, perkenalkan nama baru Aa. Anisa Septiani. Kamu bisa panggi Teteh atau panggil nama juga aku gak keberatan!” terlihat Anisa berusaha tegar.

Dadan menunduk, dia bingung harus berkata apa. Harus memulai dari mana. Setelah kepergian kakaknya, kehidupan keluarganya runyam. Ibu meninggal dua tahun setelah kepergian kakaknya. Ayahnya menyusul setahun kemudian. Kini Dadan lah tulang punggung keluarga. Dia yang menghidupi adik-adiknya.
“T… Teh, ikut aku ke suatu tempat yuk!” Dadan masih canggung memanggil kakaknya dengan sebutan Teteh. Walau bagaimana pun kakaknya kan masih laki-laki.
“Kemana?”
“Teteh ingin tahu Ayah sama Ibu di mana kan? Makanya ayo ikut!” Dadan berdiri. Menarik tangan kakaknya. Anisa bingung, tapi dia membiarkan dirinya dituntun sang adik. Berbagai pertanyaan bermunculan di kepalanya. Tapi tak ada satu pun yang ia keluarkan. Ia lebih menunggu misteri terungkap sendiri. Setidaknya ada waktu untuk mempersiapkan mental kalau-kalau sesuatu yang tidak ia harapkan terjadi.

Anisa bingung ketika dia sadar kemana ia dibawa. Pemakaman. Apa maksudnya. Mereka berhenti di sebuah batu nisan. Lilis Suryani Binti Karma. Lalu dia melihat ke nisan di samping nisan yang tadi, Ilyas Abdullah bin Sumarna. Lututnya lemas. Anisa ambruk. Lidahnya kelu. Cukup air mata yang mewakili perasaanya kini.
“Ibu meninggal karena Demam Berdarah tiga tahun lalu. Sementara Ayah meninggal karena serangan jantung setahun setelah kepergian Ibu!” Dadan mencoba menceritakan apa yang selama ini terjadi.
“Kenapa tak ada yang memberi tahuku, kalian menganggap apa aku ini. Aku tahu aku salah. Tapi… kalian semua tega!” Anisa menangis semakin menjadi.
“Bukan kami ingin menyembunyikan, tapi Teteh tahu sendiri bagaimana kerasnya Ayah!”
“Aku sudah menjadi anak durhaka. Mereka pergi tanpa memberi kesempatan buatku untuk meminta maaf!”
“Tidak, mereka pergi dalam ketenangan. Sebelum Ayah meninggal, Ayah berpesan. Beliau minta maaf karena selama ini terlalu keras mendidik Teteh. Ayah juga bilang, kini Ayah sudah menerima jadi apapun Teteh nantinya. Makanya tadi pas Teteh bilang mau operasi kel*min aku tidak kaget. Karena aku, Ayah, Ibu dan adik-adik telah siap dengan kemungkinan itu. Jika toh Teteh mau operasi, operasilah!” Ada rasa haru dalam diri Anisa. Terlebih ketika mendengar wasiat dari Ayahnya.

Akhirnya setelah hari menua, mereka pun pulang. Di rumah mereka disambut oleh adik-adiknya.
“A Dadan, itu pacarnya ya?” Siska yang tak tahu siapa wanita di samping kakaknya akhirnya bertanya. Dengan senyuman, Dadan menjawab “Kenalin, ini Teh Anisa, kakak kita!” Farhan mengerutkan kening “Sejak kapan kita punya kakak cewek?” Tanya Farhan. “Calon Kakak ipar mungkin maksudnya!” sela Siska. “Bukan, ini kakak kandung kita. Dulu dia bernama A Yayan Septiana!” Siska dan Farhan saling bertatapan. Mereka tak mengerti apa maksudnya. “Gini lo adik-adiku, A Yayan kini sudah menjadi wanita!” Anisa menjelaskan. Tapi Farhan dan Siska belum mengerti juga. Akhirnya, Anisa menceritakan kehidupanya selama lima tahun ini dan niatnya untuk pergi ke Bangkok. Dan ketiga adiknya pun setuju. Sebelum ke Bangkok, Anisa membawa adik-adiknya ke Karawachi. Mereka dititipkan pada teman Anisa untuk diurus masalah sekolah dan kehidupan mereka selama Anisa ke Bangkok.

Inilah Bangkok, Ibu Kota Negara yang berjuluk Gajah Putih itu. Thailand bukan hanya terkenal sebagai negara dengan tempat wisata pantai yang indah. Di balik kemegahan pagoda pagoda yang bertemabar. Ada sisi lain yang tak bisa dipungkiri dan disangkal dari Thailand. Yakni para Lady Boy nya. Ya, Thailand surganya G*y di Asia Tenggara. Itu menurut pendapat pribadi sih. Hehehe. Ada satu hal yang unik di sini. Kalian akan sangat sulit membedakan mana laki-laki yang menjadi perempuan dan perempuan asli. Jika di Koerea selatan hal itu terjadi karena operasi plastik. Maka di Negara Thailand terjadi karena operasi kel*min. Banyak para turis yang sengaja kesini untuk melakukan operasi. Menurut survei, orang yang melakukan operasi selalu meningkat tiap tahunya. Salah satu Rumah Sakit yang paling terkenal dalam hal operasi kel*min adalah Rumah Sakit Yan Hee. Dan Rumah Sakit inilah yang menjadi tujuan utama Anisa datang kemari. Tentunya bukan tanpa alasan. Jauh sebelumnya, Anisa telah mengumpulkan banyak informasi mengenai operasi kel*min. Tentang biaya, tempat, keaamanan, dll. Dari mulai berselancar di Mbah Google, bertanya-tanya pada kawan, sampai konsultasi pada Tour Guide. Rencana, Anisa akan ke Bangkok untuk operasi kel*min plus istirahat pasca operasi selama satu bulan. Kemudian setelah itu ia akan ke Korea selatan untuk operasi plastik bagian-bagian tubuh yang memang perlu. Semua dia lakukan demi bisa menjadi Wanita.

Ini bukanlah awal kebahagiaan. Tetapi adalah awal perjuangan baru. Setelah operasi, ada tugas lain yang harus dan perlu ia lakukan. Yakni mendapatkan pengakuan dari Negara bahwasanya dia adalah wanita. Anisa semakin rajin mencari-cari informasi. Masuk keluar ruang sidang hanya untuk sebuah status. Lingkungan keluarga dan lingkungan kerja mendukung penuh usahanya. Tapi lain dengan lingkungan tempat dia tinggal. Cibiran semakin memanas. Gosip pagi, siang, sore hanyalah tentang dirinya. Para tetangga berlomba-lomba memvonis dirinya. Mereka bukan lagi manusia, tetapi mereka kini sudah seperti Tuhan. Yang bisa menentukan siapa masuk surga siapa masuk neraka. Tetapi bukan Anisa namanya jika ia menyerah. Dia malah lebih aktif lagi di kegiatan sosial. Dia menjadi Ketua Persatuan Transgender Indonesia (PTI). Selain memperjuangkan status dirinya, dia juga memperjuangkan hak rekan-rekanya. Yakni hak dimanusiakan. Dia juga aktif menggalang dana untuk disumbangkan kepada Yayasan-yayasan sosil, dari mulai panti, sekolah, dan korban bencana. Pernah satu ketika aksi demonya diliput di TV. Dia tampil di wawancara di acara tersebut. Maka hebohlah satu kampung. Kampung tempat dia dilahirkan. Yang lebih menyakitkan, warga meminta kuburan kedua orangtuanya dipindahkan. Jika tidak, mereka mengancam akan membongkar. Gelombang demi gelombang ia lalaui dengan penuh kesabaran dan keyakinan. Hingga pada 2012 kemarin, dia mendapatkan pengakuan dari negara sebagai wanita. “Sudah saatnya aku mecari pendamping!” batinya.

Bali, Selasa 11 Juni 2013

“Saya nikahkan engkau Adam Lukmansyah bin Saparudin Subagyo dengan Ananda Anisa Septiani binti Ilyas Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar seribu rupiah dibayar tunai!”
“Saya terima nikahnya Yayan Septiana…”
“Saya ulang kembali. Saya nikahkan engkau Adam Lukmansyah bin Saparudin Subagyo dengan Ananda Anisa Septiani binti Ilyas Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar seribu rupiah dibayar tunai!”
“Saya terima nikahnya Anisa Septiani binti Ilyas Abdullah dengan mas kawin Saparudin…”
“Coba Mas tenang. Jangan dijadikan beban. Saya ulang sekali lagi, jika tetap tak bisa, maka mau tak mau pernikahan ini batal. Saya nikahkan engkau Adam Lukmansyah bin Saparudin Subagyo dengan Ananda Anisa Septiani binti Ilyas Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar seribu rupiah dibayar tunai!”
“Saya terima nikahnya Anisa Septiani binti Ilyas Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang seribu rupiah dibayar tunai!”
“Sah!!!”
“Sahhh!!!”

Kedua mempelai terlihat bahagia, begitu pun keluarga mereka. Siska dan Dadan menangis terharu. Sementara Farhan memeluk kakaknya. Mereka sengaja menikah di Bali demi kelancaran pernikahan. Tak banyak yang datang kecuali mereka yang benar-benar mengerti akan kondisi Anisa juga kondisi Adam. Ada yang menarik dari pernikahan ini. Sebenarnya Anisa mengenal Adam ketika dia belum operasi. Mereka bertemu di Bangkok. Adam dulunya dalah seorang wanita yang dirinya merasa sebagi laki-laki yang terperangkap dalam tubuh wanita. Namanya dulu Sinta Widari. Mereka melakukan operasi di tempat yang sama dan waktu yang sama. Hanya saja setelah operasi mereka tak pernah bertemu. Mereka baru bertemu lagi ketika menghadiri acara amal untuk korban banjir. Baik Anisa maupun Adam tadinya tak pernah mengira siapa pasanganya ini di masa lalu. Tapi seiring berjalanya waktu semua terungkap. Dan inilah akhir kisahnya. Mereka menjadi sepasang suami istri Transgender.

End…

Sobat, di dunia ini tak ada manusia yang paling suci. Jadi jangan merasa lebih suci dari yang lain. Karena kesombongan hanya akan memakan diri sendiri. Apalagi sampai berani mengatakan si anu itu akan masuk neraka. Ingat siapa dia siapa kita. Kita sama. Manusia. Jika memang menurut kita salah, maka luruskan. Jika tidak bisa diluruskan, maka serahkan semua urusan itu padaNya. Hanya Dia yang mampu membolak balikan hati. Dan hanya Dia yang berhak menentukan dan memutuskan nasib setiap makhlukNya akan di mana hidup makhlukNya kelak.

Sei Senting, Senin 10 Juni 2013, 22.09 WITA
Diruangan Kerja TUK
Add my FB : zaenudin_setiawan[-at-]yahoo.com
Email : bangun36[-at-]gmail.com

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.80.30.49
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia