Aku Bukan Gadis Menjijikan!

Sebuah logam bulat tak bersalah menghampiri gadis itu. 1 2 3 4 bahkan 10 banyaknya kini berada di antara gadis itu. perlahan dia mengangkat kepalanya, melihat sekelilinginya. benar-benar ramai, tapi keramaian itu bukan memberinya kebahagiaan melainkan rasa kasihan untuknya. gadis itu mencoba mengutip satu per satu logam yang memang di jatuhkan untuknya. setetes air mata, dua tetes dan akhirnya tiga tetes jatuh di sudut pipinya yang lembut.
“hai gadis menyingkirlah dari depan kiosku. kamu benar-benar membuat kiosku kotor dengan kehadiranmu yang menjijikan itu.”
“paman, bisakah berbicara lebih sopan dan lembut kepadaku?”
“tak pantas!”
Namun tak lagi ada jawaban dari gadis itu, dia hanya berlari berusaha meninggalkan kios itu. mendekati sebuah warung kecil.
“ibu. saya ingin membeli 2 roti dan 1 minuman gelas.”
“mana uangmu?”
“ini bu.”
“ini roti dan minumannya, segera pergilah dari sini gadis menjijikan.”
“ibu, bisakah berbicara lebih sopan dan lembut kepadaku?”
“tak pantas!”
Begitu juga kali ini, tak lagi ada jawaban untuk ibu itu. gadis ini hanya pergi meninggalkannya, meninggalkan cacian yang sama sekali tak ingin dia dengarkan.

Berjalan, berjalan dan terus berjalan dengan langkah kaki yang sudah mulai lelah. sejauh apa lagi Tuhan aku harus berjalan? apakah Engkau tau, seberapa lelahnya aku? apakah Engkau tau, seberapa takutnya aku? Engkau punya segalanya, apapun yang Engkau inginkan, Engkau bisa dengan mudah mendapatkannya, sementara aku? seberapa panjangnya tanganMu untuk menolongku? apa hanya sebuah drama, atau bahkan lelucon yang Engkau lihat dari atas sana sambil makan pop corn atau lolipop? menertawakanku?
Akhirnya pertanyaan itu mengantarkan kaki kecil gadis itu pada sebuah Gereja. entah darimana asalnya, entah bagaimana caranya namun gadis itu telah sampai di sebuah Gereja. Gereja yang mungkin tak ada 1 orang lagi yang datang. dia memandang Gereja itu, tapi dia tak berani menghampiri Gereja itu.
“apa nantinya jika aku masuk ke sana atau hanya sekedar menumpang untuk duduk di depan pintunya, Engkau akan membukakan pintu untukku dan mengatakan ‘segera pergilah dari sini gadis yang menjijikan’ apa itu lagi yang akan ku dengan Tuhan? mendengar perkataan yang sama yang seperti mereka lontarkan tadi untukku.”
Hening, bisu. tak ada terdengar 1 jawabanpun dari beberapa pertanyaan gadis itu. air mata itu menetes lagi, membuatnya harus menjatuhkan lutut di depan Gereja itu.

Angin yang berhembus dengan lembut membuat gadis itu merasa terusir dengan rasa sedihnya. dia pergi, berlari lagi meninggalkan Gereja itu. kali ini dia menuju sebuah danau buatan yang biasanya setiap sore selalu ramai dikunjungi orang-orang.
Memandang ke arah seorang anak yang sedang naik sepeda bebek di tengah kolam dengan orang tuanya. di balik matanya yang sangat indah, ada kilauan yang begitu hangat, jika kilauan itu terjatuh di sudut pipinya akan membuatnya terasa semakin sakit.
“pergi dari sini gadis menjijikan. apa kamu kira kamu bisa masuk ke tempat wisata ini?”
“paman, bisakah berbicara lebih sopan dan lembut kepadaku?”
“tak pantas!”
Entah apa yang membuatnya membisu, lagi-lagi tak ada jawaban dari perkataan itu. perkataan yang semua orang tau kalau itu ‘hina’.
Dubraaaak.
“hei nak jangan berlari dengan kepala yang tertunduk, itu bisa membuat dirimu dan orang lain mungkin terluka.”
Gadis itu tetap menundukan kepalanya, dan berkata.
“paman akankah berkata hal yang sama seperti mereka? jika iya, silakan saja. jika itu bisa membuat diri kalian bahagia dan puas.”
Gadis itu kemudian pergi meninggalkan lelaki tua itu yang baru saja disebutnya paman. kemana aku, apa masih ada tempat untuk orang seperti aku? disandarkannya bahu yang sangat kotor itu pada sebuah pohon yang besar, mungkin sudah jauh dari keramaian.
“sepertinya kamu meninggalkan ini.”
Perlahan dia mengangkat kepalanya dan melihat apa yang telah dia tinggalkan. roti itu, matanya menatap tajam ke arah lelaki yang mengatakan itu, ternyata lelaki tua itu lagi.
“ini milikmu nak, ambillah.”
“hanya roti seperti itu, untuk apa paman datang menghampiriku. bukankah paman bisa membuangnya kalau paman mau. jangan mengotori tangan paman hanya untuk memungut roti itu dan mengantarkannya kepada gadis seperti aku.”
“kamu benar nak, bisa saja roti ini aku buang. tapi aku tau kamu memerlukannya. ambil nak, siapapun orang itu, jika melihat dan menemukan sesuatu yang jatuh di manapun itu, dia tak berhak untuk membuangnya.”
“tak perlu mengejarku paman. aku bisa saja kembali ke sana untuk menemukannya?”
“tak akan semudah yang kamu katakan nak. kembali dan menemukan, apa kamu yakin bisa? bagaimana kalau apa yang kamu cari sudah lebih dulu di temukan orang lain yang juga membutuhkannya.”
“berati dia bukan untukku paman.”
“itu jawaban yang bagus nak, kalau begitu apa harus juga kamu membiarkan kesempatan mengambilnya setelah dia ada di depanmu?”
“terima kasih paman. maaf telah mengotori dirimu.”
“siapa namamu nak?”
Gadis itu sama sekali tak menjawab pertanyaan paman itu, dia membuka 2 roti yang dia miliki. 1 roti dia makan dan 1 roti lagi.
“ini hadiah untukmu paman, maaf jika hanya sekecil ini.”
“terima kasih nak.”
Gadis itu menatap paman itu, melihatnya makan pemberian darinya. padahal itu hanya roti, bukan karena roti tapi karena pemberian dari seorang gadis sepertinya. kenapa paman itu tak merasakan sesuatu? sesuatu yang jijik.
“kamu tinggal di mana nak?”
“paman minuman ini untuk paman saja. tadi aku membelinya hanya 1 tapi belum aku minum. ambillah paman dan maaf.”
“tidak nak. jika hanya 1.”
“aku tidak membutuhkannya paman. paman lebih membutuhkannya karena paman usianya sudah tua jadi usai makan harus segera minum.”
“kalau begitu. ini minum duluan, dan berikan setengahnya kepadaku.”
Kaget, sangat kaget. apa paman ini bercanda. tak bisakah dia melihat entah sudah berapa lama aku tak menyikat gigiku? mungkin ini hanya sebuah lelucon.
Gadis itu mencoba minum setengah dan memberikan kepada paman itu. apakah benar dia akan melakukan seperti yang dia katakan?
“ini paman.”
“terima kasih nak.”
Masih dengan rasa tidak percaya, ternyata paman itu meminumnya. gadis itu semakin kaget.
“paman apa sebenarnya yang paman inginkan?”
“saya tak menginginkan apa-apa nak.”
“lalu kenapa paman melakukan ini semua kepadaku?”
“paman hanya…”
“kemari paman, lihat siapa di balik kaca ini. aku hanya seorang gadis dengan pakaian kotor, rambut yang kasar, dan segenggam logam recehan? apa paman tidak merasa aku ini menjijikan. sama seperti yang orang lain katakan padaku. kenapa paman mau berbagi minuman denganku? apa paman tau seberapa kotornya aku? apa paman tidak sadar?”
“penampilan yang kotor tak akan pernah bisa menutupi hati yang bersih nak. jangan menganggap dirimu seperti kotoran. paman yakin di balik penampilanmu ini ada hati kecil yang sangat bersih.”
“paman tau apa? apa setelah paman tau, paman akan ikut menertawakanku? 2 bulan lamanya aku hidup dengan sebuah hinaan dan cacian. aku tak memiliki lagi hati yang bersih itu. semuanya hilang paman. aku Cuma sampah yang tak bisa di perbaiki. mengotori setiap lingkungan yang aku dekati. aku…”
“cukup nak, sebenarnya paman ingin kamu ikut dengan paman. paman akan berusaha membuatmu bahagia nak. paman akan membantumu membuktikan ke semua orang kalau kamu bukan gadis menjijikan nak.”
“ikut dengan paman? kemana?”
“ke rumah paman nak. mendekatlah di kehidupan paman nak.”
“apa aku harus mempercayai paman? aku baru saja mengenal paman.”
“tak ada yang perlu kamu takutkan nak. coba tanya dengan hati kecilmu. apa aku terlihat asing olehmu?”
“aku tak tau paman. tapi aku akan ikut dengan paman.”
Gadis itu melihat lelaki itu mengeluarkan sebuah handpone, tidak beberapa lama sebuah mobil hitam menghampiri mereka.
“naiklah nak.”
“terima kasih paman tapi bolehkah paman duluan naik.”
“baiklah nak.”
Mobil itu melaju kencang. di dalam mobil tak ada sedikitpun terdengar suara orang yang berbicara. gadis itu berharap dia bisa mempercayai paman itu.
Terhenti di sebuah rumah megah. seperti istana.
“turunlah dari mobil nak.”
“iya paman.”

“ayu masuklah nak.”
“tapi paman. badanku.” air mata menemani suaranya
“ini rumah paman nak, tak akan ada orang yang memarahimu. tak akan pernah nak.”
“teeerima kasih paman.”

“ini kamarmu nak.”
“indah paman. terima kasih.”
“mandilah nak, dan ambillah pakaian yang ada di lemari itu. itu semua milikmu nak.”
“paman. teriima kasssiiih.”
Lelaki itupun meninggalkannya. gadis itu segera mandi dan memilih pakaian. entah sudah berapa lama dia tak mandi. mungkin sejak dia hidup di jalanan.
“paman. apa aku terlihat pantas mengenakan pakaian ini.”
“cantik. kamu benar-benar cantik nak.”
“terima kasih paman.”
“paman. apa yang harus aku lakukan ke depannya?”
“berdoalah nak. semoga Tuhan selalu mengabulkan impianmu.”
“maksud paman?”
“besok kamu akan masuk ke sebuah sekolah nak. belajarlah yang benar dan rajin. dan jangan lupa selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan.”
“tapi paman, apa sebenarnya tujuan paman terhadapku?”
“paman hanya ingin membantumu mewujudkan cita-citamu nak.”
“cita-cita? aku tak punya lagi paman.”
“kata siapa kamu tak punya nak? mulai sekarang kamu akan punya cita-cita itu. cita-cita yang akan membuatmu menunjukan kepada semua orang yang telah menghinamu.”
“aku takut aku mempunyai keberanian untuk menggapainya paman.”
“paman akan selalu berusaha membantumu nak. percayalah tiada yang tak mungkin jika Tuhan Berkehendak.”
“terima kasih paman.”

“paman bolehkan aku bertanya, kenapa rumah semegah ini, hanya ada paman seorang.”
“tidak seorang nak. ada kamu, paman, supir, tukang kebun dan mbok. kita semua akan menjadi keluarga yang paling bahagia di dunia ini nak”
“terima kasih paman.”
“berterima kasihlah pada Tuhan nak.”
Gadis itu hanya membisu. apakah aku harus mengucapkan Terima Kasih pada Tuhan?
“jika kamu tamat, kamu akan melanjutkan keperguruan tinggi nak. paman akan menyekolahkanmu ke luar negri.”
“terima kasih paman. aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini paman. aku akan membuat paman bangga dan tak menyesal telah memungutku.”
“amin nak.”

1 tahun *
2 tahun *
3 tahun *
4 tahun *
“pamaaan aku lulusss. nilaiku sangat baik paman.”
“puji Tuhan nak. tetap semangat nak. apa cita-citamu nak?”
“arsitek paman.”
“kenapa harus arsitek nak?”
“karena aku ingin mengubah kota ini menjadi tempat yang lebih bagus tanpa menghancurkan kenyamanannya paman. banyak orang hanya berlomba-lomba untuk membangun sebuah rumah megah, bangunan bertingkat. tapi tidak dengan impianku paman. aku akan membangun tempat wisata yang indah penuh dengan penghijauan, udaranya pasti lebih sejuk paman. kelak tak perlu khawatir lagi tentang polusi udara yang hanya akan menyebabkan penyakit paman.”
“bagus nak. Tuhan pasti akan membantumu. paman akan mempersiapkan keberangkatanmu nak. kamu akan sekolah di salah satu perguruan terbagus di dunia. jadilah orang yang berguna, tapi tetap berhati bersih nak.”
“iya paman. aku akan membuktikan. 5 atau 6 tahun lagi aku akan membuat paman bangga. paman tak akan dengan harapan sia-sia. tapi paman bolehkah aku meminta supir mengantarku ke sebuah teman sebelum pergi ke luar negri paman?”
“silakan nak.”

Heii Gereja. aku kembali di depanmu. hari ini aku belum pantas membuka pintumu. tapi aku tunggulah aku kembali nanti. aku akan membuka pintumu dengan diri yang jauh lebih pantas dari saat ini. tunggulah aku.

“paman, jagalah kesehatan paman. tunggulah aku dengan impian yang terwujudkan.”
“baiklah nak.”

5 tahun kemudian *
Kini usia gadis itu 23 tahun. gadis itu kembali ke negaranya dengan senyuman yang masih polos. lelaki tua yang masih di sebutnya paman itu, menjemputnya di bandara.
Sekarang dia seorang arsitektur terkenal. banyak tawaran untukknya, tapi dia menolak. sesuai dengan impiannya, 6 bulan kemudian gadis itu berhasil membangun sebuah kota wisata yang indah. banyak di temukan pohon di pinggir jalan yang dulunya hanya ada bangunan dan keramaian orang. udara yang mulai sejuk. gadis itu juga berhasil memperbaiki kembali Gereja itu. membuat Gereja itu kini jauh lebih indah.
‘kita sambut Chikita Aubrella yang akan pertama kali meresmikan kembali Gereja.’
Gadis itu menguntingkan pita di depan pintu Gereja itu, dan membuka pintu Gereja itu. sesuai janjinya, dia kembali.
Gadis itu bertulut di hadapan sebuah salib besar. berdoa dengan tulus.
Terima kasih Tuhan. maafkan aku dengan perkataan 9 tahun yang lalu. aku percaya, sekarang aku yakin Engkau tak akan membiarkan semuanya sia-sia. Engkau akan mempunyai cukup cara untuk membantu hidupku. tanganMu yang kuat akan selalu menuntunku. terima kasih Tuhan.

“akhirnya kamu ada waktu untuk libur nak.”
“ea paman. tapi tak akan hanya itu karyaku. aku akan membuat yang lebih indah paman. terima kasih paman.”
“sama-sama nak. nak besok malam ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. dia sangat mengagumi karya mu nak. bisakah kamu menyediakan waktu untuknya?”
“baiklah paman. tapi paman juga harus ikut denganku.”
“iya nak, paman akan menemanimu sampai kapanpun dan kemanapun itu.”
“terima kasih paman.”

“perkenalkan Wilson. ini adalah Chikita Aubrella yang kamu kagumi itu.”
Namun ketika lelaki yang bernama Wilson itu menatap gadis itu, begitu juga sebaliknya. rasa kaget menyamber hati mereka berdua.
Gadis itu mengeluarkan air mata yang begitu deras. dia mengenal lelaki yang bernama Wilson itu, namun sudah hampir 9 tahunan lamannya dia tak pernah melihatnya bahkan tak ingin lagi melihatnya. dia berlari meninggalkan semua yang ada di sana.

“nak.”
“paman katakan padaku dari mana paman mengenal lelaki itu.”
“lelaki itu ayah kamu nak.”
“dari mana paman tau? kenapa paman mengenalnya? apa dia mencariku setelah aku sukses dan membuktikan pada semuanya kalau aku bisa berhasil paman?”
“paman tau semuanya nak. paman sangat mengenal ayahmu.”
“dari mana paman mengenalnya? sejak kapan? paman tidak tau bertapa tak berhati mulianya orang itu. paman tak tau seberapa hancur hidupku karena dia. paman aku tak ingin lagi melihat orang itu.”
“dari awal ayahmu hidup paman sudah mengenalnya nak. paman tau, tapi bagaimananya pun dia, dia tetap ayah kamu nak.”
“ayah? bukan paman, bahkan aku sendiri tak pernah ingin terlahirkan sebagai anaknya. aku membencinya paman. jangan pertemukan aku dengan orang itu lagi.”
“tapi kenyataan membuatmu harus merimanya nak. maafkan dia nak. bukankah sejak lama di dalam hatimu, kamu ingin membuktikan padanya kamu juga bisa berhasil nak?”
“tapi paman ini terlalu menyakitkan untukku. dia membuang aku paman. dia membiarkan aku hidup di jalanan semenjak bunda meninggal. dia tak mengiginkanku paman. alasannya karena aku hanya seorang anak perempuan. aku tak ada arti untuknya paman.”
“tapi Tuhan menolongmu nak, Dia membantumu. paman pernah mengatakan padamu nak, tetaplah pada hatimu yang bersih nak.”
“tapi paman. aku takut, aku takut semua akan terulang lagi.”
“tidak nak. tetap percayalah pada paman. paman akan selalu menjagamu.”
“baiklah paman. aku akan menemuinya kembali tapi tolong ikutlah denganku paman. temani aku.”
“iya nak.”
“terima kasih paman.”

“anakku. maafkan ayah nak. maafkan semua dosa dan kesalahan ayah. ayah akan menebusnya nak.”
“ayah berhentilah meminta maaf padaku. tak mengapa ayah. aku akan tetap kuat. sekarang mari kita mulai semuanya dari awal ayah.”
“terima kasih nak. semoga Tuhan melindungimu selalu.”
“begitu juga dengan ayah.”
“terima kasih ayah, sudah menjaga anakku.” kata ayahnya pada lelaki tua yang selama ini dipanggilnya paman
“ayah?”
Gadis itu bingung.
“iya nak. saya adalah ayahnya ayah kamu.”
“berarti paman adalah… Kakekku.”
Kakeek, di peluknya lelaki tua itu.
Beliau sebenarnya adalah kakeknya. selama ini beliau hidup di luar negeri karena bisnisnya sehingga gadis itu tak pernah sekali pun bertemu dengannya. lelaki tua itu sengaja mencarinya setelah mengetahui dari pembantu di keluarganya yang sudah bekerja lama untuknya, apa yang telah di lakukan anaknya terhadap cucunya. sebenarnya dia mempunyai 2 orang cucu, 1 orang lagi kakak lelaki gadis itu, namun telah meninggal akibat over dosis. pemakai nark*ba.
Beginilah hidup. bukan hanya seorang lelaki yang bisa berhasil, namun seorang wanita juga bisa berhasil. sebuah keberhasilan tak akan pernah memandang apa jenis kelamin orang itu. wanita bukan seorang yang lemah namun mereka lembut.

“apa yang anda cari? apa yang bisa saya bantu?”
“hai paman. waktu 9 tahunan yang lalu bisakah berbicara lebih sopan dan lembut kepadaku seperti sekarang?”
Sekarang paman itu yang membisu. seorang paman yang telah menghinanya.
Sambil tersenyum dan mengatakan padanya.
“aku bukan gadis menjijikan!”
“anda mau beli apa?”
“hei ibu. waktu 9 tahunan yang lalu bisakah berbicara lebih sopan dan lembut kepadaku seperti sekarang?”
Begitu juga dengan ibu tersebut, membisu. tak ada jawaban.
Sambil tersenyum dan mengatakan padanya.
“aku bukan gadis menjijikan!”

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.205.210.125
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia