Jatuh 7 Kali

“Kriing… kriingg!!”
Duh… suara apa sih itu? Mengganggu saja! Tidak tau apa kalau aku sedang tidur?!
“Krriinngg… krriinngg… kkrriinnggg!!!”
Suara itu semakin lama semakin kencang. Akhirnya aku coba membuka mata. Ternyata asal suara itu dari jam bekerku. Pantas saja berbunyi. Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Sudah saatnya aku siap-siap berangkat sekolah!
Dengan semangat 45, aku pun bersiap-siap turun dari tempat tidurku. Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari luar kamar dan membuatku kaget.
“Kak Nina, cepet bangun! Sudah jam 5 pagi nih!” teriaknya.
Ternyata suara teriakan yang menganggu itu, adalah suara adikku si Mona. Anak itu sering sekali berteriak menyuruhku bangun. Sebenarnya, aku tidak suka dibangunkan dengan cara seperti itu. Lagipula tidak perlu di beri tau pun, aku juga sudah tau kalau ini sudah pagi! Menyebalkan sekali! Membuat suasana pagi yang tenang ini menjadi panas aja!
Dengan kesal, aku pun kembali berteriak menjawab teriakkannya tadi.
“Iya, udah tau! Enggak perlu teriak, juga bisa kalee!” teriakku dari dalam kamar.
Tiba-tiba ketika aku bangun dari tempat tidur, mendadak tangan dan kakiku kram. Apalagi dengan posisi tidurku yang salah yaitu badanku berada di ujung tempat tidur dan menghadap ke lantai. Membuat seluruh tubuhku menjadi pegal dan nyeri. Akhirnya…
“GGUUBRAKK!!”
Aduh… rasanya sakit sekali. Sepertinya betis kiriku terkilir karena terjatuh tadi! Huh… menyebalkan sekali pagi ini! Sudah dikejutkan oleh teriakan Mona dan sekarang malah terjatuh dari tempat tidur! Ehh… kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak ya? Seperti ada sesuatu yang akan terjadi! Aneh sekali!
Tiba-tiba aku mendegar suara orang tertawa dari luar kamar. Begitu kuintip dari lubang kunci, ternyata si Mona yang tertawa. Anak itu memang menyebalkan!

Akhirnya dengan waktu kurang dari 10 menit, aku selesai memakai seragam. Setelah itu, aku pun keluar dari kamar untuk sarapan. Dengan jalan yang tertatih-tatih, aku duduk di meja makan. Kulihat, ibu melihatku dengan heran,
“Kakimu kenapa, Nina? Kok jalanmu seperti itu?” tanya Ibu.
“Habis keserempet semut kali, bu!” sambung Mona sambil nyengir.
Karena sebal, aku pun menginjak kakinya. Sepertinya dia merasakannya.
“Duhh… sakit tau!” sahut Mona dengan kesal.
“Bodo. Memangnya siapa yang mulai duluan?!” tanyaku dengan ketus.
“Hei, sudah… sudah. Jangan bertengkar terus. Cepat di makan sarapannya dan Nina, kenapa itu kakimu?” tanya Ayah dengan tegas.
“Habis jatuh dari tempat tidur tadi.” Jawabku.
“Lho, kok bisa?” tanya Ibu lagi.
“Ya bisa lah, bu. Kayak gak tau Kak Nina aja. Kan Kak Nina itu gak pernah bener tidurnya. Ya udah wajar kalo jatuh dari tempat tidur!” ledek Mona lagi sambil nyegir.
Ingin sekali aku pukul kepalanya. Tapi, kasihan juga! Aku kan masih punya hati. Akhirnya aku diam saja.
“Heh, gak boleh begitu dengan kakakmu!” kata Ayah pada Mona.
“Iya iya.” Jawab Mona sambil menunduk malu.
“Ya sudah, aku berangkat duluan ya! Sudah hampir jam setengah tujuh nih!” kataku sambil melihat jam tanganku.
“Dan jangan lupa, nanti jangan ceroboh ya kak! Have a nice day!” sambung Mona lagi sambil nyengir.
Aku pun kembali kesal. Akhirnya dengan muka merah dan telinga berasap, aku kembali menoleh dan menatapnya dengan tatapan, “Awas kau nanti!”

Hah… akhirnya aku berangkat juga. Gara-gara anak itu berulah, aku jadi hampir terlambat. Di tambah lagi tadi pagi aku jatuh dari tempat tidur. Mendadak perasaanku menjadi tidak enak lagi. Ada apa ya? Apakah ini suatu pertanda buruk?
Anyway, aku pun sampai di sekolah. Untung saja belum terlambat. Ternyata terkilir itu tidak enak ya?! Kakiku menjadi semakin sakit jika di bawa jalan. Tetapi, aku paksa saja. Daripada nanti terlambat masuk kelas, bisa berabe urusannya!
Tiba-tiba ketika aku berjalan melewati gerbang sekolah, ada sebuah batu kerikil kecil tepat berada di depan kakiku. Dan…
“Brrukk!!”
Semua anak-anak yang berpapasan denganku pun langsung tertawa. Bagaimana tidak, aku terjatuh dengan badan telungkup dan menyentuh tanah. Shela pun melihatku dan langsung membantuku berdiri.
“Nin, lo enggak apa-apa?” tanyanya.
“Enggak apa-apa apanya?! Orang jatuh begini!” jawabku dengan kesal.
“Ya makanya, jalan tuh hati-hati. Mata jangan di taro di dengkul! Jadi begitu kan?” ledeknya sambil nyengir.
Hah! Shela sama saja dengan adikku, suka sekali menertawakan orang yang di timpa musibah! Menyebalkan sekali!
“Ah, ya sudah lah. Kita langsung masuk kelas saja. Karena sebentar lagi bel masuk berbunyi!” kataku.

Tak berapa lama, bel masuk pun akhirnya berbunyi. Semua anak-anak masuk ke kelasnya masing-masing. Termasuk aku dan Shela. Ia membantuku berjalan masuk kelas. Hah, hari ini menyebalkan sekali!

Pelajaran pertama pun dimulai. Sensei Meiko sudah masuk ke kelas. Beliau adalah guru bahasa Jepang kami. Cocok sekali jika dia mengajar bahasa Jepang, karena gurunya pun asli orang Jepang yang bekerja di Jakarta. Kalau difikir-fikir, Sensei Meiko itu aneh sekali. Kenapa dia bekerja di Indonesia? Memangnya di Jepang tidak ada pekerjaan lagi sampai-sampai harus bekerja di Indonesia? Hah… terserah lah! Yang penting aku bisa belajar bahasa Jepang! Walau cuma sedikit!
“Ohayou Gozaimasu, minna san!” sapa Sensei Meiko.
“Ohayou Gozaimasu, Sensei!” jawab anak-anak serempak.
“Hai. Hari ini kita akan belajar memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang. Karena minggu lalu sensei sudah mencatatnya di papan tulis, sekarang kalian akan sensei panggil satu per satu dan membacakannya di depan kelas. Wakarimashita, minna san?” tanya Sensei Meiko.
“Hai, I desu.” Jawab anak-anak.

Akhirnya semua murid pun di panggil satu per satu. Beberapa anak sudah di panggil dan berhasil membacakannya dengan sukses. Tak berapa lama kemudian, aku pun di panggil juga. Diluar aku terlihat santai, padahal di dalam hati aku merasa gelisah. Takut kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pasti ujung-ujungnya akan ditertawakan seperti tadi aku jatuh di gerbang sekolah.
“Nina, silahkan maju ke depan dan perkenalkan dirimu!” seru Sensei Meiko.
Aku pun maju ke depan dan memulai perkenalan.
“Hajimemashite. Watashi wa Nina Anggraini desu. Jakarta ni sundeimasu. Ima ju roku sai desu. Arigatou Gozaimasu!” ucapku sambil membungkukan badanku sebagai tanda ucapan terima kasih dan kembali ke tempat dudukku semula.
Tiba-tiba hal yang tak terduga datang menimpaku. Ketika aku hendak duduk di kursiku, ada seseorang yang tidak sengaja menendang kakiku dari belakang. Otomatis, aku terjatuh.
“Gubbrrakk!!!”
Semua mata tertuju padaku. Terdengar suara tawa yang menggemparkan membuatku malu setengah mati. Kalau dihitung-hitung, sudah 3 kali aku terjatuh. Hah… siapa sih orang yang menendang kakiku? Menyebalkan sekali! Membuatku semakin kesal saja! Sebelum aku hendak berdiri lagi, suara bel istirahat membuatku kaget.
“Tiinngg… tonnggg!!”

Semua anak-anak berhamburan keluar kelas. Sedangkan aku dan Shela pergi ke kantin. Sedari tadi Shela melihatku dan terus tertawa. Tidak tau apa kalau aku sedang kesal! Benar-benar menyebalkan!
“Ha… ha… ha, kasian banget lo Nin. Dari tadi udah jatoh 2 kali!” serunya sambil tertawa.
“Bukan 2 kali, tapi 3 kali!” kataku membenarkan.
“Hah? 3 kali! Serius lo?! Ya ampun, parah banget!” serunya lagi sambil tertawa.
“Bukannya sedih liat temen lo kena musibah, malah ketawa mulu! Enggak lucu tau!” kataku dengan ketus.
“Gue ketawa apa adanya Nin. Siapa juga yang gak ketawa liat lo jatoh kayak tadi!” ucapnya.
Ih… sumpah deh! Nyebelin banget si Shela!!

Kejadian tak terduga datang lagi menimpaku. Kali ini, ketika aku mengambil soto yang ku pesan di kantin, secara tidak sengaja aku menabrak seorang cowok. Cowok itu terlihat kesal, karena dia pun juga sedang kerepotan membawa makanan. Aku pun kehilangan keseimbangan. Akhirnya soto yang aku pegang itu jatuh dan membasahi bajuku.
“Bbbruukk… Bbyyurr!!”
Karena bajuku basah dan kotor, akhirnya aku bersihkan bajuku yang terkena kuah soto tadi di kamar mandi. Cowok yang kutabrak tadi malah cuek dan langsung pergi meninggalkanku begitu saja. Hari ini benar-benar sial! Dan lagi-lagi Shela menertawaiku! Membuatku semakin kesal saja! Kalau misalnya aku punya penyakit darah tinggi, pasti sekarang penyakitku sudah kambuh! Dan kalau emosiku tidak terkontrol, aku pasti sudah terserang stroke mendadak! Hah… menyebalkan sekali!
“Ha..ha..ha, baru 4 kali aja!” ucapnya sambil tertawa lagi.
Kali ini aku diam saja. Hari ini benar-benar sial! Aku sudah terjatuh 4 kali berturut-turut! Apakah ini jawaban dari tidak enaknya perasaanku tadi pagi? Dan kalau itu benar, apakah ini hari kesialanku?! Sehingga aku jatuh berturut-turut?!

Karena aku terus melamun, Shela pun menepuk bahuku dan membuatku kaget.
“Hei, lo gak apa-apa Nin? Lo marah ya sama gue?” tanyanya.
“Enggak kok. Gue gak marah.” Jawabku.
“Bener? Soalnya gue khawatir aja sama lo. Soalnya dari tadi lo jatuh terus!” kata Shela.
“Iya, beneran. Gue gak apa-apa. Cuma kesel aja. Gue berfikir, apa mungkin hari ini adalah hari kesialan gue ya?” tanyaku.
“Gimana ya? Gue enggak tau juga. Tapi mungkin ini berkaitan dengan tanggal hari ini!” katanya.
“Tanggal hari ini? Maksud lo apaan?” tanyaku lagi bingung.
“Masa lo gak tau sih, Nin!? Hari ini kan tanggal 13! Banyak orang yang nyebutin tanggal itu sebagai tanggal sial. Mungkin ini maksud dari kesialan lo hari ini!” kata Shela.
Aku pun kembali terdiam. Dalam hati aku terus bertanya-tanya. Apa benar tanggal itu adalah tanggal sial? Selama ini, aku sama sekali tidak peduli dengan yang namanya mitos, khayalan, apalagi ramalan. Tapi kalau hari ini benar-benar hari sialku, kenapa harus aku yang mengalaminya? Apakah itu tandanya Tuhan benci padaku?
“Hah… sudahlah, tidak perlu difikirkan. Lagipula itu hanya sebuah mitos, belum tentu benar. Lebih baik sekarang kita ke kelas. Waktu istirahat sebentar lagi habis!” kata Shela yang menyadarkan lamunanku.
“Oke. Baju gue juga udah lumayan bersih sekarang!” ucapku.

Akhirnya aku dan Shela pun masuk ke kelas. Tepat di saat itu, bel masuk pun berbunyi lagi. Seluruh anak-anak yang berada di luar pun ikut masuk menuju kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Lagi-lagi musibah datang menimpaku. Ketika aku masuk kelas, ada sebuah plastik bekas minuman di buang sembarangan di situ. Aku tidak menyadarinya, karena di saat itu aku sedang terburu-buru. Well, aku pun terpeleset.
“Geddebbuukk!!!”
Dan lagi-lagi semua anak-anak tertawa melihatku. Di tambah lagi dengan kakiku yang terkilir tadi, membuatku semakin susah untuk berjalan. Shela pun melihatnya dan membantuku berjalan masuk kelas. Sungguh hari yang hebat!

Akhirnya 2 jam pun berlalu. Bel pulang pun kembali berbunyi. Semua anak-anak berhamburan keluar kelas dengan ribut dan berdesak-desakan. Aku menjadi terhimpit dengan mereka. Kalau begini caranya, bagaimana caranya aku keluar dengan bebas? Dan lagi-lagi aku menabrak salah seorang yang berada tepat di depanku. Akhirnya…
“Bruukkk!!!”
Aku dan dia pun terjatuh bersamaan. Kami pun di tertawakan oleh banyak orang termasuk guru-guru yang lewat di depan kami pun ikutan tertawa. Aku malu berat!
“Lo lagi… lo lagi! Heran deh, dari tadi jalan gak pernah bener!” teriaknya sambil marah-marah.
Waktu kulihat wajahnya, OMG! Dia kan cowok cuek yang tadi kutabrak di kantin! Kenapa aku harus nabrak dia lagi?! Gak ada yang lain apa? Ngeselin banget sihh!!
“Iya gue minta maaf. Gue gak sengaja nabrak lo!” kataku.
“Untung aja lo itu cewek. Kalo lo cowok, udah gue abisin dari tadi. Ya udah, gue maafin. Tapi, lain kali hati-hati!” bentaknya sambil melangkah pergi.
Ih… apa-apaan dia! Bukan bantuin aku berdiri, malah pergi lagi. Gak berperikemanusiaan banget! Iya, memang aku udah dua kali nabrak dia! Tapi seenggaknya bantuin kek! Dasar cowok cuek yang nyebelin! I really hate today!!
“Nin, lo gak apa-apa kan?” tanya Shela yang tampak khawatir.
“Iya, gue gak apa-apa kok Shel.” Kataku.
“Itu cowok dari tadi parah banget! Bukannya bantuin lo berdiri, ehh… malah pergi begitu aja!” katanya yang kesal sambil berusaha membantuku berdiri lagi.
“Udah gak apa-apa. Gue udah baikkan sekarang. Sori ya Shel, gue pulang duluan. Gue mau cepet-cepet pulang ke rumah!” kataku.
“Tapi lo bisa jalannya?” tanyanya yang tampak khawatir.
“Iya, gue bisa. Kalau gitu, gue duluan ya!” ucapku sambil melangkah pergi.

Akhirnya aku pun pulang. Di perjalanan aku terus melamun sambil memikirkan kejadian yang menimpaku hari ini. Bayangkan saja, dari tadi pagi sampai pulang sekolah aku terjatuh 6 kali berturut-turut. Baru kali ini dalam sepanjang kesialan yang pernah aku alami, hari inilah yang terparah! Benar-benar hari sial! Mungkin benar apa yang dikatakan Shela tadi kalau hari inilah hari kesialan terbesarku. Kenapa harus aku yang mengalami kejadian seperti ini? Padahal aku tidak melakukan suatu kesalahan apa pun! It’s a very peeve so much! ~_~
Karena aku terus melamun, aku jadi tidak melihat sekeliling. Tiba-tiba aku mendengar suara motor yang sedang melaju kencang di belakang. Motor itu tiba-tiba berhenti dan hampir menyerempet kakiku. Tapi, aku terkena kaca motornya yang menabrak bahuku.
“Ddduuakk! Geedebbukkk!!”
Aku pun terlempar ke samping jalan. Untung saja semua badanku tidak ada yang patah. Cumannya bahuku yang sakit ketabrak motor tersebut. Gimana sih, tuh orang mengendarai motornya!? Dasar bodoh! Gak tau apa kalau aku sedang kesal!
Motor yang menabrakku pun langsung berhenti. Orang yang mengendarai motor itu pun membuka helmnya. Awas saja, kalau dia gak ganti rugi! Akan kulaporkan dia pada pak polisi!
Setelah dia membuka hemnya, betapa terkejutnya aku! Ternyata yang mengendarai motor itu adalah cowok cuek yang nyebelin tadi! Kenapa dia lagi sihh?! Hari ini benar-benar menyebalkan!
“Hah… ternyata lo lagi! Bosen banget gue dari tadi ketemu lo terus! Eh.. jalan tuh liat-liat! Jangan jalan di tengah jalan! Mau cari mati ya?!” bentaknya lagi sambil mematikan motornya.
“Eh, siapa juga yang mau mati! Tau gak, motor lo itu udah nabrak bahu gue! Sakit nih! Untung aja badan gue yang lain gak ada yang patah!” bentakku dengan kesal.

Cowok nyebelin itu pun menghampiriku yang terjatuh. Tampang mukanya seperti sangat kesal. Padahal kan, aku yang seharusnya kesal. Tapi entah kenapa, setelah melihat wajahnya yang kesal itu, mendadak persaanku menjadi aneh. Rasanya aku jadi ingin tertawa melihat wajahnya yang marah. Aku tidak tau kenapa, hanya saja terlihat lucu. Aku jadi tidak kesal padanya. Aku merasa, jantungku mulai berdenyut dengan cepat. Bukan karena aku sakit jantung, tapi perasaan ketika sedang jatuh cinta.
“Ya udah kalo lo gak kuat jalan. Mau gue anter sampe rumah gak? Yah… sekalian nebus kesalahan gue yang tadi udah nabrak lo. Lagipula, jalannya searah kan? Gimana, keburu gue lagi berbaik hati nih!?” katanya dengan sombong.
Ih… menyebalkan sekali dia! Tapi, aku juga tidak bisa apa-apa. Akhirnya aku pun di antar olehnya sampai di rumah. Kaki dan bahuku semuanya sakit, gara-gara terjatuh tadi. Aku pun juga sudah menghitung berapa kali aku terjatuh. Mau tau berapa? Ya benar, sudah 7 kali berturut-turut! Di tambah lagi tadi aku keserempet motornya si cowok cuek yang nyebelin itu. Aku sama sekali tidak tau namanya siapa, tapi gak apa-apa lah. Masih untung dia udah nganterin aku sampai di rumah. Tapi tetap saja, kekesalanku belum juga hilang! Bener deh, hari ini super… double… triple… MENYEBALKAN!!

Setelah sampai di rumah aku langsung masuk ke kamarku. Hatiku benar-benar kesal di campur senang karena tadi diboncengi si cowok cuek yang nyebelin tadi. Hah… aku menyesal tadi tidak sempat tanya namanya siapa! Gara-gara dia perasaanku menjadi aneh dan sulit dijelaskan.

Hari ini adalah hari yang sangat sial bagiku. Belum pernah seumur hidupku, aku mengalami kesialan separah ini! Sebenarnya, apa sih salahku? Tiba-tiba Ibu masuk ke kamarku dan membawa segelas teh hangat untukku. Sepertinya, ibu tau kalau aku sedang kesal hari ini.
“Kamu kenapa, Nina? Pulang-pulang kok wajahmu langsung kesal? Memangnya apa yang terjadi di sekolah tadi?” tanya ibu dengan lembut.
“Hah, percuma kalau aku menceritakannya pada ibu. Pasti ibu juga tidak akan percaya dan menertawaiku!” jawabku dengan cuek.
“Lebih baik kamu menceritakannya pada Ibu. Supaya hatimu tenang, coba kamu ceritakan sambil meminum teh hangat ini!” kata Ibu dengan sabar memberikan teh itu padaku.

Akhirnya aku pun menceritakan semua kejadian yang kualami tadi pada Ibu. Setelah kuceritakan semuanya, Ibu pun tersenyum padaku. Aku tidak mengerti apa maksud dari senyumnya itu.
“Kau tau tidak? Kalau sekarang ini kamu baru saja diberi cobaan yang ringan!” kata Ibu.
“Cobaan? Apa maksud Ibu? Aku sama sekali tidak mengerti!” jawabku dengan bingung.
“Nina, kau itu telah diuji kesabaranmu oleh-Nya untuk melihat apakah kau bisa menghadapinya atau tidak.” Kata ibu lagi dengan sabar.
Jujur, aku sama sekali tidak mengerti apa maksud ibu. Seperti teka teki silang saja yang harus diisi dengan memutar otak. Otakku sekarang sedang buntu, tidak bisa berfikir.
“Sebenarnya apa maksud ibu?” tanyaku dengan nada agak tinggi.
“Seperti yang tadi ibu katakan tadi padamu, kalau kau telah diuji kesabaranmu oleh Tuhan dengan memberikan semua cobaan yang kau alami tadi kepadamu!” jawab ibu lagi dengan sabar.
“Tapi, kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Aku salah apa sih, bu? Apakah itu tandanya Tuhan membenciku?” tanyaku dengan pasrah.
Lagi-lagi ibu hanya tersenyum. Seolah-olah pertanyaanku itu adalah sebuah lelucon. Padahal saat ini aku sama sekali tidak bercanda.
“Tidak. Tuhan sama sekali tidak membencimu, melainkan sangat sanyang padamu!” kata ibu lagi sambil tersenyum.
“Tapi, kalau Tuhan sayang padaku, kenapa dia memberikan semua kesialan itu padaku?” tanyaku lagi yang masih tidak mengerti.
“Kau tau Nina, banyak orang di dunia ini juga mengalami hal yang sama sepertimu. Bahkan ada yang lebih parah. Semua itu Dia lakukan semata-mata untuk menguji hambanya untuk berbuat sabar dan tawakal. Bukan sebaliknya. Dari pengalaman ini, kau harus mengambil satu hikmah. Kau harus bisa berubah agar bisa menjadi lebih baik nanti!” kata Ibu menjelaskan dengan sabar sekali.

Aku pun terdiam dan mulai memikirkan semua yang dikatakan ibu padaku. Jadi… semua ini… semua kejadian yang ku alami ini adalah ujian dari Tuhan padaku untuk menguji kesabaranku, apakah aku bisa menghadapinya atau tidak. Dan ternyata, aku tidak bisa! Selama ini aku selalu marah dan terus menyalahkan keadaan. Padahal itu semua telah di atur oleh-Nya.

Dari dalam hati, aku bersyukur. Aku telah diberi ujian ini dari oleh-Nya. Bukan karena Tuhan benci padaku, melainkan karena sayang padaku. Aku tau itu bukan hanya dari ibu, tetapi aku pun juga merasakannya.

Oke, sekarang aku coba belajar bersabar dan selalu Positif Thinking pada apa pun yang akan terjadi nanti. Ini bisa menjadi bekal buatku untuk menjalani kehidupan yang nanti akan ku tempuh. Ya… kali aja, aku berhasil mengahadapi ujian lain yang diberi oleh-Nya!

Perasaanku sekarang jauh lebih tenang. Rasa sakitku pun jauh lebih baik (ya sebenarnya masih sakit dikit). Ternyata rasa sakit akibat luka jatuh itu bisa hilang jika kita bisa berbagi penderitaan kita pada Ibu atau siapa pun itu yang membuat kita merasa baik jika berada didekatnya. Untung saja dari 7 jatuh kali itu, terdapat hikmah yang sangat berharga untuk merubah sikapku ke depan.

Keesokan harinya, aku bangun dengan penuh semangat. Tidak ada lagi perasaan kesal dalam hatiku. Kini aku akan selalu bersabar dan yang penting positif thinking!?
Aku pun masuk ke meja mekan. Tiba-tiba aku melihat tangan kiri Mona diperban menggunakan kapas dan kain kasa. Sepertinya itu luka karena terjatuh.
“Tanganmu kenapa, de?” tanyaku.
“Gak tau!” jawab Mona ketus.
“Kemarin dia terpeleset saat ujian praktek membuat pisang cokelat di sekolah. Kulit pisangnya sengaja di buang sembarangan. Gara-gara tidak hati-hati, yah… jadi begitu akhirnya!” sambung Ibu.
Ternyata di dunia ini masih adil ya! Dan sekarang kena batunya dia! Hahahaha, aku puas sekali! :P
“Nah, sekarang siapa yang ceroboh?” tanyaku dengan senyum penuh kemenangan.
Sedangkan Mona hanya diam dan menahan rasa sakit di tangannya akibat kecerobohannya.

The End

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 172.68.65.213
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia