5 Tahun

Lita, nama gadis yang aku puja selama ini. Waktu itu saat baru masuk SMP. Saat dimana pertama kali aku melihat sosok malaikat tanpa sayap. Kenapa saya bilang begitu? Karena dia adalah seorang gadis yang cantik dan dia telah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.

3 tahun aku lewati sebagai pemuja rahasianya. Tak ada seorang pun yang tahu kalau aku menyimpan perasaan kepadanya. Rasa bahagia selalu menghampiriku, walaupun aku tidak bisa memilikinya. Kegalauan pun juga tak pernah absen menghantui diri ini. Rasa galau selalu muncul ketika aku melihat dia dengan seorang pria, apalagi saat mendengar dia jadian dengan seorang pria.

“Betapa beruntungnya jika aku bisa menjadi kekasihnya!” kalimat yang selalu aku teriakan dalam hati.

Kini seakan sudah habis waktuku untuk melihat dirinya. Kita sudah harus meninggalkan seragam putih biru. Itu pertanda bahwa kita mungkin akan terpisah saat melanjutkan di SMA nanti.

Saat pengumuman tiba, rasa sedih yang ada di dalam hati semakin membara. Rasa sedih karena mungkin aku sudah tidak bisa melihat dia lagi. Tapi aku tak mau hanyut dalam kesedihan. Aku menghabiskan waktu berfoto-foto dengan teman-teman.

Ketika tengah asik berfoto-foto, mataku tertuju kepada Lita dan teman-temanya. Aku pun mengajak teman-temanku untuk menghampiri mereka.
“Hey! Ayo kita kesana.” ajakku sambil menunjuk ke arah Lita.
“Oh iya! Ayo!” jawab Andi, temanku.

“Hai! Selamat ya atas kelulusannya!” ucap temanku kepada Lita dan teman-temannya.
“Makasih! Selamat juga buat kalian” jawab Lina, saudara kembar Lita.
“Oh ya! Kalian mau lanjut kemana?” tanyaku.
“Kita mau lanjut ke SMA 1, kecuali Ita yang mau lanjut ke SMK 1! Kalau kamu?” jawab Lita.
“Wah! Ternyata ini bukan akhir dari segalanya.” kataku dalam hati, bahagia.
“Sama dong! Aku mau lanjut di SMA 1!” jawabku kepada Lita.

Bincang-bincang kami saat itu semakin seru. Canda tawa begitu tampak di wajah kami. Kami sangat menikmati hari terakhir kami di SMP kala itu. Tanpa terasa, waktu harus menghentikan keseruan kami. karena sudah semakin sore, maka kami harus kembali ke rumah kami masing-masing.

Aku kembali ke rumah dengan rasa bahagia. Kenapa? Karena dia juga akan melanjutkan ke SMA yang sama denganku. Jadi, aku masih boleh ketemu dia lagi nanti. Sepanjang jalan ku tebarkan senyuman kepada orang-orang yang ada.

1 Bulan Kemudian
Setelah melewati liburan yang sangat menyenangkan, kini tiba saatnya aku untuk pergi ke sekolah yang baru, dengan seragam yang baru, putih abu-abu. Semangat yang menggebu-gebu menemani tiap langkah kakiku. Aku pun tak sabar untuk merasakan indahnya masa SMA. Lebih tak sabar lagi untuk berjumpa dengan seorang yang selama ini aku puja, Lita.

Tiba di sekolah, aku langsung menuju ke teman-teman SMP ku, yang kebetulan berada di gerbang. Ternyata disana juga ada Lita. Alangkah bahagianya hati ini.

“Hey apa kabar?” tanya Christan.
“Baik bro! Kalau kalian gimana kabarnya?” jawabku.
“Sama bro! Kabar kita baik juga..” jawab Sutra
“Yuk kita masuk ke ruangan. Anak-anak siswa baru udah dipanggil tuh!” ajak Lita.

Kami pun masuk ke dalam ruangan. Disana kita diberi pengarahan untuk mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa), serta pembagian kelompok.

Setelah semuanya selesai, kita pun kembali ke rumah. Dan kembali lagi keesokan harinya untuk mengikuti MOS.

3 hari sudah kita melewati MOS. Dan saat ini waktunya kita akan dibagi dalam 4 kelas, untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar selama di SMA.

“Semoga aku satu kelas dengan Lita.” kataku dalam hati.

Kami pun diperintahkan untuk berbaris, dan menghitung dari 1 sampai 4. Aku mendapatkan nomor 4. Kemudian kami diperintahkan untuk berbaris sesuai nomor yang disebut. Setelah aku lihat, ternyata Lita mendapatkan nomor 3. Sejenak aku kecewa karena ternyata dia mendapatkan nomor 3 yaitu kelas XC, sedangkan aku nomor 4 kelas XD.

“Tak apalah beda kelas. Toh, kelas kita bersebelahan.” ujarku menghibur diri.

Selama SMA aku semakin dekat dengan Lita. Kami tergabung dalam tim pelayan ibadah. Dia memiliki peran sebagai seorang penari, sedangkan aku pemain teater.

Suatu ketika aku mencoba memberanikan diri untuk terbuka terhadap perasaanku padanya. Aku masih belum berani berkata langsung kepadanya. Aku mencoba mengutarakan isi hatiku hanya lewat sms. Tak lama kemudian, dia membalas pesan singkatku itu. Rasanya jantungku berdetak lebih cepat. Dengan rasa gugup aku membuka sms balasannya.

“Maaf ya Xian! Aku lebih suka kita berteman.” isi dari sms Lita.

Rasa malu, kecewa, sedih bercampur menjadi satu ketika membaca sms itu. Tapi aku menerima itu dengan besar hati.

“Baiklah kalau itu mau kamu! Tapi aku takkan pernah berhenti untuk mencintaimu. karena bagiku mencintaimu adalah hal yang paling indah yang pernah aku rasakan.” balasanku.

Setelah kejadian itu, aku tidak langsung menyerah. Tapi aku menganggap itu hanyalah sebuah langkah awal. Aku akan terus berusaha untuk mendapatkan cintanya.

Selang beberapa lama, aku mencoba fokus pada pendidikanku dulu. Aku juga mencoba fokus pada kegiatan teater tim pelayan ibadah.

Suatu saat, aku berbincang dengan teman-teman tim yang lain. Dalam perbincangan itu, kita membahas tentang masalah percintaan. Tiba-tiba seorang temanku berkata bahwa Lita baru saja jadian dengan pemain keyboard tim kami yaitu Ebot. Aku pun langsung kecewa dan sedih mendengar hal itu.

“Hm.. Aku ke kelas dulu ya, soalnya udah ada guru.” kataku berbohong. Aku sudah tidak sanggup untuk mendengarkan cerita mereka.

Sejak kejadian itu, aku mencoba untuk move on. Aku sempat jadian dengan seorang cewek. Tapi itu tidak bertahan lama. Aku meminta dia untuk putus. Hati ini bukan tempat untuk dia, hati ini adalah tempat Lita. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikannya.

Hubungan Lita dan Ebot pun sudah mulai merenggang. Tidak lama kemudian mereka putus. Mereka jadian sudah hampir 4 bulan. Aku merasa senang mendengar kabar mereka sudah putus.

Aku kembali mencoba untuk mendekati Lita. Aku bahkan pernah beberapa kali nembak dia. Tapi lagi-lagi aku tidak menyatakannya langsung. Aku hanya berani lewat sms. Dan hasilnya pun sama. Dia menolak aku lagi. Kira-kira sudah 5 kali aku menyatakan perasaanku kepadanya, dan tidak ada 1 pun yang diterima. Itu pun bukan alasanku untuk menyerah.

“Walaupun aku sudah di tolak 5 kali, tapi aku takkan menyerah! Toh, aku belum pernah menyatakannya langsung. Kali aja kalau aku bilang langsung dia mau nerima.” pikirku.

Kini 2 tahun sudah aku menempuh pendidikan di SMA, artinya 5 tahun sudah aku mencintai tanpa bisa memiliki Lita. Aku sudah berada di kelas terakhir di SMA. Tinggal setahun lagi aku bisa bersama-sama dengan Lita. Aku mencoba lebih dekat lagi kepada Lita. Aku selalu membantu Lita ketika dia minta tolong. Bahkan jika dia minta tolong yang bukan keahlianku, akau tetap berusaha membantunya, dengan cara apa saja yang pasti aku temui.

4 bulan berlalu di kelas XII, kembali aku harus mengalami kegalauan. Aku harus menerima kenyataan kalau Lita jadian dengan pria yang juga memendam perasaan ke Lita sejak kelas X.

Tapi lagi-lagi aku tidak menyerah. Aku tetap optimis bahwa nantinya Lita akan menerimaku. Teman-temanku pun selalu mendukungku untuk jadian dengan Lita, termasuk saudara kembarnya Lina.

“Tenang saja Xian! Mereka pasti tidak akan lama.” kata Dessy, temanku.
“Iya Des! Aku yakin pasti dia akan menerimaku.” ucapku.
“Itu semua bisa diatur bro!” ujarnya.
“Oke lah! Thanks atas dukungannya. Hahaha..” jawabku senang.

Ternyata apa yang dikatakan temanku benar. Setelah 2 minggu pacaran, akhirnya Lita putus dengan Eki. Sungguh sangat bahagia hati ini.

“Ini saatnya aku untuk beraksi! Hahaha” celotehku.

Ujian semester 1 kelas XII sudah dilalui. Kini sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi di sekolah. Kami lebih sering berkumpul mengahabiskan waktu dengan bersenang-senang. Suatu ketika aku dan teman-teman duduk di depan kelas sembari berbincang-bincang.

“Hey! Gimana si Lita?” ledek Ekzel.
“Apanya? Dia sehat-sehat kok!” jawabku malu.
“Masih setia nggak ni?” ledeknya lagi.
“Oh.. So pasti dong! Hahaha” jawabku.
“Cie.. Cie.. Yang lama menunggu tapi tak bisa memiliki.” ledek Sutra.
“Oh ya, gimana ya supaya aku bisa jadian dengan Lita?” tanyaku.
“Ya ditembak!” jawab On, temanku.
“Iya! Tapi aku malu nembak langsung ke dia.” ujarku
“Kenapa harus malu?” tanya Yovi.
“Iya juga si! Tapi kapan waktu yang tepat ya?” tanyaku lagi
“Gini aja, tanggal 3 nanti kan ultah aku, jadi biar kita yang ngatur.” ujar Terry.
“Oke lah kalau begitu! Hahaha” jawabku bahagia.

Sunggu aku sangat bahagia memiliki sahabat seperti mereka. Mereka selalu ada saat aku membutuhkan mereka. Aku sudah tidak sabar menunggu tanggal 3 nanti.

“Ku menanti seorang kekasih yang tercantik yang datang di hari ini, adakah dia kan selalu setia, bersanding hidup penuh pesona, harapanku!” nyanyianku yang menggambarkan rasa tidak sabar menantikan momen spesial malam nanti. Malam nanti temanku Terry akan membuat pesta ultahnya. Tapi bukan itu yang aku nanti, aku menantikan janji temanku Terry supaya aku jadian dengan gadis yang aku puja selama 5 tahun!

Aku pun mempersiapkan apa yang harus aku lakukan malam nanti. Aku bahkan juga sudah meyiapkan kata-kata yang tidak romantis, tapi tetap kena di hati. Walaupun kata-kata itu sederhana, tapi cintaku tetap luar biasa kepada Lita.

Akhirnya malam tiba. Aku segera menuju ke tempat pesta ultah Terry dilaksanan. Langkah kakiku terasa berat melangkah, karena rasa gugup membebani diri. Karena tempatnya dekat dari rumahku, jadi 10 menit jalan kaki sudah nyampe. Tiba disana aku biasa-biasa aja. Aku tidak memperlihatkan rasa gugup ku.

“Teman-teman, terima kasih atas kehadiran kalian. Saya sangat bahagia kalian boleh hadir ke ulang tahunku.” ucap Terry.
“Oke teman-teman! Saatnya kita makan! Tapi sebelum itu kita berdoa dulu.” tambahnya

Selesai berdoa kita langsung lanjut makan-makan. Aku sangat menikmati makanan yang disediakan. Begitupun teman-teman yang lain. Saking menikmati, aku lupa bahwa saat itu aku akan nembak Si Lita. Saat baru selesai makan, tiba-tiba Terry berdiri.

“Oke teman-teman! Jika sudah selesai makan, saat ini salah seorang teman kita akan mengungkapkan persaan kepada seorang teman kita.” ucap Terry.
“Untuk itu, kepada orang yang dimaksud agar berdiri, dan maju ke depan.” tambahnya.

Aku tidak langsung berdiri, aku mencoba mengulur waktu. Tapi temanku Sutra dan Christan terus memaksaku agar cepat maju.

“Sudah sana cepat maju, ini kesempatan bagus bro.” kata Sutra yang masih tengah asik menikmati makanannya.
“Baiklah bro! Doa’in aku yah! Hehe” kataku bercanda.
“Iya, sudah sana cepat maju.” tambah Christan yang masih menikmati makanannya juga.

Aku langsung berdiri dan maju ke depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. Aku sudah tidak takut lagi jika ditolak. Aku sudah terbiasa ditolak, sampai-sampai aku sudah mati rasa.

“Cie… Cie… Cie… Cie…” suara ejekan teman-teman.
“Oke Xian, silahkan duduk. Dan untuk Lita, silahkan juga maju dan duduk di depan Xian.” kata Terry.
Tampak wajah Lita seperti orang bingung. Tapi tak lama, dia pun maju dan duduk di kursi yang sudah disediakan Terry.
“Oke Xian, silahkan!” ucap Terry
“Lit, kamu udah tau kan kalau aku udah lama nyimpan perasaan ke kamu. Dan aku juga udah beberapa kali nyatain ke kamu. Saat ini, di tempat ini, ijinkan aku bertanya. Kamu mau nggak jadi pacarku?” ucapku dengan nada yang pelan.
Lita terlihat malu waktu itu. Dia hanya tertawa-tawa saja.
“Udah Lit terima aja. Dia itu udah 5 tahun memendam perasaan ke kamu. Bayangin aja Lit, 5 tahun! Gue sendiri ngga pernah nemuin cowo yang sesetia ini.” kata Yovi meyakinkan.
“Lit, disini aku nggak maksa kamu, apapun jawaban kamu aku akan nerima. Gimana Lit?” ucapku.
“I.. I.. Iya.. Aku mau!” jawab Lita dengan senyuman.
“Bener Lit? Terima kasih Lit. I love you so muchhh…” ucapku tidak percaya, sembari memegang tanggannya.
“Iya bener! I love you too..” katanya.

Betapa bahagianya hati ini ketika aku bisa jadian dengan dia. Ternyata jika kita menunggu dengan penuh kesabaran, hasilnya pasti tidak akan mengecewakan.

Malam itu terasa begitu indah. Aku menghabiskan malam bersama teman-teman dan pacarku, Lita.

Hari-hari aku lewati dengan dia. Aku mencoba menciptakan suasana yang romantis. Jika biasanya hp ku sunyi, kini seakan tak pernah berhenti berbunyi. Untunglah aku tidak pernah menyerah. Jika aku menyerah mungkin hal ini tak akan terjadi. Aku tidak menyerah karena aku mencintai dia bukan karena aku membutuhkannya, tapi aku membutuhkannya karena aku mencintainya.

Selang 3 minggu kita pacaran, tibalah pada hari yang aku tunggu-tunggu yaitu hari ulang tahunku. Hari ulang tahunku kali ini terasa spesial. Hari ini adalah sweet seventeen untukku. Dan betapa bahagianya aku karena di sweet seventeenku kali ini, aku jadian dengan orang yang aku puja selama 5 tahun ini.

“Kriiiggg..” suara hp-ku berbunyi. Ternyata sms dari Lita.
“Happy birthday sayang! Wish you all the best.. Maaf ya aku nggak bisa kasi hadiah. I love you!” bunyi sms-nya.
“Makasih sayang! Iya ngga apa-apa kok. Dengan kamu nerima cintaku, itu lebih dari sebuah hadiah. I love you too!” balasanku.

Waktu itu dia lagi liburan dengan keluarganya, jadi aku nggak bisa ketemu dengan dia.

6 minggu sudah hubunganku dengan dia. Tapi aku merasakan kalau dia sudah bosan denganku. Aku terus menyelidiki apakah anggapanku benar. Aku masih belum menemukan kebenarannya.

“Sudahlah! Ini pasti cuma perasaanku saja. Aku harus tetap positif thinking.” gumamku.

Suatu ketika aku berkumpul dengan teman-temanku. Disitu aku mencoba curhat dengan mereka.

“On, tampaknya dia udah bosan denganku.” curhatku pada On, temanku.
“Ah.. Itu pasti cuma perasaan kamu saja..” jawab Yovi.
“Xian, aku mau bilang sesuatu ke kamu.” kata Terry.
“Apa Ter?” kataku penasaran.
“Waktu aku jalan-jalan dengan Lita dan Lina, disitu Lina bilang ke aku kalau Lita nerima kamu cuma terpaksa. Katanya dia nerima kamu cuma karena ada teman-teman.” kata Terry.

Mendengar hal itu, aku seperti ditampar 10 kali. Lagi-lagi rasa malu, kecewa, sedih menyerah hatiku. Tapi aku tetap berusaha tegar. Akupun lalu menghentikan pembicaraan dengan teman-teman, dan kembali ke rumah. Setibanya aku di rumah, aku langsung menanyakan kebenaran berita itu kepada Lita via sms.

“Lit! Bener ngga kalau kau nerima aku karena terpaksa? Kalau memang itu bener, lebih baik kamu putusin aku aja.” tanyaku.
“Iya bener! Maaf ya!” jawabnya

Membaca jawabannya itu, aku langsung merasakan ini seperti akhir dari hidupku. Aku tidak sanggup lagi menerima semua ini. Aku lalu mengambil handphone dan curhat kepada Dessy.

“Des! Aku udah putus dengan Lita!” curhatku kepada Dessy teman dekat Lita.
“Hah.. Kenapa? Kok bisa?” jawabnya heran.
“Aku udah tahu kalau dia nerima aku karena terpaksa!” jawabku.
“Kamu tahu dari mana Xian?” balasnya.
“Aku tahu dari Terry, tapi sumbernya dari Lina!” jawabku
“Dasar goblok! Dia pernah curhat ke aku, dia bilang dia memang nerima kamu terpaksa, tapi lama-lama dia udah nyaman dengan kamu.” balasnya
“Hah.. Emang iya? Dasaar goblokkk…” balasanku dengan rasa sesal.
“Tapi kenapa waktu aku tanya dia balas iya?” tambahku
“Dia orangnya emang gitu! Dia ngga mau ngemis-ngemis cinta ke cowok.” balasnya.
“Okelah Des! Thanks!” jawabku.
“Iya masama!” balasannya.

Membaca pesan-pesan singkat dari Dessy, timbul penyesalan yang amat dalam. Entah apa yang merasuki otakku sehingga aku boleh percaya dengan celoteh-celoteh ini. Dasar goblok! Tapi aku tidak habis pikir, kenapa saudaranya bisa berkata seperti itu.

Seiring waktu berjalan aku mencoba minta maaf ke Lita atas kekhilafanku. Aku berkata yang sebenarnya ke dia bahwa aku sudah tahu kebenarannya.

“Iya! Aku udah maafin kamu sejak awal kok..” itulah kalimat yang dikatakan Lita waktu aku memita maaf kepadanya.

Aku sungguh sangat berharap agar aku bisa balikan dengannya. Aku mencoba beberapa kali memohon kepadanya. Tapi dia kembali tak mau menerimaku. Mungkin karena dia trauma akan kejadian kemarin.

Sampai suatu saat Hari pengumuman kelulusan tiba. Kita harus berpisah dari SMA. Suara teriakan bahagia terdengar saat pengumuman dibacakan. Semua siswa di sekolahku lulus 100%. Saat itu aku menghabiskan waktu dengan teman-teman, dan pastinya dengan Lita. Aku sangat bahagia kala itu, waktu terakhirku di SMA boleh bersama-sama dengan Lita.

Setelah kita selesai SMA, itulah akhir cerita cintaku dengan Lita. Aku sudah berhenti berharap kepadanya. biarlah dia bahagia dengan pilihannya nanti. Aku pun tak menyimpan dendam kepada siapapun.

Saat ini aku dan Lita kuliah di universitas yang berbeda. Tapi sebagai mantan yang baik kita tetap menjalin komunikasi satu sama lain.

Sungguh suatu pengalaman yang memotivasi ku untuk melangkah ke depan. Aku mendapatkan banyak pelajaran dari pengalamanku dengannya. Aku mengerti bagaimana arti sebuah perjuangan. Jika kita memang berjuang dengan penuh kesabaran, pasti kebahagiaan dan kemenangan menanti kita. Aku juga mendapat pelajaran berharga saat aku dan Lita putus. Jangan mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang, tanpa terbukti kebenarannya. Jangan mudah mengambiil keputusan tanpa kita menimbangnya. Semua ini juga tak lupun dari perhatian teman-temanku.

Walau penantianku selama 5 tahun berakhir hanya dalam waktu 6 minggu, tapi itu tetap menjadi suatu yang paling berharga. Terima kasih Lita kau sudah pernah mencintaiku. Kau adalah kenangan terindah yang pernah kumiliki. dan semoga kita bahagia dengan pasangan kita masing-masing!

SELESAI

Note: Cerpen ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, diminta komentar, saran, kritik, masukan dari para pembaca. Kirimkan kritik dan saran anda di akun twitter saya @tianfalsboham dengan hashtag #Cerpen5Tahun. Thanks for reading!

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.147.253.45
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia